Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Saling Bersaudara, Ciri Masyarakat Madani

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 Maret 2022 11:00 11:00 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 Maret 2022 11:10
Bagikan
Kota Madinah
Bagikan

Hidayatullah.com | Masyarakat Madani, adalah ciri masyarakat dambaan banyak orang. Masyarakat Madani mengingatkan kita pada perjuangan Rasulullah menegakkan Islam.

Di saat ruang gerak dakwah Rasulullah di Makkah terasa semakin sempit, beliau kemudian berupaya mencari potensi kekuatan yang dapat melindungi kaum Muslimin. Beliau mencari basis teritorial yang dapat melindungi kaum Muslimin.

Akhirnya Rasulullah ﷺ berhasil mendapatkan dukungan dari orang-orang Suku Aus dan Khazraj dari Yatsrib (Madinah). Madinah sebagai pusat perkembangan Islam ke seluruh penjuru bumi, berdiri tegak ditopang dengan pilar-pilar sendi kehidupan.

Hal pertama yang dilakukan Nabi Muhammad kala saat tiba di Madinah kala itu adalah membangun masjid. Tepat di tempat menderumnya unta itulah beliau memerintahkan untuk membangun masjid.

Beliau membeli tanah tersebut milik dua anak yatim yang diasuh dan menjadi tanggungjawab As’ad bin Zurarah. Beliau terjun langsung dalam pembangunan masjid, memindahkan bata dan bebatuan.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Tujuan utama pembangunan masjid ialah memperkokoh hubungan umat Islam dengan Allah SWT (hablum minallah). Karena, pilar utama bagi tegaknya masyarakat religius adalah pemeliharaan iman dan takwa.

Yusuf Al-Qaradhawi menyatakan, fungsi masjid pada masa itu sebagai pusat bimbingan dan perbaikan umat; tempat berkumpul untuk ibadah dan belajar pengetahuan; tempat pendidikan; ajang saling mengenal, dan tempat bermusyawarah.

Dengan begitu terwujud baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

وَلَوۡ اَنَّ اَهۡلَ الۡقُرٰٓى اٰمَنُوۡا وَاتَّقَوۡا لَـفَتَحۡنَا عَلَيۡهِمۡ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَالۡاَرۡضِ وَلٰـكِنۡ كَذَّبُوۡا فَاَخَذۡنٰهُمۡ بِمَا كَانُوۡا يَكۡسِبُوۡنَ

Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan. (QS: Al-A’raf [7]: 96).

Kedua, mempersaudarakan Kaum Muhajirin dan Anshar. Disamping membangun masjid sebagai tempat mempersatukan umat Islam, Rasulullah ﷺ melakukan langkah untuk mempersaudarakan antara orang-orang Muhajirin dan Anshar di rumah Anas bin Malik.

Rasulullah ﷺ mempersudarakan sembilan puluh orang dari Muhajirin dan Anshar. Dengan tujuan untuk saling tolong menolong, saling mewarisi harta jika ada yang meninggal dunia di samping kerabatnya.

Mengenai warisan ini berlaku hingga Perang Badar setelah turun Surat Al-Anfal ayat 75. Maka hak waris mewarisi menjadi gugur, tetapi ikatan persaudaraan tetap berlaku.

Dalam pertautan persaudaraan ini terdapat kisah yang masyhur dari Abdurrahman bin Auf yang dipersaudarakan dengan Sa’d bin Ar-Rabi. Sa’d berkata kepada Abdurrahman, “Sesungguhnya aku adalah orang yang paling banyak harta di kalangan Anshar. Ambillah separoh hartaku itu menjadi dua. Aku juga mempunyai dua istri. Lihatlah mana yang engkau pilih, agar aku bisa menceraikannya. Jika masa iddahnya sudah habis maka nikahilah.”

Abdurrahman berkata, “Semoga Allah memberkahi bagimu dalam keluargamu dan hartamu. Lebih baik tunjukkan saja mana pasar kalian.”

Maka ditunjukkanlah pasar Bani Qainuqa. Tak lama kemudian ia sudah mendapatkan sejumlah samin dan keju. Jika pagi hari ia sudah pergi untuk berdagang, hingga suatu hari ia bertemu Rasulullah ﷺ dengan wajah agak pucat.

Kemudian Rasulullah bertanya, “Bagaimana keadaanmu. “Aku sudah menikah.” Jawab Abdurrahman. “Berapa mas kawin yang engkau serahkan kepada istrimu?” Ia menjawab “Beberapa keping emas.”

Persaudaraan, soliditas, persatuan dan kesatuan ini merupakan asas tegaknya tatanan masyarakat. Kaum Muslimin melandasinya atas dasar keimanan, sehingga menjadi kekuatan yang kokoh.

إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا۟ بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.”  (QS: Al-Hujurat [49]: 10).

Pertautan persaudaraan sebagai langkah yang sangat tepat, karena dapat menyelesaikan berbagai problematika kehidupan.

Ketiga, piagam Madinah. Setelah mempersaudarakan orang-orang mukmin, tidak lama setelah itu Rasul ﷺ mengikat dengan sebuah perjanjian (Piagam Madinah) antara kaum Muhajirin dan Anshar dengan kaum Yahudi sehingga dapat menyingkirkan belenggu fanatisme kekabilahan.

Piagam Madinah dikenal sebagai konstitusi pertama yang tertulis secara resmi dalam perjalanan sejarah umat manusia.

Keempat, membangun pasar (penumbuhan perekonomian). Pada saat itu, pasar Nabi ﷺ ini disebut Baqi Al-Khail (Pasar Baqi), di sampingnya kuburan Baqi Al-Gharqad.

Lokasinya berada di pinggir Kota Madinah memudahkan pada pedagang menyuplai barang tanpa harus melewati jalan-jalan Kota Madinah dan mengganggu aktivitas warga. Pasar di area terbuka ini memiliki panjang 500 meter dan lebar 100 meter.

Berbagai barang yang disuplai ke pasar tidak hanya makanan, tetapi juga bahan dapur, kain, minyak wangi, peralatan perang, dan berbagai macam komoditas dipasok ke Pasar Baqi.

Nabi ﷺ menerapkan kebijakan di Pasar Baqi dalam membangun ekonomi umat, di antaranya tidak mengizinkan seseorang membuat tempat khusus di pasar, dan membebaskan pedagang dari pajak dan upeti.

Jika nilai-nilai pilar-pilar pembangunan masyarakat madani ini dapat diinternalisasikan dan diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara maka dapat mengantarkan kepada baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

Pengertian Masyarakat Madani

Dalam bahasa Arab kata madaniyah  digunakan untuk menyebut ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan di Madinah atau diturunkan setelah Nabi Muhammad ﷺ hijrah ke Yatsrib  kemudia namanya diganti Madinah al-Munawarah (Kota yang bercahaya). Madani sendiri berasal dari akar dana-yadinu, aryinya patuh pada norma, nilai/ aturan yang berlaku, aturan khusus agama (din).

Secara bahasa, istilah madani berkaitan dengan hak-hak sipil; berhubungan dengan perkotaan; menjunjung tinggi nilai, norma, hukum yang ditopang oleh penguasaan iman, sains, dan teknologi yang berperadaban.

Istilah masyarakat madani pertama kali dimunculkan Anwar Ibrahim, saat menjadi wakil perdana menteri Malaysia. Dimaksudkan  untuk menyebut civil society atau ”masyarakat yang berperadaban”.

Dalam konteks Islam, masyarakat madani adalah masyarakat yang patuh pada aturan din, yaitu Islam, di bawah kepemimpinan langsung Nabi Muhammad ﷺ.*/ H. Imam Nur Suharno, Pengurus Korps Mubaligh Husnul Khotimah, Kuningan, Jawa Barat

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Kota Madinahmadinahmasyarakat Madani
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PM Jamaika ke Pangeran William: Negeri Kami Ingin Independen
Tulisan selanjutnya Tanpa Acara Kajian Asatidz, Muslim Life Fair Tetap Digelar Hadirkan UMKM Produk Halal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman

Berita
25 Juni 2026 17:32
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan
Khutbah Jumat: Tauhid, Fondasi Peradaban yang Tak Pernah Runtuh
Italia Geram Sekjen NATO Ungkap Perannya Bantu Amerika dalam Perang Iran

Terbaru

  • MUI Siapkan Naskah Akademik dan RUU Pidana LGBT, Akan Didorong Masuk Prolegnas
  • Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober
  • Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
  • Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman
  • Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
  • Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran
  • Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan
  • Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya
  • Italia Geram Sekjen NATO Ungkap Perannya Bantu Amerika dalam Perang Iran
  • Seorang Pemimpin ISIS Terbunuh Dalam Serangan Amerika di Suriah

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?