Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tsaqafah

Islam Soal Teori Evolusi dan Penciptaan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 September 2021 10:14 10:14 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 September 2021 10:14
Bagikan
Anak-anak Indonesia masih diajari teori menyesatkan dari Darwin bahwa manusia berasal dari monyet [ilustrasi]
Bagikan

Hidayatullah.com | DI KALANGAN ilmuan biologi terdapat dua asumsi tentang penciptaan makhluk hidup, baik tumbuh-tumbuhan atau yang memiliki jiwa, yaitu teori evolusi (transformisme) dan teori fixisme.

Teori evolusi menyatakan bahwa seluruh jenis makhluk hidup tidak memiliki penciptaan langsung, melainkan mengalami evolusi secara gradual dan berubah dari satu jenis kepada jenis yang lain. Lingkaran sempurna evolusi ini terdapat pada diri manusia dewasa ini.

Adapun teori fixisme meyakini jenis-jenis makhluk hidup terpisah sejak awal dan berbentuk  seperti sekarang ini dan tidak mengalami perubahan dari satu jenis ke jenis yang lain.

Sayangnya, diantara keduanya, teori evolusi yang kini diajarkan di berbagai lembaga pendidikan, baik umum maupun Islam. Akibatnya, tidak sedikit peserta didik yang memiliki pemikiran bahwa manusia berasal dari keturunan monyet sebagai bagian dari proses evolusi.

Tentu ini sebuah kekeliruan dan perlu mendapat perhatian khusus dari para pendidik dan ilmuwan Islam. Sebab bukan hanya berpengaruh pada pemahaman anak, tetapi juga berpengaruh pada keimanan mereka.

Baca Juga

Buya Hamka
Buya Hamka: Hari Raya sebagai Cermin Kekuatan Batin Bangsa
Salaf Saleh dan Tafsir Kata Ulil Amri
Ulama Sufi dan Islam Nusantara
Amalan di Bulan Muharram yang Dapat Kita Lakukan
Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (2)

Al-Quran secara jelas mengutip soal penciptaan.

قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا مَنَعَكَ أَنْ تَسْجُدَ لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَيَّ أَسْتَكْبَرْتَ أَمْ كُنْتَ مِنَ الْعَالِينَ

“Allah berfirman: “Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?.” (QS: Shod [38]: 75).

Para ulama ahli tafsir sepakat bahwa ayat ini berkaitan dengan penciptaan Nabi Adam secara langsung oleh Allah. Menurut Syaikh Wahbah az-Zuhaili, ayat ini menegaskan bahwa Allah menciptakan Adam dengan tangan-Nya (kuasa-Nya) dengan tanpa perantara. Karenanya  Allah berfirman pada Iblis, “Apakah sekarang kamu sombong untuk bersujud? Sedang kamu tak memiliki hak? Ataukah kamu tinggi hati terhadap apa yang telah ditetapkan untuk taat kepada Allah?” (Tafsir Al Wajiz, 458).

Sedang Syaik As- Sa’di menerangkan bahwa ayat ini sebagai celaan terhadap Iblis karena tidak mau bersujud (menghormati) Adam yang dimulikan Allah. Firman Allah:“Apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Kuciptakan dengan kedua TanganKu?” maksudnya, yang Aku muliakan, Aku hargai dan Aku istimewakan dengan keistimewaan ini; yang dengannya ia menjadi istimewa daripada seluruh makhluk, dan hal itu seharusnya tidak menimbulkan sikap sombong terhadapnya. “Apakah kamu menyombongkan diri” dalam keenggananmu itu, “ataukah kamu termasuk orang-orang yang lebih tinggi?”(dalam Tafsir as-Sa’di, 842).

Imam Darimi menjelaskan bahwa Allah menciptakan Adam dengan sentuhan tangan-Nya. Dan tidak menciptakan makhluk lain mempunyai ruh dengan kedua tangan-Nya. Oleh karena itu Adam diberi kekhususan, keutamaan dan disebutkan keagungannya. (‘Naqdu Darimi ‘ala Murisy, 64).

Dari ibnu Umar bahwasnya Allah menciptakan empat hal dengan tangan-Nya: Arsy, pena, Surga Adn dan Adam. Kemudian berfirman kepada seluruh makhluk ‘Jadilah, maka terjadi.” (Riwayat Darimi, Lalikai, Ajuri dan ulama lainnya dengan sanad shoheh dari Ibnu Umar).

Diriwayatkan oleh Darimi pula dengan sanad hasan dari Maisarah Abi Sholeh budak Kindah salah seorang tabiin yang mengatakan:“Sesungguhnya Allah tidak menyentuh dalam penciptaannya kecuali tiga hal, menciptakan Adam dengan tangan-Nya, menulis Taurat dengan tangan-Nya dan menanam surga And dengan tangan-Nya.” (dalam Naqdu Darimi, 99).

Teori Penciptaan Lebih Ilmiah

Al-Qur’an mengemukakan penciptaan manusia secara global dan universal serta tidak secara langsung menjelaskan teori transformisme dan fixisme. Di dalamnya lebih banyak menjelaskan persoalan-persoalan edukatif, yaitu bertujuan mencetak manusia yang mulia.

Karenanya tidak boleh berharap banyak terhadap kitab ini untuk mengkaji hal-hal yang bersifat partikular terkait dengan ilmu-ilmu seperti masalah evolusi, anatomi, embriologi dan sebagainya. Namun demikian, Al-Qur’an banyak memberikan isyarat terhadap bagian-bagian dari ilmu-ilmu tersebut.

Artinya, Al-Qur’an secara konseptual, memberikan panduan terhadap manusia supaya tidak keliru dalam memahami sebuah ilmu.  Misalkan, ayat di atas mengisyaratkan tentang manusia yang diciptakan secara langsung, kendati tidak diungkapkan secara lugas.

Karena itu salah besar jika ada orang berpendapat bahwa teori penciptaan itu dikontruksi dari mitos. Apalagi menuduh hanya sebatas cerita kosmologi suatu bangsa yang ingin menceritakan asal usulnya. Kemudian mereka mengatakan yang benar adalah teori evolusi dan menolak penciptaan.

Dibanding teori evolusi, teori penciptaan lebih mudah dipahami secara ilmiah. Sebab penciptaan terjadi setiap saat. Sedang teori evolusi berdiri atas dasar pemahaman bahwa alam ini bersifat ‘continue’ dalam existence, padahal faktanya ‘discontinue’ dalam existence.

Teori evolusi juga sudah tersingkirkan dengan adanya penemuan hukum genetika Mendel dan penemuan gen yang merupakan kode rahasia penciptaan. Juga penemuan bahwa kromosom membawa atribut lengkap manusia dan mempertahankan kesamaan fisik dalam atribut dari spesies tertentu (dalam al-Mawsoo’ah al-Muyassarah fi’l-Adyaan wa’l-Madhaahib wa’l-Ahzaab al-Mu’aasirah, 2/940-941).

Profesor Prancis, Etienne Rebaud, menegaskan tidak ada yang namanya seleksi alam dalam perjuangan untuk bertahan hidup, sehingga yang kuat bertahan dan yang lemah binasa.  Misalnya, kadal taman dapat berlari cepat, karena memiliki empat kaki panjang, tetapi pada jenis yang sama ada jenis kadal lain yang memiliki kaki sangat pendek sehingga mereka hampir merangkak, menyeret diri di tanah dengan susah payah.… Jenis ini memiliki model fisik yang sama, termasuk  kakinya; mereka makan makanan yang sama dan hidup di lingkungan yang sama. Jika hewan-hewan ini telah beradaptasi dengan lingkungan mereka, tidak akan ada perbedaan dalam kemampuan dan susunan fisik mereka. (Will the Fit or the Unfit Survive, 40).

Dari keterangan di atas menjadi jelas bahwa teori evolusi hanyalah sebuah teori yang belum belum ditetapkan dan memiliki banyak penentang. Juga tidak sejalan dengan kebanyakan teori-teori ilmiah.

Umat Islam harus meyakini adanya teori penciptaan secara langsung sebagaimana yang sudah banyak diisyaratkan oleh Al-Qur’an.*/Bahrul Ulum

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:al-QuranislamTeori Evolusi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Duchess of Cornwall Jadi Pelindung Pusat Penyintas Pemerkosaan di Nigeria
Tulisan selanjutnya kompleks al aqsha Hamas Menyerukan Warga Palestina untuk Bersatu Lindungi Masjid Al-Aqsha

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelTsaqafah

Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (1)

5 Januari 2023 13:30
Tsaqafah

Ijtihad sebagai Solusi Persoalan Umat

29 Desember 2022 19:00
Tsaqafah

Bahaya Sekularisasi dan Sekularisme

26 Desember 2022 13:45
Tsaqafah

Loss of Adab, Kebingungan Ilmu dan Pemimpin Palsu

18 Desember 2022 18:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?