Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Puluhan Politisi Ennahda Tunisia Dilarang Bepergian

Ama Farah
Terakhir diupdate: 30 Mei 2022 06:41 6:41 am
Ama Farah
Dipublikasikan 30 Mei 2022 06:41
Bagikan
Rachid Ganouchi dan Souad Abderrahim.
Bagikan

Hidayatullah.com– Pengadilan di Tunisia mengeluarkan larangan bepergian atas 34 orang, termasuk pimpinan partai Islam moderat Ennahda, dengan alasan diduga terlibat dalam layanan keamanan paralel yang diberlakukan setelah revolusi Tunisia 2011.

Pimpinan Rnnahda Rachid Ghannouchi dan 33 lainnya telah menjadi sasaran dalam penyelidikan atas dugaan layanan tersebut, yang dijuluki “aparat rahasia”, yang dituding oleh sebagian pihak terlibat kasus pembunuhan dua militan sayap kiri yang masih belum terpecahkan.

Jubir pengadilan di Ariana, Fatma Bougottaya, hari Jumat malam (28/5/2022) mengatakan bahwa para tersangka memperoleh akses secara ilegal ke informasi yang berkaitan dengan institusi-institusi negara dan diduga membagikannya dengan seseorang yang tidak memiliki alasan sah untuk memilikinya, tindakan yang bisa dikategorikan sebagai penyalahgunaan kekuasaan. 

Larangan bepergian itu dikeluarkan atas perintah Menteri Kehakiman Leila Jaffel, kata juru bicara pengadilan tersebut kepada Radio Mosaique seperti dilansir AFP.

Ghannouchi, yang saat ini juga menjabat sebagai ketua parlemen Tunisia – yang secara sepihak dibubarkan oleh Presiden Kais Saied – mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa “apa yang disebut sebagai aparat rahasia itu adalah karangan pra-fabrikasi” dan merupakan “pemalsuan fakta.” 

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dia mencela “operasi yang disengaja” yang dilakukan oleh pihak berwenang “dengan tujuan mengalihkan perhatian publik dari masalah nyata yang sebenarnya”, seperti krisis politik dan ekonomi dan masalah sosial di Tunisia.

Dia mengecam “tekanan berkelanjutan yang dilakukan oleh Presiden Saied” terhadap lembaga peradilan, yang dia perintahkan semaunya dengan alasan memburu korupsi.

Ghannouchi, penentang keras kebijakan-kebijakan Presiden Kais Saied, mengecam tindakan luar biasa dan kontroversial yang diambil Saie pada 25 Juli lalu berupa pembubaran parlemen sebagai “kudeta” yang tujuannya adalah untuk memulihkan kediktatoran di Tunisia.

Sebagaimana diketahui, setelah mengumumkan pembubaran parlemen, Saied memecat perdana menteri dan memberikan kepada dirinya sendiri kekuasaan untuk memerintah lewat dekrit — langkah yang diklaimnya diperlukan untuk “menyelamatkan negara dari bahaya yang akan segera terjadi” dan memerangi korupsi yang merajalela.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:EnnahdaKais Saiedkudetapartai IslamRachid Al-Ghannouchitunisia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hujan Deras di Brazil 35 Orang Tewas, Banjir seperti Tsunami dan Longsor
Tulisan selanjutnya Banyak Rumah Sakit Jerman Dilengkapi Kapel Kristen, Kini Sinagoge dan Menu Kosher Yahudi pun Ada

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Mojtaba Khamenei Janji akan Menuntut Balas Kematian Ayahnya
Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?