Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tsaqafah

SMN al-Attas dan Diagnosa Masalah Umat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 September 2021 15:53 3:53 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 September 2021 11:29
Bagikan
smn al attas
Prof Syed Muhammad Naquib al-Attas
Bagikan

Oleh: Qosim Nurseha Zulhadi

“I have been Muslim now for 42 years, I can say with a great deal of conviction that Syed Naquib al-Attas is probably the greatest influence on my understanding on the crisis in the Muslim world and also, of what needs to be done in order to heal that crisis.” (Syekh Hamza Yusuf, Direktur Zaytuna College, Amerika Serikat, dalam Dr. Adian Husaini, Mengenal Sosok dan Pemikiran Syed Muhammad Naquib al-Attas dan Wan Mohd Nor Wan Daud (Depok-Jawa Barat: YPI Attaqwa, 2020), v, vi)

Hidayatullah.com | PROF . Dr. SMN al-Attas memang sangat fenomenal. Pemikiran dan idenya sangat fundamental. Dikenal sebagai pakar pendidikan, sejarawan, filsafat, sains, metafisika, peradaban, tasawuf, psikologi, tafsir Al-Qur’an hingga perbandingan agama dan lainnya. Sampai-sampai Fazlur Rahman (1919-1988) menyebutnya “a genius”, seperti dikutip oleh murid utamanya, Prof. Dr. Wan Mohd Nor Wan Daud dalam “The Educational Philosophy and Practice of Syed Muhammad Naquib al-Attas” (ISTAC, 1998).

Kata Prof. Mohd Nor Wan Daud,  SMN Al-Attas adalah “A real reformer and thinker” dalam “Knowledge, Language, Thought and the Civilization of Islam” (UTM, 2010). Beliau pantas dan layak mendapatkan kehormatan setinggi itu karena kedalaman ilmunya dan kekuatan analisisnya.

Dengan ketinggian ilmunya,  banyak masalah umat ditemukan “obat” dan “penawarnya” dalam pemikiran dan idenya yang brilian. Di antara masalah umat itu adalah masalah ilmu yang sekular, munculnya fenomena the loss of adab dan problem content (isi, kandungan) pendidikan Islam.

Baca Juga

Buya Hamka
Buya Hamka: Hari Raya sebagai Cermin Kekuatan Batin Bangsa
Salaf Saleh dan Tafsir Kata Ulil Amri
Ulama Sufi dan Islam Nusantara
Amalan di Bulan Muharram yang Dapat Kita Lakukan
Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (2)

Pemikiran Prof. SMN al-Attas, kata Prof. Wan Daud, sejatinya meneruskan dan melanjutkan ‘tradisi pembaruan tulen’. Beliau menyebut Penyandang Pertama Kursi Kehormatan Abū Hāmid Al-Ghazālī dalam Pemikiran Islam (Abū Hāmid al-Ghazālī Chair of Islamic Thought) pada 1993 sebagai mujaddid dan pengislah tulen.

Jika pernah ramai yang berpendapat bahwa Badiuzzaman Said Nursi (w. 1960) merupakan salah seorang mujaddid pada abad yang berlalu sebelum ini, maka gerakan pembaharuan seperti yang dibawa oleh Said Nursi telah disambung dan diangkat pula oleh al-Attas, kata Prof. Wan. (Prof. Wan Mohd Nor Wan Daud, “Al-Attas: Ilmuwan Penyambung Tradisi Pembaruan Tulen”, dalam Mohd Zaidi Ismail & Wan Suhaimi Wan Abdullah, Adab dan Peradaban: Karya Pengi‘tirafan untuk Syed Muhammad Naquib al-Attas (Selangor-Malaysia: MPH Group Publishing, 2012), 30).

Jika Syekh Hamza Yusuf dari Zaytuna College (AS) menyatakan bahwa Prof. al-Attas menyadarkan umat tentang krisis dalam tubuhnya, maka seyognya umat ini menyambut pAndangan ini. Karena Prof. al-Attas tidak hanya bicara “penyakit” umat ini, tetapi membincang obat dan penawarnya, yaitu islamic worldview (pAndangan hidup Islam).

Dan yang paling mendasar adalah: memahami ulang konsep wahyu, hakikat Islam sebagai dīn, islamisasi ilmu pengetahuan kontemporer, fenomena kerancuan dan korupsi ilmu, dan masalah pendidikan Islam.

Maka, amat mendesak kiranya bagi para tokoh umat, pemikir dan intelektualnya ramai-ramai “mengaji” dan “mengkaji” beberapa karya penting Prof. al-Attas. Di antaranya adalah: Prolegomena to the Metaphysics of Islam, Risalah untuk Kaum Muslimin, Islam and Secularism, dan The Concept of Education in Islam.

Karya-karya beliau ini harus dijadikan sebagai buku daras wajib di berbagai instansi pendidikan Islam, seperti Perguruan Tinggi Islam. Karena di dalam karya-karya beliau ini tersimpan “mutiara yang hilang” bagi umat Islam.

Jika dahulu kita mengenal Hujjatu’l-Islām Abū Hāmid al-Ghazālī yang mengembalikan umat kepada kebangkitan, kemudian dilanjutkan oleh Badiuzzaman Said Nursi (w. 1960), maka sekarang Prof. al-Attas melakukan hal yang sama. Dimana beliau telah mampu mendiagnosa “penyakit dan krisis” umat Islam sekaligus memberikan “obatnya” secara tepat, jitu dan mujarab.

Untuk itu, sekali lagi, sudah sepatutnya umat Islam merujuk pemikiran beliau jika ingin “sembuh” dari penyakit ketertinggalan dan keterpurukan seperti saat ini.*

Pengasuh di Pondok Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Medan. Penulis buku “Membongkar Kedok Liberalisme di Indonesia”

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ghazwul FikrpemikiranprofilSyed Naquib Al attas
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemerintah Taliban Izinkan Warga Negara Asing yang Tersisa Meninggalkan Afghanistan
Tulisan selanjutnya Ben & Jerry's Boikot Pemukiman Ilegal ‘Israel’, Perusahaan Es Krim Ben & Jerry’s Dihukum AS

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat

Berita
20 Juli 2026 11:05
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelTsaqafah

Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (1)

5 Januari 2023 13:30
Tsaqafah

Ijtihad sebagai Solusi Persoalan Umat

29 Desember 2022 19:00
Tsaqafah

Bahaya Sekularisasi dan Sekularisme

26 Desember 2022 13:45
Tsaqafah

Loss of Adab, Kebingungan Ilmu dan Pemimpin Palsu

18 Desember 2022 18:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?