Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pembunuhan al-Zawahiri Direncanakan Sejak Mei, Presiden AS Biden Memberi Persetujuan

Ahmad
Terakhir diupdate: 4 Agustus 2022 20:18 8:18 pm
Ahmad
Dipublikasikan 4 Agustus 2022 20:17
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Central Intelligence Agency (CIA) Amerika Serikat (AS) mengkonfirmasi bahwa pembunuhan pemimpin al-Qaeda, Ayman al-Zawahiri dalam serangan pesawat tak berawak di kediamannya di Kabul, Afghanistan telah dirancang sejak Mei. Semula, itu diragukan karena beberapa foto di tempat kejadian menunjukkan bahwa tidak ada tanda-tanda ledakan yang menjelaskan serangan itu, dan pihak berwenang AS bersikeras bahwa tidak ada orang lain yang terluka dalam insiden itu.

Setelah bertahun-tahun melacaknya, angkatan bersenjata AS menembakkan dua rudal Hellfire dari pesawat tak berawak yang terbang di atas ibukota Afghanistan.Penggunaan senjata tersebut sejauh ini tidak pernah diakui oleh Pentagon atau CIA dan R9X mulai mendapatkan perhatian setelah kematian pemimpin senior al-Qaeda, Abu al-Khayr al-Masri, yang dibunuh dalam serangan saat mengendarai kendaraan di Suriah pada Maret 2017.

Sejumlah gambar menunjukkan kendaraan yang dikendarai Abu al-Khayr dengan lubang di atap, dengan semua interior mobil hancur. Namun, bagian depan dan samping kendaraan tidak terpengaruh sama sekali.

Sejak 2017, semua target yang diyakini telah diserang dengan senjata semacam itu telah menunjukkan efek serupa. Kemudian, sedikit demi sedikit, informasi tentang rudal yang dijuluki ‘flying ginsu’ atau pisau terbang itu mulai terungkap.

Selain itu, senjata ini juga disebut ‘bom ninja’ dan sering menjadi pilihan otoritas AS untuk membunuh pemimpin kelompok Al-Qaeda sekaligus ingin menghindari kematian warga sipil. Kesimpulannya, mungkin senjata yang sama digunakan oleh CIA untuk mengakhiri cerita Ayman.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menurut pernyataan seorang pejabat pemerintah, pada pagi hari tanggal 31 Juli, Zawahiri sedang berdiri sendirian di balkon rumahnya ketika serangan drone diluncurkan. Berdasarkan gambar yang direkam, hanya jendela di satu lantai yang rusak, sedangkan bagian lain dari tempat tinggal tidak terpengaruh.

Keluarga Ayman juga berada di kediaman ketika serangan itu terjadi, tetapi tidak ada dari mereka yang terluka. “Kami dapat memastikan tidak ada pihak lain yang terluka atau tewas dalam serangan itu,” jelas pejabat yang tidak mengungkapkan identitasnya itu dikutip AFP.

Kematian Ayman diumumkan oleh Presiden AS Joe Biden. “Keadilan telah ditegakkan dan pemimpin teroris ini tidak ada lagi,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Operasi itu adalah yang terbesar sejak pendirinya, Osama bin Laden, dibunuh oleh pasukan AS pada 2011 selama pemerintahan Barack Obama. Serangan yang menargetkan Zawahiri telah direncanakan sejak Mei dan Juni lalu, dengan otoritas AS terus meneliti dan memantau kediaman pemimpin di Kabul.

Mereka mempelajari pembangunan tempat tinggal untuk menargetkan Zawahiri sampai dia terbunuh tanpa merugikan pihak lain. Pihak berwenang kemudian ‘menyajikan rencana mereka’ kepada Biden pada 1 Juli dan pada 25 Juli, Presiden AS akhirnya memberikan izin untuk melancarkan serangan.

Saat serangan Zawahiri sedang melangkah ke balkonnya di lingkungan Shirpur di Kabul ketika pesawat tak berawak AS menembakkan dua rudal RX9 Hellfire. Tidak ada anggota keluarga al-Zawahiri yang terluka dan tidak ada korban sipil, kata Biden, menyebut misi untuk melenyapkan pemimpin teroris itu “sukses total.”

“Misi ini direncanakan dengan hati-hati dan ketat untuk meminimalkan risiko bahaya bagi warga sipil lainnya. Dan satu minggu yang lalu, setelah diberitahu bahwa kondisinya sudah optimal, saya memberikan persetujuan akhir untuk menjemputnya,” kata Biden. “Kami tidak akan pernah lagi, tidak akan pernah lagi membiarkan Afghanistan menjadi tempat perlindungan teroris karena dia telah tiada. Dan kami akan memastikan tidak ada hal lain yang terjadi,” tambahnya.

Juru bicara Taliban mengatakan, “Imarah Islam Afghanistan sangat mengutuk serangan ini dengan dalih apa pun dan menyebutnya sebagai pelanggaran yang jelas terhadap prinsip-prinsip internasional dan Perjanjian Doha.”

“Tindakan seperti itu merupakan pengulangan dari pengalaman gagal selama 20 tahun terakhir dan bertentangan dengan kepentingan Amerika Serikat, Afghanistan, dan kawasan,” tulis Zabihullah di twitter. “Mengulangi tindakan seperti itu akan merusak peluang yang tersedia.”

Sebelumnya, pihak berwenang AS menawarkan hadiah sebesar US$25 juta kepada pihak mana pun yang membantu menangkapnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:al-QaedaAyman al-Zawahiribom ninjaCentral Intelligence AgencyCIAR9X
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Arab Saudi Ingin Jadi Tuan Rumah 2029 Asian Winter Games
Tulisan selanjutnya Khutbah Jumat: Hijrah dan Revolusi Akhlak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?