Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Vila Harun Yahya Dijual Senilai Rp 45 Miliar

Ahmad
Terakhir diupdate: 28 Juli 2022 13:10 1:10 pm
Ahmad
Dipublikasikan 28 Juli 2022 10:20
Bagikan
Vila Adnan Oktar atau Harun Yahya
Bagikan

Hidayatullah.com—Rumah mewah milik Adnan Oktar atau popular dipanggil Harun Yahya di lingkungan engelköy Istanbul yang kuno dijual seharga $3 juta (sekitar Rp 45 miliar), lapor surat Daily Sabah. Bangunan lantai tiga ini memiliki halaman yang luas, kolam renang, dan fasilitas lainnya.

Vila tersebut merupakan tempat Adnan Oktar dan anggota sekte yang diduga telah menyebabkannya masuk penjara. Vila itu diklaim telah disewa anggota sekte dan merupakan properti kedua yang akan dijual, setelah tempat tinggal mewah lainnya.

Dulunya, tempat ini digunakan sebagai “studio” dan rumah stasiun TV A9. Vila itu dilucuti perabotannya setelah pasukan keamanan menggerebeknya dan sempat menjadi berita utama sejak 1990-an karena gaya hidupnya yang eksentrik dan tuduhan mencuci otak banyak wanita dan pria muda sebagai anggota kelompok itu.

Sebelum penggerebekan, vila memiliki gerbang besi antipeluru dan pos pemeriksaan keamanan meskipun kemudian dipindahkan. Anggota kelompok itu biasa berjaga sepanjang waktu dan penggerebekan mengungkapkan ribuan keping amunisi, senjata, dan rompi antipeluru di tempat itu, demikian klaim aparat keamanan.

Oktar dijatuhi hukuman penjara lebih dari 9.803 tahun dalam sidang pada 11 Januari 2021, atas tuduhan mendirikan dan menjalankan organisasi kriminal bersenjata, pelanggaran seksual, membantu Kelompok Teror Gülenist (FETÖ) dan spionase politik atau militer. Pengadilan banding membatalkan putusan untuk 68 terdakwa dalam kasus melawan aliran sesat pada Maret lalu, tetapi surat perintah penangkapan baru dikeluarkan untuk 61 terdakwa beberapa hari kemudian.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sejauh ini, 50 anggota kelompok itu yang dihukum dan dipenjarakan. Oktar yang kini berusia enam puluh empat tahun ditangkap dalam penggerebekan nasional ada tahun 2018.

Sebuah dakwaan setebal 499 halaman menggambarkan dia dan yang lainnya sebagai geng kriminal yang berkembang pesat dalam pemerasan, pemerasan, pencucian uang, dan serangkaian kejahatan lainnya.

Adnan Oktar memakai nama samaran Harun Yahya mendirikan Science Research Foundation pada tahun 1990-an. Ia kemudian mempromosikan buku-buku teori anti-evolusinya yang dikenal dengan teori penciptaan yang menjungkirbalikkan teori Darwin.

Pada tahun 2000-an, ia menjadi terkenal setelah ia mendirikan A9 TV dan secara sporadis muncul di acara bincang-bincang selama berjam-jam di mana ia menyampaikan pendapatnya tentang teori penciptaan, dan pandangan dunia lain.

Konspirasi ‘british deep state’

Pada tahun 2006, Oktar menulis Atlas Penciptaan dibawah nama pena Harun Yahya, yang banyak dijadikan rukukan  dalam menggugurkan teori Evolusi Darwin, yang disebutnya akar dari terorisme global. Bersama timnya, Adnan telah menulis lebih dari 300 buku, diterjemahkan ke dalam 73 bahasa, yang umumnya meruntuhkan Teori Darwin dan jubanyak melahirkan perlawanan di Eropa dan Barat.

Ia kemudian menjadi musuh dunia setelah memunculkan teorinya yang anti-Darwin. Namun sekitar tahun 2018 muncul tuduhan bahwa ia tersangkut sebuah sekte terlarang.

Stasiun televisi NTV, menyebut Oktar divonis lebih dari 1.000 tahun penjara dengan tuduhan melakukan penyerangan seksual, pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, penipuan, serta spionase politik dan militer. Pengadilan juga menghukum dua eksekutif lain di organisasi Oktar, yaitu Tarkan Yavas dan Oktar Babuna, masing-masing selama 211 dan 186 tahun.

Kantor berita resmi Anadolu melaporkan bahwa Oktar juga dinyatakan bersalah karena membantu tokoh pendidikan Turki berbasis di Amerika Serikat (AS) Fethullah Gülen, yang disalahkan Turki karena melakukan upaya kudeta yang gagal pada 2016. Namun dalam pembelaan terakhirnya di persidangan, Oktar dengan tegas menolak semua tuduhan terhadapnya.

Dalam sebuah pernyataan singkatnya kepada media setelah pertama kali ditangkap Adnan mengatakan penangkapan dirinya adalah konspirasi Inggris. “Ini adalah konspirasi oleh negara dalam Inggris,” Dia menjawab seperti yang ia adalah dikawal dari mobil polisi ke rumah sakit.

“Ini adalah konspirasi ‘Negara dalam Inggris’,” kata pria 62 tahun itu saat dicegat wartawan ketika digiring polisi menuju Rumah Sakit Istanbul untuk pemeriksaan kesehatan.

Kelompok  yang sering ia sebut “British deep state”  diduga telah melakukan banyak konspirasi untuk menguasai dunia, seperti yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan ‘Israel’.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Adnan OktarHarun Yahya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 15 Penemu dan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Tulisan selanjutnya Aliansi Cerahkan Negeri MK Gelar Sidang UU Perkawinan Hari ini, Aliansi Cerahkan Negeri: Ayo Kita Kawal, Jangan Sampai Kecolongan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?