Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Polusi Udara Pangkas Angka Harapan Hidup 40% Orang India

Ama Farah
Terakhir diupdate: 1 September 2021 15:12 3:12 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 1 September 2021 14:52
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Polisi udara sepertinya akan mengurangi angka harapan hidup lebih dari 9 tahun sekitar 40% warga India, menurut laporan yang dirilis oleh sebuah kelompok riset asal Amerika Serikat pada hari Rabu (1/9/2021).

Lebih dari 480 juta orang yang tinggal di India bagian tengah, timur dan utara, termasuk ibu kota, New Delhi, mengalami tingkat polusi yang sangat tinggi, kata laporan yang disiapkan oleh Energy Policy Institute at the University of Chicago (EPIC).

“Hal yang mengkhawatirkan, tingkat polusi udara India yang tinggi telah meluas secara geografis dari waktu ke waktu,” kata laporan EPIC tersebut seperti dilansir Reuters. Contohnya, kualitas udara memburuk secara signifikan di negara bagian barat Maharashtra dan negara bagian tengah Madhya Pradesh.

Memuji program India National Clean Air Program (NCAP), yang diluncurkan pada tahun 2019 untuk mengendalikan tingkat polusi yang berbahaya, laporan EPIC mengatakan apabila target NCAP tersebut bisa dicapai maka akan menaikkan angka harapan hidup secara umum 1,7 tahun dan 3,1 tahun penduduk New Delhi.

NCAP bertujuan mengurangi polusi di 102 kota yang terkena dampak terburuk sebesar 20%-30% pada tahun 2024 dengan memastikan pengurangan emisi industri dan knalpot kendaraan, pemberlakuan aturan ketat bahan bakar transportasi dan pembakaran biomassa, serta pengurangan polusi debu. Untuk mewujudkannya diperlukan sistem pemantauan yang lebih baik.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

New Delhi adalah ibu kota paling tercemar di dunia untuk tahun ketiga berturut-turut pada tahun 2020, menurut IQAir, kelompok Swiss yang mengukur tingkat kualitas udara berdasarkan konsentrasi partikel udara perusak paru-paru yang dikenal sebagai PM2.5. 

Tahun lalu, 20 juta penduduk New Delhi – yang menghirup udara terbersih yang pernah tercatat di musim panas karena pemberlakuan lockdown Covid-19 – menghadapi udara beracun di musim dingin menyusul peningkatan tajam residu pembakaran lahan pertanian di negara bagian Punjab dan Haryana.

Apabila negara itu berhasil memperbaiki kualitas udaranya ke level yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menurut temuan EPIC, angka harapan hidup warga negara tetangga Bangladesh bisa naik 5,4 tahun.

Untuk sampai pada angka harapan hidup tersebut, EPIC membandingkan kesehatan orang-orang yang terpapar berbagai tingkat polusi udara jangka panjang dan menerapkan hasilnya ke berbagai tempat di India dan di tempat-tempat lain.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:angka harapan hidupIndiaNew Delhipolusi udara
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya [Foto] Ketika Santri Disuntik Vaksin Covid, Sakit?
Tulisan selanjutnya Hasil Tes Terbaru Pasien No.1 Ebola Pantai Gading Negatif

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?