Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Direpatriasi Jerman dari Suriah, 8 Wanita ISIS akan Diproses Hukum

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 Oktober 2021 12:34 12:34 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 7 Oktober 2021 12:34
Bagikan
Istri dan anak anggota ISIS ditahan di Iraq.
Bagikan

Hidayatullah.com—Jerman mengatakan sudah merepatriasi delapan wanita, yang bergabung dengan kelompok bersenjata ISIS alias IS, beserta 23 anak dari sebuah kamp di bagian Utara Suriah.

Mereka dibawa kembali ke Jerman dalam sebuah operasi gabungan dengan Denmark, yang merepatriasi 3 wanita dan 14 anak, kata Kementerian Luar Negeri Jerman seperti dilansir BBC Kamis (7/10/2021).

Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas mengatakan para wanita yang direpatriasi itu ditempatkan di dalam tahanan dan akan menjalani penyelidikan kriminal.

Ratusan orang Eropa yang bergabung dengan ISIS saat ini masih berada di kamp-kamp yang dikelola Kurdi di bagian utara Suriah.

Mereka dibawa ke sana, bersama ribuan orang lain yang kehilangan tempat tinggal, setelah ISIS dinyatakan kalah secara teritorial di Suriah dan Iraq pada Maret 2019.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kementerian Luar Negeri Jerman mengatakan para wanita dan anak-anak itu tiba di bandara Frankfurt pada Rabu malam dari kamp detensi Roj di bagian timur laut Suriah.

Maas mengaku “bahagia” mereka berhasil direpatriasi ke Jerman tetapi “para ibu itu harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka”.

“Anak-anak tidak bertanggung jawab atas keadaan yang mereka alami,” ujar Maas, mengatakan bahwa mereka justru “membutuhkan perlindungan”.

Jerman merepatriasi lima wanita dan 18 anak dari Suriah bersama Finlandia pada bulan Desember 2020, sementara Belgia memulangkan 6 wanita dan 10 anak pada bulan Juli.

Kebanyakan negara Eropa mempertimbangkan repatriasi berdasarkan kasus per kasus, tetapi sebagian lain enggan untuk memulangkan warga negaranya dengan alasan keamanan. Salah satu contoh paling menyolok adalah kasus Shamima Begum. Pelajar Inggris keturunan Bangladesh itu bergabung dengan ISIS pada tahun 2015 dan kemudian dilucuti status kewarganegaraannya oleh Inggris dengan alasan keamanan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ISISJermanrepatriasisuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya paracetamol DPR Desak Tim Khusus Segera Bekerja Selidiki Pencemaran Laut Jakarta
Tulisan selanjutnya Kasasi Jaksa Ditolak MA, HNW Harap Keadilan di Kasus Habib Rizieq Lainnya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?