Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tsaqafah

Pendangkalan Aqidah: Antara Amar Ma’ruf dan Nasehat [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 April 2011 14:46 2:46 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 April 2011 14:46
Bagikan
Bagikan

>>tulisan PERTAMA

Oleh: Shaifurrokhman Mahfudz, Lc. M.Sh

Perkuat dan Bela Akidah Ummat

Paparan fenomena yang dikemukakan di atas bukan bertujuan menyulut kebencian kita sebagai Muslim terhadap warga non Muslim. Sebagai ummat yang menjunjung moralitas dan menjadikan al-Quran sebagai pedoman hidup, pantang bagi kita untuk melakukan tindakan buruk seperti itu.

Di dalam banyak ayat-Nya, Allah Swt mengingatkan kita akan bahaya ‘peperangan’ yang mengancam fisik dan bertujuan untuk memurtadkan ummat ini. Peringatan Allah itu juga memberikan pengertian kepada kita semua bahwa menjaga iman atau akidah Islam sampai mati adalah wajib bagi umat Islam dan tidak boleh diabaikan sama sekali.

Baca Juga

Buya Hamka
Buya Hamka: Hari Raya sebagai Cermin Kekuatan Batin Bangsa
Salaf Saleh dan Tafsir Kata Ulil Amri
Ulama Sufi dan Islam Nusantara
Amalan di Bulan Muharram yang Dapat Kita Lakukan
Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (2)

Penguatan persoalan akidah inilah yang menjadi salah satu pekerjaan besar ummat ini. Di antara langkah yang bisa dilakukan dalam upaya memperkuat akidah ummat adalah dengan memberikan pemahaman yang utuh tentang akidah Islam yang ditunjukkan dalam beberapa hal berikut;

Pertama, doktrin Islam menyebutkan pentingnya ummat ini menyadari hakikat diri dan kewujudan Tuhannya. Bagi siapa yang mengenal jati dirinya, maka dengan sendirinya ia akan mampu mengenal siapa Tuhannya; “Man ‘arrafa nafsahu, ‘arrafa rabbahu”.

Kedua, perkukuh akidah dengan kesungguhan menjalankan syriat Islam secara total, baik dalam aspek ibadah ataupun muamalah yang berkaitan dengan keharmonisan hubungan sesama manusia dan penjagaan nilai-nilai kemanusiaan. Ketika seseorang berbuat baik kepada sesamanya dengan memberikan bantuan sosial misalnya, maka sesungguhnya ia tengah mendekatan dirinya (taqarrub) kepada Allah Swt.

Dalam suatu hadits Qudsi, Rasulullah Saw bersabda: Allah SWT berfirman: “Tidaklah mendekatkan diri kepadaku hamba-Ku dengan sesuatu yang lebih Ku cintai daripada apa yang Ku wajibkan kepadanya…” (Shahih Bukhari Juz 8/131).

Ketiga, tegakkan amar ma’ruf nahi munkar dan berikan ruang nasehat yang cukup dalam setiap komunitas masyarakat. Diriwayatkan hadits dari Abu Hurairah Ra. bahwa Rasulullah Saw bersabda: Ad-Din nashihah (Agama itu nasihat). Beliau ucapkan hal ini sebanyak tiga kali. Lalu para sahabat bertanya: Bagi siapa ya Rasulullah? Rasulullah Saw menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin ummat dan kaum Muslimin umumnya.” (Sunan at-Tirmidzi Juz 4/324).

Dalam etimologi bahasa Arab, kata nashîhah selain berarti nasihat, juga berarti mengikhlaskan, memurnikan, atau membersihkan kecintaan seseorang. Orang yang memiliki kecintaan yang tulus disebut sebagai nâshih. Taubat yang keluar dari hati yang tulus disebut sebagai taubatan nashûha. Orang Arab menyebut madu yang murni sebagai ‘asalun nâsh. Jadi, kata nashîhah berarti kecintaan yang tulus.

Jadi dasar yang pertama tentu saja adalah kecintaan yang tulus kepada Allah Swt. Selanjutnya kepada Rasul dan kitab-Nya serta pemimpin umat Islam dan masyarakat muslim secara umum.

Dalam kehidupan bermasyarakat, bukan mudah mendasarkan sikap kita dengan landasan cinta yang tulus. Terutama ketika kita harus ‘mengingatkan’ para pemimpin sebagai wujud cinta dan kepedulian terhadap kondisi ummat. Karena itu, tidak bisa dinafikan pentingnya peranan pemerintah untuk turut bertanggung jawab dan berperan aktif dalam membela harga diri ummat. Keberhasilan dan efektifitas upaya kita sangat ditentukan oleh ‘ketulusan cinta’ pemerintah terhadap umat Islam di negeri ini dengan mendukung sepenuhnya pemberlakuan ajaran Islam (tathbiq asy-syari’ah) bagi seluruh kaum Muslimin.

Karena memang itulah tugas pemerintah yakni menjaga agama dan memelihara urusan umat (hirasah ad-din wa siyasah ad-dunya), sebagaimana ditegaskan oleh Imam al- Mawardi dalam al-Ahkam as-Sulthaniyah.

Namun demikian, ketika pemerintah –dengan kekuasaan yang dimilikinya– tidak mampu menunaikan tugas ini, yakinlah ummat ini akan tetap dalam penjagaan-Nya. Sebagaimana Surat At Taubah mengatakan;

“Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayanya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. (QS. At-Taubah 32). Wallahu A’lam bi ash-Shawab.

Penulis adalah Sekjen Andalusia Islamic Centre, Sentul City dan Dosen STEI Tazkia Bogor

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rasa Bahagia, Jika Bisa Membahagiakan Istri
Tulisan selanjutnya Saat Jamaah Tabligh “Rukun” dengan Salafi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berita
18 Juli 2026 09:49
Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Terbaru

  • Belanda Resmi Larang Impor dari Permukiman Ilegal ‘Israel’ Mulai September
  • MUI: KUII VIII Jadi Forum Dialog Umat dan Negara, Bahas Hukuman Mati Koruptor hingga Tata Kelola Tambang
  • ‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid
  • MUI Akan Surati Presiden dan Kapolri Terkait Penangkapan Warga Negara Palestina
  • MUI Bersama 87 Organisasi Islam Sudah Siap Gelar KUII ke-VIII, Bahas Berbagai Isu Nasional dan Global
  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelTsaqafah

Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (1)

5 Januari 2023 13:30
Tsaqafah

Ijtihad sebagai Solusi Persoalan Umat

29 Desember 2022 19:00
Tsaqafah

Bahaya Sekularisasi dan Sekularisme

26 Desember 2022 13:45
Tsaqafah

Loss of Adab, Kebingungan Ilmu dan Pemimpin Palsu

18 Desember 2022 18:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?