Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ratusan Diplomat Prancis Mogok Kerja

Ama Farah
Terakhir diupdate: 2 Juni 2022 18:37 6:37 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 2 Juni 2022 18:45
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Para diplomat Prancis, hari Kamis (2/6/2022), melakukan aksi mogok kerja untuk pertama kalinya kurun 20 tahun sebagai protes atas kurangnya pengakuan, sarana yang berkurang, serta reformasi yang digencarkan oleh Presiden Emmanuel Macron yang menurut mereka dapat merusak posisi Prancis di kancah global.

Dilansir Reuters, ratusan staf diplomatik di dalam dan luar negeri – termasuk beberapa duta besar – ambil bagian dalam aksi mogok, yang diprakarsai oleh pegawai muda di lingkungan Kementerian Luar Negeri Prancis. Banyak orang menunjukkan dukungan terhadap aksi mereka di media sosial dengan tagar #Diplo2metier (diplomat profesional).

“Upaya membela kepentingan Prancis dan melayani Prancis tidak mengalami peningkatan,” cuit Konjen Prancis di San Francisco di Twitter. “Tidak diragukan lagi kita perlu mereformasi dan memperkuat diplomasi kita, tetapi bukan menghapusnya,” kata diplomat berpengalaman 18 tahun itu.

Pemogokan datang pada saat yang buruk bagi Presiden Macron, yang terpilih kembali untuk periode kedua pada bulan April, yang berusaha memainkan peran utama dalam usaha Uni Eropa mengatasi masalah invasi Rusia ke Ukraina. Prancis memegang jabatan presiden bergilir Uni Eropa hingga akhir Juni.

Para diplomat memprotes reformasi sektor publik yang diprakarsai oleh Macron yang akan mengubah struktur karir diplomatik. Namun, mereka juga khawatir tentang pemotongan anggaran selama bertahun-tahun yang menyebabkan penurunan staf sekitar 20% sejak 2007.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kami lelah dalam menghadapi tekanan terus-menerus menghadapi kabar-kabar internasional dan Eropa, di mana kami selalu diminta untuk berbuat lebih banyak sementara kami hanya memiliki sarana yang lebih sedikit,” kata seorang diplomat senior di Paris.

Di masa lalu Macron menuduh bahwa diplomat terkadang bekerja melawan eksekutif, sementara di kalangan diplomat muncul perasaan bahwa kinerja mereka kurang dihargai.

“Diplomat Prancis mengabdikan jiwa dan raganya, tetapi jam kerja berlebihan, dibayar rendah, dan kekurangan staf,” cuit Dubes Prancis untuk Azerbaijan Zacharie Gross di Twitter.

Prancis memiliki jaringan diplomatik terbesar ketiga di dunia. Sekitar 1.800 diplomat dan sekitar 13.500 pejabat bekerja di kementerian luar negeri.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:diplomatDuta BesarEmmanuel Macronmogok kerjaPrancispresidenUni Eropa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gunung Everest Muslim Kisah Akke Rahman, Muslim Inggris Pertama yang Taklukkan Gunung Everest
Tulisan selanjutnya Mengaku Khawatir soal Kondisi Indonesia, Megawati: Kalau Aku Ndak Ada, Terus Piye Yo?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?