Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Lima Orang Jadi Terdakwa di Hong Kong Gegara Buku Srigala dan Domba

Ama Farah
Terakhir diupdate: 6 Juli 2022 15:38 3:38 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 6 Juli 2022 15:38
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Lima orang di Hong Kong menyatakan dirinya tidak bersalah atas dakwaan menerbitkan buku anak-anak berisi materi yang dianggap “durhaka” terhadap pemerintah China.

Kasus berpusat pada buku berseri yang diterbitkan oleh General Union of Hong Kong Speech Therapists – serikat yang sekarang sudah dibubarkan – yang menampilkan kartun srigala dan domba.

Jaksa mengatakan buku itu merupakan analogi warga Hong Kong dan China daratan yang dimaksudkan untuk menyulut kebencian warga Hong Kong terhadap pemerintah pusat di Beijing.

Dalam persidangan perdana hari Selasa (5/7/2022, jaksa Laura Ng menilai buku-buku itu menggambarkan kedua kubu saling berseteru dan bermusuhan.

“Warga Hong Kong digambarkan sebagai minoritas rentan, penguasa China berdarah dingin, totalitarian dan brutal, China daratan bajingan,” kata Ng, seperti dilansir The Guardian.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Jaksa itu menuding para terdakwa yang secara terbuka pernah mengakui bahwa buku-buku itu dibuat berdasarkan gejolak politik fan aksi protes jalanan yang marak di Hong Kong sejak 2019 yang dipicu oleh RUU ekstradisi.

Dalam salah satu buku, yang berjudul 12 Prajurit Desa Domba, dikaitkan oleh jaksa dengan penangkapan 12 aktivis pelarian Hong Kong oleh aparat China pada tahun 2020.

Jaksa menuduh bahwa salah satu buku menghasut warga Hong Kong untuk mengangkat senjata dan menggunakan kekerasan melawan aparat. Sementara buku yang lain menyeru agar kekuatan-kekuatan asing turun tangan dalam proses hukum di wilayah bekas koloni Inggris tersebut.

Buku ketiga, kata jaksa Ng, menyalahkan pemerintah China daratan sebagai penyebab pandemi Covid-19, menggambarkan mereka sebagai sosok egois, tidak beradab dan tidak bersih, yang mana pemikiran seperti itu dapat menyulut sentimen separatis di kalangan warga Hong Kong.

Kelima anggota serikat terapis itu ditangkap oleh polisi keamanan nasional pada bulan Juli tahun 2021 dan sejak itu mendekam di dalam tahanan dan permohonan pembebasan bersyaratnya ditolak.

Para terdakwa, dua pria dan tiga wanita yang semuanya berusia 20-an tahun, merupakan anggota eksekutif serikat terapis wicara yang sudah dibubarkan tersebut.

Mereka bersama-sama dijerat dakwaan “konspirasi untuk mencetak, menerbitkan, mendistribusikan, mempertunjukkan dan/atau mereproduksi publikasi berisi hasutan” dengan menggunakan undang-undang pidana era kolonial, dengan hukuman maksimal dua tahun penjara.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Beijingbuku anakchinaHong Kong
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Imbau Masyarakat Tak Lindungi Anak Kiai Jombang Terkait Kasus Pencabulan, Polisi: Bukan Kriminalisasi Pesantren
Tulisan selanjutnya hewan kurban palestina Harga Hewan Kurban Tinggi, Warga Palestina Tak Mampu Beli

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?