Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Banyak Rumah Sakit Jerman Dilengkapi Kapel Kristen, Kini Sinagoge dan Menu Kosher Yahudi pun Ada

Ama Farah
Terakhir diupdate: 30 Mei 2022 07:37 7:37 am
Ama Farah
Dipublikasikan 30 Mei 2022 07:37
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Banyak rumah sakit di Jerman memiliki tempat ibadah kapel untuk penganut Kristen, atau “ruang sunyi” untuk memberikan pasiennya waktu untuk berdoa. Sebuah klinik di Thuringia kini telah membuka sinagogenya sendiri.

Tidak hanya itu, pihak rumah sakit juga memperluas dapur dan menunya untuk menyediakan perawatan kosher bagi pasien di bawah pengawasan para rabi Yahudi.

Bangunan rumah sakit pun dilengkapi “Shabbat elevator” yang berjalan sepenuhnya secara otomatis pada hari-hari libur keagamaan Yahudi, dan dengan demikian dapat digunakan oleh pasien Yahudi yang religius, lansir DW (20/5/2022).

Inisiatif baru ini tergolong unik di Jerman. Rumah sakit Waldkliniken Eisenberg meresmikan ruang peribadatan sinagoge itu pada hari Ahad 22 Mei 2022.

Daftar undangan peresmian tercantum nama rabi Yahudi Ortodoks Yitzhak Ehrenberg dari Berlin menunjukkan “tidak biasanya” acara itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Di dalam daftar itu juga ada nama kepala pemerintahan wilayah negara bagian Thuringia Bodo Ramelow, bekas presiden Central Council of Jews in Germany Charlotte Knobloch, serta rabi wilayah negara bagian Thuringia Rabbi Andreas Nachama berikut rabi-rabi lainnya. Mereka semua akan menyentuh mezuzah, kapsul kitab suci tradisional di pintu masuk sinagoge sebagai tanda peresmian.

Rabi Ehrenberg menyebut rencana pembuatan sinagoge itu “unik, sangat, sangat indah dan positif.” Dalam acara peresmian dia sendiri yang membawa gulungan Torah berusia 80 tahun ke ruang ibadah yang terletak di lantai dua itu, sambil merapalkan doa-doa. “Torah ark” yang membungkus gulungan yang dianggap suci itu dibuat secara khusus di Israel, dan dihias dengan ukiran yang didedikasikan untuk mengenang para korban Shoah.

Perabotan untuk ruangan dengan 16 kursi itu juga berasal dari Israel, dari pemukiman Yahudi kibbutz yang telah membuat furnitur untuk lebih dari 5.000 sinagog di Israel dan di seluruh dunia. Menurut pihak rumah sakit, semua ini dibiayai oleh asosiasi sponsornya, sumbangan pribadi, dan dana dari undian lotere negara.

Jika diperlukan, di masa mendatang juga akan ada kebaktian dan doa di bangsal, tidak hanya pada hari Sabat, Ehrenberg menjelaskan.  Rabi kelahiran Yerusalem tahun 1950 itu mengatakan bahwa dia telah terlibat dalam proyek dapur kosher sejak awal. Sebuah “dapur kosher yang layak” sangat penting bagi pasien Yahudi, katanya.

Ada bisnis di balik Sinagoge

Proyek ini tidak diprakarsai oleh lembaga pemerintah mana pun, juga tidak dimaksudkan sebagai bagian dari perayaan 1.700 tahun kehidupan Yahudi di Jerman tahun ini. Rumah sakit tersebut konon sudah memiliki ruang ibadah untuk semua agama dan denominasi.

Penggagasnya, pria berusia 53 tahun bernama Thies, mengatakan kepada DW babwa dia melihat tidak ada klinik atau rumah sakit di Eropa yang menawarkan masakan kosher bagi pasiennya. Dia lantas memperluas idenya itu dengan memasukkan sinagoge.

“Komunitas Yahudi di Thuringia sangat senang,” kata Thies, dan komunitas Yahudi menghubungkannya dengan orang-orang yang dapat membantu proyek tersebut.

Thies kemudian bertemu Charlotte Knobloch secara kebetulan selama pelatihan sebagai perawat di Munich, dan berbicara dengannya tentang harapan pasien-pasien Yahudi.  “Saya tidak menyangka sama sekali,” kenangnya tentang hari itu. “Pertemuan itu lebih merupakan pengalaman pribadi, yang melekat dalam ingatan saya.”

Rumah sakit berkapasitas 254 tempat tidur itu kini juga merupakan German Center for Orthopedics. Pusat pengobatan ortopedi itu ditempatkan di bangunan yang dirancang oleh arsitek dan designer Italia Matteo Thun. Bangunannya tampak lebih mirip hotel dibanding klinik.

Sepekan setelah peresmian sinagoge itu, Knobloch, Thies, dan rabi-rabi Yahudi akan bertemu lagi.

Pada pertemuan itu mereka akan menggelar pertemuan dengan European Conference of Rabbis (CER), dengan ratusan rabi Ortodoks, yang berkumpul di Munich. Ehrenberg adalah anggota dari komite tetap konferensi itu.

Selama pertemuan CER itu, Thies akan mempresentasikan sinagoge baru dan dapur kosher yang ada kliniknya.

Ehrenberg, lebih terang-terangan dibandingkan Thies, melihat ada pasar yang sangat potensial di sana.

“Ini bisa mendatangkan keuntungan bagi rumah sakit jika Anda mengiklankannya secara tepat. Ya, bahkan bisa dikenal di luar Jerman,” imbuhnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Jermankapel kristenklinikKosherrabi Yahudirumah sakitSinagogeThuringiaTorah ark
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Puluhan Politisi Ennahda Tunisia Dilarang Bepergian
Tulisan selanjutnya homoseksual Lesbian Gay Inggris Semakin Banyak, Kini Jumlah Lesbian dan Gay di Inggris Capai 1,7 juta

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?