Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Swedia Selidiki Adopsi Ilegal Ribuan Anak Asing Sejak 1950-an

Ama Farah
Terakhir diupdate: 28 Oktober 2021 11:31 11:31 am
Ama Farah
Dipublikasikan 28 Oktober 2021 11:31
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Swedia akan meluncurkan penyelidikan resmi atas adopsi ribuan anak asing sejak 1950-an.

Penyelidikan itu akan melihat kemungkinan prosedur “tidak tertib” yang menyebabkan anak-anak diambil secara ilegal dari keluarga mereka di luar negeri.

Penyelidik akan fokus pada adopsi anak-anak yang dilahirkan di China dan Chili, kata Menteri Sosial Lena Hallengren.

“Titik awal adopsi internasional adalah kepentingan terbaik dan hak-hak anak,” 

katanya kepada para reporter seperti dilansir Euronews Rabu (27/10/2021)

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Swedia harus menjamin sebisa mungkin bahwa setiap pengangkatan anak dilakukan secara sah dan beretika dan bahwa kepentingan terbaik bagi anak dan kepastian hukum dijamin dalam setiap bagian dari proses adopsi.”

Sekitar 60.000 anak telah diberikan kepada orang tua angkat di Swedia sejak Perang Dunia II. Sebagian besar anak-anak tersebut berasal dari Korea Selatan, India, Kolombia, dan Sri Lanka.

Media Swedia mengangkat keprihatinan  anak-anak dicuri dan ditempatkan secara paksa untuk diadopsi tanpa persetujuan atau sepengetahuan orang tua kandung mereka.

Di Chile, hakim khusus Mario Carroza – yang menyelidiki kasus penculikan anak sejak 2018 – mengatakan bahwa setidaknya 2.021 bayi diadopsi di Swedia antara tahun 1971 dan 1992.

Selama era kediktatoran di negara itu, ibu-ibu dari kalangan miskin sering diperdayai sehingga mengira anak-anak mereka sakit atau lahir dalam kondisi tak bernyawa, kata Carroza.

Sementara itu, China muncul sebagai salah satu negara dengan jumlah adopsi terbesar di dunia, karena kebijakan pemerintah membatasi jumlah anak yang bisa dimiliki oleh pasangan suami-istri.

Keinginan keluarga untuk memiliki anak laki-laki telah memicu perdagangan besar-besaran anak perempuan yang ditelantarkan saat lahir.

Pemerintah Swedia telah menunjuk pengacara Anna Singer – seorang profesor hukum perdata dan keluarga di Universitas Uppsala – untuk memimpin penyelidikan.

Temuan akhir Singer akan diserahkan pada November 2023.

“Pelajaran yang dipetik akan memberikan panduan untuk pengembangan di masa depan kegiatan adopsi internasional Swedia,” kata kementerian dalam sebuah pernyataan.

Pada bulan Februari, pemerintah Belanda menangguhkan adopsi dari luar negeri setelah sebuah laporan mengatakan pemerintah tidak menanggapi tuduhan penyimpangan dalam sistem.

Tahun lalu, pihak berwenang Swiss meminta maaf karena gagal mencegah adopsi ilegal anak-anak dari Sri Lanka pada era 1990-an.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:adopsiilegalswedia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya muhammadiyah covid-19 berpuasa Peringati Sumpah Pemuda, Haedar Nashir: Hindari Benih Perpecahan
Tulisan selanjutnya pantangan pemuda Pantangan Bagi Pemuda

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?