Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Remaja Muslim Tewas dalam Serangan Brutal Anggota Radikal Hindutva

Ahmad
Terakhir diupdate: 26 Juli 2022 11:40 11:40 am
Ahmad
Dipublikasikan 26 Juli 2022 10:12
Bagikan
Mohammad Masud (19) korban kekerasan kelompok radikal Hindu, Bajrang Dal di Karnata, India
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang pria Muslim berusia 19 tahun meninggal dengan luka-lukanya di Mangaluru Karnataka pada hari Kamis, 21 Juli, dua hari setelah dia diserang oleh anggota kelompok radikal Bajrang Dal (Brigade Hanuman).  Mohammad Masud meninggal dunia setelah dirawat di rumah sakit setempat.

Mohammad Masud, berasal dari Kerala, telah tinggal di rumah neneknya di desa Kelanje, Karnataka selama sebulan terakhir. Remaja yang yatim ini memiliki empat saudara kandung di Kerala.

Masud baru sebulan lalu datang ke rumah kakeknya di Kalanje, bekerja sebagai buruh harian. Seminggu sebelum Idul Fitri, Masud telah membeli anak sapi berusia tiga bulan, kata Shanif, 24 tahun, teman Masud sejak kecil.

Masud sebenarnya ingin memelihara sapi, kata temannya itu. “Sejak itu, Masud telah mengatakan bahwa tetangganya, Sudhir, yang kemudian telah memberinya tatapan bermusuhan dan telah berusaha untuk mengintimidasi dia dan mengawasinya setiap kali dia mengeluarkan anak sapi untuk merumput,” kata Shanif.

“Saya menyarankan agar Masud mengabaikannya dan mencoba menghindari kontak dengannya,” kata Shanif, yang bekerja di Bengaluru.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Beberapa hari lalu, ketika Masuk pergi ke sebuah toko, terjadi perkelahian antara salah satu terdakwa bernama Sudhir dan korban karena alasan sepele, dimana mereka secara tidak sengaja menabrak satu sama lain.

Saat itu Sudhir mengancam Masud dengan botol, menurut teman Masud, Ibrahim Shanif dikutip Maktoob Media. Terdakwa lain, Sunil dan Abhilash menghubungi Ibrahim Shanif dan menyatakan bahwa Masud telah menyerang Sudhir.

Dengan dalih menyelesaikan masalah secara damai, keduanya meminta Ibrahim untuk ikut dengan Masud ke Wisnunagara. Karena itu, Ibrahim Shanif pergi bersama Masud ke Wisnunagar sekitar pukul 11 ​​malam.

Di sana, ada anggota Sunil, Shiva, Sadhashiv, Ranjith, Abhilash, Gym Ranjith dan Bhaskar –semuanya anggota kelompok radikal Hindu, Bajrang Dal—yang secara brutal menyerang Masud. Selama pertarungan, Abhilash memukul kepala Masud dengan botol soda, kutip Maktoob Media.

Delapan anggota kelompok radikal Hindu yang menjadi melaku pengeroyokan dan pemukulan Mohammad Masud (19)

Akibat aksi kekerasan ini Masud dan Ibrahim melarikan diri dari tempat itu ke arah yang berbeda. Ketika Shanif dan teman-temannya mencari Masud, dia terbaring tak sadarkan diri di dekat sebuah sumur.

Masud dirawat di Unit Perawatan Intensif di sebuah rumah sakit swasta di Mangaluru dan meninggal karena luka-lukanya.

Sekelompok delapan nasionalis Hindu telah menyerang Masud pada 19 Juli malam di Wisnugara desa Kalanja. Remaja Muslim itu adalah penduduk Mogral Puthur di Kasargod Kerala. Karena dia terluka parah setelah diserang dengan botol soda, dia dipindahkan ke rumah sakit di Mangaluru.

Polisi telah mendaftarkan kasus ini dan menangkap delapan orang tersangka, semuanya adalah anggota kelompok organisasi radikal Hindu, Vishwa Hindu Parishad-Bajrang Dal. Mereka telah diidentifikasi sebagai Sudhir, Sunil Kelanje, Abhilash Bellare, Jim Ranjith, Shivaprasad, Bhaskar, Ranjith, Sadashiva, kutip The WIRE. Kepala polisi stasiun Bellare, Balakrishna, mengatakan kepada The WIRE bahwa kedelapan orang itu ditangkap sehari setelah kejadian.

Menurut polisi, terdakwah akan dijerat pasal berlapis. Di antaranya; Pasal 143 (Menjadi anggota organisasi yang melanggar hukum), 147, 323 (menyebabkan luka), 506 (melakukan tindakan intimidasi), 324 (menyebabkan terluka dengan senjata atau cara berbahaya), 302 (pembunuhan) dan Pasal 149 KUHP India.

Jejak kriminal

Bajrang Dal (atau Brigade of Hanuman) adalah organisasi militan nasionalis Hindu yang membentuk sayap pemuda Vishva Hindu Parishad (VHP). Ideologi organisasi didasarkan pada kelompok radikal Hindutva, yang dikenal sangat anti-Islam.

Didirikan pada 1 Oktober 1984 di Uttar Pradesh, Bajrang Dal mulai menyebar lebih banyak pada tahun 2010-an di seluruh India. Unggahan yang beredar di media sosial telah mengidentifikasi kedelapan orang ini telah memiliki jejak kejahatan. 

Dari delapan terdakwa, Bellare, Ranjith dan Kelanje memiliki sejarah kriminal. Empat dari delapan pernah didakwa berdasarkan Pasal 107 (dikenakan pada pelanggar yang disengaja) selama 9-10 Juli, akhir pekan Idul Adha, dalam kasus yang berbeda.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bajrang DalHindutvamuslim Indiaradikal hindu
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Arab Saudi Deteksi 3 Kasus Cacar Monyet Semua Pulang dari Eropa
Tulisan selanjutnya Kisah Dua Kota: Mengapa Kunjungan Biden Tak Memberi Harapan Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?