Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Rektor UMY Sebut Perlindungan Perempuan dan Anak Sudah Jadi Konsen Muhammadiyah Sejak Awal Berdiri

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 Januari 2022 11:28 11:28 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 Januari 2022 11:28
Bagikan
perempuan muhammadiyah
Bagikan

Hidayatullah.com — Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Gunawan Budiyanto menyebut perlindungan perempuan dan anak sudah menjadi perhatian Muhammadiyah sejak awal berdiri.

Gunawan memberikan contoh dalam sejarah yang mendukung klaimnya tersebut. “Misalnya pengajian perempuan Sopo Tresno pada 1914 yang kelak berubah menjadi organisasi ‘Aisyiyah, hingga peran kadernya Siti Mundjiyah pada Kongres Perempuan pertama di Solo tahun 1928,” ungkapnya.

Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, dilansir Muhammadiyah.or.id, umumnya terkait erat oleh tirani kuasa antara yang kuat kepada yang lemah. Peristilahan ‘kelompok kuat’ bisa merujuk kepada jenis kelamin, kedudukan, kelebihan fisik, hingga sistem sosial.

Gunawan menyebut ragam kekerasan itu bisa dalam bentuk kekerasan seksual, perdagangan manusia, pelacuran terselubung, tenaga kerja di bawah umur dan lain sebagainya.

Dalam forum webinar bertajuk “Negara dan Peran Muhammadiyah dalam Upaya Perlindungan Terhadap Perempuan dan Anak” oleh Pusat Studi Muhammadiyah UMY, Selasa (25/1), Gunawan mengapresiasi fokus negara yang kian besar terhadap penanganan isu tersebut.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Muhammadiyah sendiri menurut Gunawan telah memberikan porsi yang besar kepada kaum perempuan dan anak-anak untuk terhindar dari berbagai macam produk tirani kekuasaan di atas.

Di samping perhatian terhadap perempuan, perhatian terhadap anak misalnya ditampilkan Muhammadiyah lewat pendirian TK ABA (‘Aisyiyah Busthanul Athfal) yang kini menjadi TK pertama dan tertua di Indonesia sejak 1919.

Muhammadiyah juga mendirikan pandu Hizbul Wathan untuk para remaja yang berdiri lebih awal tepatnya pada tahun 1918.

“Ini sebagai bukti bahwa Muhammadiyah memberikan porsi yang cukup kepada perempuan untuk memberdayakan dirinya. Artinya tidak menempatkan perempuan sebagai segala-galanya tapi pada tempat posisi yang strategis sesuai dengan kemampuannya sehingga mengapa ‘Aisyiyah berkembang sama hebatnya dengan Muhammadiyah,” ucap Gunawan.

Bukti kesetaraan perempuan dan laki-laki di Muhammadiyah menurutnya terlihat dalam berbagai dakwah Persyarikatan Muhammadiyah di tingkat daerah. Di tingkat itu, eksistensi dakwah Persyarikatan menurutnya justru banyak ditopang oleh peran perempuan ‘Aisyiyah.

Terkait isu perempuan dan anak, Muhammadiyah disebut Gunawan telah bergerak sejak tahun 1951 dengan menginisiasi berdirinya BKIA atau Balai Kesehatan Ibu dan Anak yang kelak menjadi cikal bakal bagi berdirinya rumah sakit ‘Aisyiyah.

Dari peran kebangsaan yang telah berjalan satu abad itu, Gunawan menilai komitmen Persyarikatan Muhammadiyah tetap sama dari awal berdiri hingga saat ini. Dirinya berharap isu terkait kekerasan perempuan dan anak kian mendapatkan perhatian pemerintah lewat penyempurnaan pasal-pasal Rancangan Undang-undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS).

“Muhammadiyah tetap konsen mencegah kemunkaran dalam bentuk tindak-tindak asusila. Kekerasan seksual pada perempuan dan anak hanyalah bagian kecil dari konsen Muhammadiyah untuk memberantas tindakan-tindakan asusila. Muhammadiyah selalu mencoba tidak memberikan toleransi pada berbagai penyimpangan perilaku walaupun itu dilakukan tanpa paksaan atau suka sama suka,” pungkasnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Muhammadiyahperlindungan anakUniversitas Muhammadiyah Yogyakarta
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hasil Multaqa Duat, MUI Keluarkan Sembilan Rekomendasi Ini
Tulisan selanjutnya Milad Ke-33, LPPOM MUI Sampaikan Komitmen Tingkatkan Kualitas agar Umat Tentram Konsumsi Produk Halal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?