Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

MUI Gelar Diskusi Tentang Ensiklopedia Seni dan Budaya Islam Indonesia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 Desember 2021 10:23 10:23 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 Desember 2021 10:23
Bagikan
budaya islam indonesia
Bagikan

Hidayatullah.com — Lembaga Seni Budaya Islam (LSBPI) Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan mengadakan Forum Group Discussion mengenai Ensiklopedia Seni dan Budaya Islam pada Rabu (22/12/2021).

Kordinator FGD, Dr. Aguk Irawan mengatakan, terkait masuknya Islam di Indonesia banyak sekali teori, baik kurun waktu maupun dari bangsa mana yang mula-mula berdakwah ke Nusantara. Akan tetapi, Aguk Irawan mengungkapkan, para sejarawan menyepakati bahwa cara menyebarkan dakwah ke Nusantara melalui pendekatan kultural, bukan dengan cara ekspansi.

Aguk mengatakan wajah Islam Nusantara benar-benar unik dan memiliki ciri khas yang berbeda dengan bangsa-bangsa lain yang lebih dulu memeluk Islam.

“Berkah keunikan tersebut, Nusantara (Indonesia) mendapatkan kekayaan khazanah yang luar biasa melimpah, terutama terkait dengan dunia seni dan kebudayaan,” ujarnya, Selasa (21/12), lansir MUI.or.id.

Dalam buku tersebut menerangkan, salah satu jejaknya dalam bidang seni arsitektur adalah berupa bangunan masjid, bangunan makam dan rumah adat. Seperti Masjid Menara Kudus yang diwarnai arsitektur lokal (kepala sapi), bangunan Masjid Ampel Denta, dan Demak yang menggunakan Joglo.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Aguk Irawan mengungkapkan, selain seni arsitektur yang bagian dari seni rupa, khazanah yang banyak ditemukan pada seni musik dan peran, seperti aneka jenis hadrah (shalawat), seperti shalat jawi emprak, teater stamboel. Aneka jenis tari-tarian pun ada seperti tari Saman, dan lain sebagainya, juga yang sangat menonjol adalah seni sastra.

Menurutnya, wajah “Seni Islam”  dan budaya Islam Indonesia yang biasa dikenal sekarang ini, jika dilacak, banyak yang berasal dari abad ke-14 M hingga abad ke-19 M dan tersebar di beberapa kerajaan Islam di Nusantara.

Dia menuturkan, khusus sastra Islam, jejaknya mula-mula ditemukan adalah “Hikayat Raja-Raja Pasai” yang naskah aslinya ditulis menggunakan huruf jawi sesuai dengan perkembangan bahasa Melayu Kuno saat masa Kerajaan Sriwijaya di Sumatera. Kemudian, lanjutnya, naskahnya diubah ke dalam bahasa Melayu Klasik di Kerajaan Samudera Pasai.

“Bidang sastra ini berkembang pula di kerajaan Malaka, sebelum diambil alih oleh Portugis tahun 1511 M. Kemudian karena penduduk Portugis tersebut pusat sastra pindah ke Kerajaan Aceh Darussalam, yang mencapai puncaknya pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda dan Iskandar Thani abad ke-17,”ungkapnya.

Aguk Irawan menjelaskan, awal penerimaan kesusateraan Islam oleh masyarakat ditandai dengan pemahaman mengenai pokok-pokok ajaran Islam, yaitu Al-Quran dan Hadist, serta hukum-hukum Islam (Syariah).

Ia menambahkan, indikator keberhasilan dalam penerimaan sastra Islam dijelaskan dalam Hikayat Raja-raja Pasai dan Sejarah Melayu.

Ia mengungkapkan, para sastrawan Islam dalam penyebaran ajaran Islam pada masyarakat yang baru terlepas dari kekuasaan kerajaan Hindu sangatlah besar.

“Para sastrawan tersebut menulis dan menyebarkan kisah-kisah Nabi Muhammad SAW, para sahabat, wali, dan tokoh-tokoh Islam yang kisahnya dapat menbuat masyarakat semakin paham akan ajaran Islam,”paparnya.

Melalui karya-karya tersebut, kata Aguk Irawan, dapat dikatakan bahwa para sastrawanlah yang menjadi garda terdepan dalam penyebaran ajaran Islam di wilayah yang masih kental dengan kebudayaan hasil ajaran Hindu.

Ia pun memberikan contoh syair yang menceritakan kisah kehidupan dan perjuangan Nabi Muhammad SAW yang sangat terkenal untuk menyenatkan ajaran Islam di Indonesia antara lain Kasidah Burdah dan Kasidah Barjanji.

Ia menjelaskan, kedua syair tersebut akan dinyanyikan pada setiap perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Ia juga menyebut beberapa sastrawan Islam di Indonesia yang terkenal melalui karyanya, di antaranya Al-Jauhari, Hamzah Fansuri, Syamsuddin Al-Samatrani, Nuruddin Al-Raniri, Syeikh Kuala, Abdul Rauf Al-Singkili dan masih nanyak lagi.

Selain itu, kata dia, karya sastra yang dibuat menggunakan bahasa Arab dan bahasa Melayu yang menggunakan huruf Jawi.

“Untuk mengumpulkan khazanah (piranti) wajah seni Islam di Indonesia, salah satu pedoman primernya adalah kita merujuk pada buku Panduan Seni Islami yang ditulis dan diterbitkan oleh lembaga kita sendiri (LSBPI) MUI,” pungkasnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:budaya Islamkhazanah IslamMajelis Ulama Indonesia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya instagram filter Bagaimana Filter Snapchat dan Instagram Menghancurkan Kepercayaan Diri Kita
Tulisan selanjutnya Kerjasama dengan Saudi, Kemenag Rencanakan Gelar Konferensi Internasional Moderasi Beragama

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Berita
18 Juli 2026 10:26
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?