Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Din Syamsuddin Desak Indonesia Keluarkan Nota Protes, Seruan Boikot India Menggema

Ahmad
Terakhir diupdate: 7 Juni 2022 06:22 6:22 am
Ahmad
Dipublikasikan 7 Juni 2022 07:30
Bagikan
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Dr Din Syamsuddin
Bagikan

Hidayatullah.com—Pernyataan juru bicara partai nasionalis Hindu, Partai Bharatia Janata (BJP) India, Nupur Sharma, yang menghina Nabi Muhammad  SAW dan isteri beliau Sayyidah Siti Aisyah radhiallahu anha sungguh merupakan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap Nabi yang diagungkan oleh umat Islam sedunia. Oleh karena itu pernyataan tersebut adalah juga penghinaan terhadap umat Islam sedunia, demikian disampaikan Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Dr Din Syamsuddin.

“Penghinaan Nupur Sharma adalah manifestasi kebodohan, kesombongan, dan kekerasan verbal yang nyata, dan merupakan bentuk Islamofobia yang melanggar etika global,” ujarnya dalam pernyataan yang disampaikan kepada hidayatullah.com, Senin (6/6/2022) malam.

Menurut Din, sikap Islamofobia politisi India ini sejatinya merupakan bentuk inferioritas dan ketakutan (terhadap yang Islam). Karena itu ia mengajak umat Islam memaafkan sambil memperingatkan agar jangan mengulangi lagi.

“Seharusnya PM Narendra Modi tidak cukup dengan menskor Sarma, tapi harus memecatnya dari keanggotaan Partai BJP, karena perbuatannya akan mengganggu kerukunan antar umat Islam dan umat Hindu, serta tidak mencerminkan toleransi dan sikap hidup berdampingan secara damai,” ujar Mantan Ketua Dewan Pertimbangan MUI ini.

Selain itu, Din juga meminta pemerintah Indonesia, sebagai negeri berpenduduk mayoritas Muslim, seyogyanya melayangkan Nota Protes atau Penyesalan.  “Umat Islam Indonesia wajar untuk memprotes, tapi diharapkan tetap bersikap tenang, dan tidak bertindak melampaui batas.”

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Mari kita yakini, sebesar apapun penghinaan terhadap Islam dan Nabi Muhammad SAW, oleh sebanyak siapapun pelakunya, sama sekali tidak akan mengurangi keagungan dan keluhuran Islam serta kemuliaan Nabi Muhammad SAW,” tambahnya.

Penghinaan politisi nasional Hindu

Politisi nasionalis Hindu India ini sebelumnya telah memancing kontroversi di acara debat berita TV tentang masalah Masjid Gyanvapi di Varanasi di mana dia membuat pernyataan  yang menyinggung perasaan umat Islam sedunia. Pernyataannya menyebabkan kecaman luas di negara itu dan juga memicu bentrokan keras di Kanpur Uttar Pradesh pada hari Jumat (3/6/2022).

Mengutip Sputnik News, dalam acara debat itu  Sharma disebut mengolok-olok Al-Quran. Ia menyamakannya dengan “bumi itu datar”.

Ia melontarkan penghina tokoh penting umat Muslim sedunia, Nabi Muhammad. Hal itu karena menikah dengan istrinya Aisyah, saat masih muda belia.

“Nabi Muhammad menikahi seorang gadis berusia enam tahun dan kemudian berhubungan dengannya pada usia sembilan tahun,” ujarnya dalam sebuah video yang kemudia dihapus oleh saluran televisi tersebut.

Pernyaan Sharma ini telah menimbulkan polemic di dalam negeri. Sebuah organisasi pendidikan dan budaya Islam, Raza Academy, sempat melaporkannya ke polisi dengan tuntutan penghinaan.

Tidak lama beredarnya pernyataan Sharma, dunia Islam bereaksi keras. Laporan BBC menyebutkan Kuwait, Qatar dan Iran memanggil duta besar India untuk mendaftarkan protes mereka.

Arab Saudi bahkan mengutuk pernyataan itu, sementara  Qatar mengatakan pihaknya mengharapkan permintaan maaf publik dari India. “Membiarkan pernyataan Islamofobia seperti itu berlanjut tanpa hukuman, merupakan bahaya besar bagi perlindungan hak asasi manusia dan dapat menyebabkan prasangka dan marginalisasi lebih lanjut, yang akan menciptakan siklus kekerasan dan kebencian,” kata kementerian luar negeri Qatar.

Sebanyak 57 anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) dan Pakistan juga mengkritik India. Tidak cukup itu, perlawanan berlanjut dengan seruan aksi boikot India di berbagai media sosial.

Hari Senin, sebuah supermarket Kuwait menarik produk India dari rak-rak penjualannya dan mengancam boikot. Karyawan di toko Al-Ardiya Co-Operative Society menumpuk teh dan produk lain asal India ke dalam troli sebagai protes terhadap komentar “Islamofobia” politikus politikus partai nasionalis Hindu Bharatiya Janata (BJP) yang menghina Nabi Muhammad SAW.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BJPDin SyamsuddinIndiaNupur SharmaNupur Sharma menghina NabiPartai Bharatia JanataPolitisi BJP menghina Nabi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Qatar akan Memasang Kembali Patung Kontroversial Zinedine Zidane
Tulisan selanjutnya Indonesia Kecam Pernyataan Politisi Nasionalis Hindu India yang Merendahkan Nabi Muhammad

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?