Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Anastesi pada Bayi Dapat Mengganggu Memori

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 10 Juni 2014 20:21 8:21 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 10 Juni 2014 20:21
Bagikan
Bagikan

ANESTESI umum pada seorang anak sebelum usia satu tahun dapat mengganggu memori di masa kanak-kanak, dan efeknya akan berlangsung seumur hidup, sebut satu studi, Senin (9/6/2014).

Ini adalah kesimpulan para ilmuwan yang membandingkan kemampuan ingatan dua kelompok anak. Satu kelompok menjalani anastesi pada masa bayi dan kelompok lainnya tidak.

Anak-anak, berusia 6 sampai 11, dibagi menjadi dua kelompok. Masing-masing kelompok 28 anak, yang diuji selama 10 bulan kemampuannya untuk mengingat gambar spesifik dan detail.

Anak-anak yang pernah dibius saat bayi rata-rata memiliki kekurangan sekitar 28 persen dalam mengingat dibanding teman-temannya. Juga mengalami 20 persen lebih rendah dalam tes ketika diminta mengingat detail pada gambar.

“Dalam tes kecerdasan atau perilaku, anak-anak tidak berbeda. Tetapi anak-anak yang pernah mendapatkan anastesi memiliki skor ingatan secara signifikan lebih rendah,” kata ringkasan tulisan yang dimuat di jurnal Neuropsychopharmacology, yang juga dipublikasikan Channel News Asia.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Mengingat berfungsi dalam memori otobiografi, kelas belajar, dan pemahaman bacaan.

“Dengan demikian, adanya sedikit defisit dalam ingatan merupakan konsekuensi langsung, yang juga mengurangi potensi anak dalam belajar dari waktu ke waktu. Penelitian yang akan datang akan dilakukan lebih teliti lagi,” kata tim peneliti dari University of California itu.

Dalam penelitian diketahui tidak ada perbedaan antara anak-anak yang pernah dibius sekali dengan yang beberapa kali.

Tim mengamati, tidak terlihat efek dari anestesi terhadap keingintahuan (fungsi kedua dari memori yang membangkitkan rasa pengalaman sebagai lawan terhadap ingatan), yang berkaitan dengan rincian.

Dalam studi paralel, para peneliti mengamati, 33 tikus yang diberi anestesi umum selama minggu pertama usia mereka, juga menderita defisit jangka panjang dalam pengingatan bau, dibandingkan dengan tikus yang tidak pernah dibius.

Tak satu pun dari tikus tersebut mengalami luka (sayatan) apapun. Para ilmuwan hanya ingin membuktikan anestesi yang mempengaruhi memori, tidak dalam kondisi anestesi untuk operasi, kata para ilmuwan.

Dengan demikian anak-anak yang dibius harus dengan alasan, karena tim tidak dapat menyimpulkan operasi sebagai penyebab gangguan memori. Mereka mengatakan, pengamatan pada tikus cenderung berlaku sama pada manusia.

Penelitian lain menunjukkan, anestesi dapat membunuh sel-sel otak dan mempengaruhi kerja sinapsis, tetapi dampaknya pada memori manusia masih belum jelas.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan berapa lama penurunan nilai tersebut akan berlangsung. Tetapi pendamping penelitian tersebut, Greg Stratmann, mengatakan, studi pada tikus menunjukkan bahwa defisit “akan berlangsung seumur hidup”.

“Kami belum pernah melihat defisit pulih pada tikus. Bahkan, kami melihat hal itu lebih buruk dari waktu ke waktu,” katanya kepada AFP.

Juga tidak diketahui apakah anestesi mungkin memiliki efek pada otak yang sama ketika diberikan kepada anak-anak yang lebih tua atau orang dewasa.

Stratmann juga mengingatkan terhadap kesimpulan dari studi tunggal ini. “Temuan ini harus membuat Anda berpikir tentang, apakah obat bius yang sebelumnya dianggap tidak membahayakan benar-benar diperlukan.”

“Saya berbicara tentang gambaran prosedur dan prosedur non-bedah lainnya, yang mungkin saat ini dilakukan di bawah anestesi demi kenyamanan. Ada kemungkinan beberapa anestesi pada anak-anak dapat dihindari. Hal ini harus dilakukan bila memungkinkan,” katanya.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bayi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Siapapun Capresnya, Wajib Berantas Narkoba, Miras, Perjudian dan Pelacuran!
Tulisan selanjutnya Baru Mundur, Mehlab Langsung Ditunjuk Lagi Sebagai PM Mesir

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?