Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Jalan Lambat, Tiba Telat, Penumpang Bus Setia Bhakti Lewati 4 Waktu Shalat

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 9 Juni 2014 19:46 7:46 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 9 Juni 2014 19:46
Bagikan
Bus Setia Bhakti jurusan Surabaya-Jakarta saat singgah di Batang, Jateng
Bagikan

Hidayatullah.com– Para penumpang bus Setia Bhakti jurusan Surabaya-Jakarta mengeluhkan pelayanan armada angkutan umum tersebut. Bus tersebut dinilai berjalan terlalu lambat dan kebanyakan berhenti.

Bus bernomor polisi B7592BK ini memulai perjalanannya dari Terminal Purabaya, Sidoarjo, Jawa Timur (atau dikenal Terminal Bungurasih Surabaya) pada Ahad (08/06/2014), sekitar pukul 16.54 WIB dalam catatan hidayatullah.com jadwal di tiketnya pukul 17.00 WIB.

Bus baru tiba di Terminal Pulo Gadung, Jakarta pada Senin (9/6/2014) sekitar pukul 14.06 WIB. Padahal, semestinya bus berwarna putih kombinasi merah muda tersebut tiba pada Senin pagi.

Abdus Syakur, wartawan hidayatullah.com yang juga penumpang Setia Bhakti, mengaku kecewa dengan pelayanan bus tersebut. Biasanya, aku dia, dalam perjalanan bus malam antar kota antar provinsi (AKAP) di Pulau Jawa, palingan melewati 3 waktu shalat.

Namun, kali ini dia terpaksa melewati 4 waktu shalat di atas bus, yaitu Maghrib, Isya’, Shubuh, dan Zhuhur. “Maghrib-Isya tentu saya jamak. Shubuh seperti biasa. Dan juga mau nggak mau saya jamak takhir shalat Zhuhur-Ashar. Soalnya udah lelah banget,” ujarnya begitu tiba di Pulo Gadung.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Keluhan senada disampaikan penumpang lainnya, Doni, 22 tahun. Dia merasa dirugikan karena banyak melewati waktu Shalat.

“Kalau dalam perjalanan tuh (disebut) musafir. Ya rugilah kita (banyak waktu terbuang di atas bus. Red),” ujar pria ini.

Saat media ini hendak melihat angka kecepatan bus, ternyata speedometer di dashboard-nya ditutupi stiker logo sebuah klub sepakbola Italia.

Berhenti 6 Kali, Supir Merokok

Hidayatullah.com mencatat, sejak meninggalkan Bungurasih, bus Setia Bhakti setidaknya berhenti cukup lama sebanyak 6 kali. Yaitu di agen bus tak jauh dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, di Gresik (Jatim), Kudus, Batang (Jateng), Cirebon, dan Indramayu (Jabar).

“Berhentinya sekitar 15-35 menitan. Biasanya palingan bus berhenti 2 kali,” imbuh Syakur.

Ia merasa dirinya terkecoh. Tiket bus tersebut dibelinya melalui petugas penjualan di loket Setia Bhakti di Terminal Purabaya pada Sabtu (7/6/2014) siang seharga Rp 235 ribu. Dani, penjual tiket berseragam kuning muda tersebut menjanjikan bahwa bus yang akan dinaikinya adalah kelas eksekutif, ber-AC, toilet, dan dapat makan.

“Tibanya (Senin) pagi di Jakarta,” janji Dani seperti ditirukan Syakur.

Namun, Ahad sore itu, saat diantar Dani ke bus Setia Bhakti, rupanya bus yang dimaksud beda jauh dari yang dijanjikan.

“Katanya eksekutif, tapi tampilannya aja tampak mengenaskan. Lampu depan kirinya dilapisi lakban yang dicat menyerupai warna bodi aslinya. Terus kaca depannya retak di sebelah kiri,” ungkapnya.

Namun, karena merasa sudah begitu lelah, Syakur memilih ikut saja di bus tersebut. Sebelum berangkat dia berpikir positif bahwa bus tersebut akan baik-baik saja.

“Meski pada kenyataannya, kami para penumpang merasa dirugikan. Wong jalannya pelan amat. AC-nya juga nggak dingin, hampir nggak ngaruh,” keluhnya.

Dani kepada Syakur mengaku, dirinya tak hanya menjual tiket bus Setia Bhakti, tapi juga bus-bus yang lain.

Sementara Doni mengeluhkan, “Nyetirnya jangan terlalu santai. Kalau sampai harus tepat waktu, jangan membuat kecewa penumpang. Kan saya seharusnya masuk kerja saya jam 2 siang,” ujar karyawan sebuah minimarket di Pondok Gede, Jakarta Timur ini, yang mengaku membeli tiket seharga Rp 225 ribu.

Sambil menyetir, supir bus Setia Bhakti merokok di depan stiker larangan merokok
Sambil menyetir, supir bus Setia Bhakti merokok di depan stiker larangan merokok

Pantauan media ini, para penumpang lainnya mengekspresikan keluhan serupa. Mulai yang mengomel sampai pindah ke angkutan lain. Bahkan saat di Cirebon, dua orang penumpang yang hendak turun sempat bersitegang dengan supir karena telatnya perjalanan.

Yang membuat Syakur tambah mengeluh, dua orang supir busnya merokok saat menyetir. Padahal di belakang supir itu terdapat stiker larangan merokok.

“No smoking, dilarang merokok di ruangan ini,” demikian tulisan berhuruf kapital pada stiker itu.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:JakartaSurabaya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Diet Kaya Likopen Kurangi Risiko Kanker Ginjal
Tulisan selanjutnya Imam Abu Hanifah Menawar dengan Harga Lebih Tinggi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Berita
4 Juni 2026 11:00
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?