Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Inggris Krisis Uang Saku Anak-anak Menipis

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 Agustus 2022 11:46 11:46 am
Ama Farah
Dipublikasikan 8 Agustus 2022 11:46
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Celengan anak-anak di Inggris kemungkinan tidak akan terisi lagi disebabkan uang saku mereka menipis akibat orangtuanya harus menanggung biaya hidup yang lebih tinggi di tengah krisis saat ini.

Jumlah rata-rata uang yang masuk ke kantong anak di bawah usia 16 tahun setiap pekan telah turun 23% menjadi £4,99 tahun ini dari £6,48 pada tahun 2021, menurut riset perusahaan keuangan pemberi utang Halifax. Jumlah itu yang terendah sejak 2001.

Inggris mengalami inflasi tertinggi di kalangan negara-negara G7, yaitu 9,4% pada bulan Juni sebagai akibat melonjaknya biaya makanan dan energi. Inflasi itu merupakan yang tertinggi kurun 40 tahun terakhir.

Pekan lalu Bank of England mengatakan pihaknya memperkirakan inflasi akan naik menjadi 13% pada bulan Oktober, dan memperingatkan resesi ini kemungkinan akan berlangsung lebih dari satu tahun.

Halifax mewawancarai 629 orangtua dari anak-anak berusia delapan hingga 15 tahun pada bulan Juni.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dua perlima orang tua masih memberikan uang saku kepada anak-anak mereka dan sepertiga dari mereka mengharapkan anak mereka membantu melakukan pekerjaan lebih banyak di rumah jika ingin mendapatkan uang saku.

Sementara sebagian orangtua mengurangi uang saku, banyak yang mengatakan kepada Halifax bahwa mereka siap untuk mengubah gaya hidupnya agar kebutuhan anak-anak tidak terganggu.

Setengah dari orangtua mengaku akan mengorbankan pengeluaran rekreasi mereka sendiri, seperti pergi ke pub atau makan di luar, atau melupakan pembelian seperti makeup dan barang-barang bermerek (45%). Lebih dari dua perlima mengaku akan menghentikan hobi belanja, dan seperempatnya akan membelanjakan lebih sedikit uang di toko supermarket alias menghemat uang belanja kebutuhan harian, lansir The Guardian Senin (8/8/2022).

Anak-anak menghabiskan uang saku mereka untuk video game dan permen (keduanya 39%), kemudian untuk mainan (30%), pakaian (29%) dan hobi misalnya membeli buku (28%).

Hanya seperlima orangtua (22%) yang mengatakan bahwa anak-anak mereka lebih suka memasukkan uang sakunya ke dalam celengan.

Pada tahun 1987, ketika Halifax melakukan survei uang saku pertamanya, anak-anak menerima rata-rata £1,17 setiap pekan. Jumlah itu relatif stabil sepanjang tahun 1990-an sebelum kemudian berlipat ganda antara tahun 1998 dan 2000. Ketika suku bunga naik, uang saku ikut naik – tetapi turun selama krisis keuangan, dari £8,01 pada 2007 menjadi £6,13 pada 2008. Naik menjadi £7,71 pada 2019, sebelum jatuh kembali selama pandemi menjadi £7,55 pada tahun 2020 dan £6,48 pada tahun 2021.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anak-anakcelenganHalifaxinggriskrisisuang saku
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Air Danau Menyusut Kerangka Manusia Kembali Ditemukan di Lake Mead
Tulisan selanjutnya Sementara Gaza Dibom, Yahudi Memaksa Masuk Masjid Al-Aqsha

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?