Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

LSM Muslim Inggris Kecam Rencana Pelucutan Kewarganegaraan Tersangka kasus Terorisme

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 Mei 2014 11:23 11:23 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Mei 2014 11:23
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–The Muslim Public Affairs Committee (MPAC) atau Komite Urusan Publik Muslim, sebuah LSM di Inggris mengecam Menteri Dalam Negeri Inggris Theresa May atas rencananya  memperkenalkan langkah-langkah baru yang akan memungkinkan negara Inggris melucuti kewarganegaraan warganegaranya yang dianggap sebagai ancaman bagi negara, rilis World Bulletin baru-baru ini.

Langkah-langkah yang dapat berpotensi membuat mereka yang telah dihilangkan kewarganegaraannya  menjadi tidak mempunyai negara, dikecam  MPAC sebagai ‘sepenuhnya kejam’ dan ‘pelanggaran hak asasi manusia’ , dan MPAC menyatakan itu harus ditentang.

Khawatir langkah-langkah itu bisa menjadikan kewarganegaraan sebagai hak istimewa, MPAC mendorong kaum Muslim Inggris untuk menulis kepada anggota parlemen Inggris agar mengambil tindakan.

“Dari tahun ke tahun, terus menerus nampak kecenderungan, pemerintah kita telah mencari cara-cara baru untuk mencegah pengawasan terbuka dan menyembunyikan tuntutan dan kritik masyarakat, serta akuntabilitas keputusan-keputusan dan para pengambil keputusan-keputusan itu,” ujar MPAC.

Dengan mengacu pada kasus Hilal al-Jedda, pria kelahiran Iraq yang  kewarganegaraannya telah dilucuti – meskipun disahkan oleh Mahkamah Agung – yang dikatakan itu sebagai tindakan ilegal yang membuatnya tidak mempunyai negara, ujar MPAC.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

MPAC juga mengegaskan bahwa RUU itu akan langsung bertentangan dengan Pasal 15 dari Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, yang menyatakan bahwa ‘setiap orang memiliki hak untuk mempunyai kewarganegaraan’ dan ‘tidak seorangpun boleh dengan sewenang-wenang mencabut kewarganegaraan seseorang’.

“Tidak ada keadilan dan akuntabilitas dalam RUU ini  karena sifatnya rahasia. Ini politisasi hak-hak dasar sipil kami dan RUU ini menciptakan sistem kewarganegaraan kelas dua di Inggris, ” demikian isi pernyataan dari LSM itu.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:muslim inggristerorisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya AILA undang Ormas Islam Ikuti Training Kelas Feminisme dan Kesetaraan Gender
Tulisan selanjutnya Nama Mubarak Harus Dihapus dari Fasilitas Publik Mesir

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Berita
20 Juli 2026 17:00
Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?