Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Amerika Serikat Merampas Dana Afghanistan agar Rakyat Menderita

Ahmad
Terakhir diupdate: 18 September 2022 08:31 8:31 am
Ahmad
Dipublikasikan 18 September 2022 08:25
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemerintah Imarah Islam Afghanistan menuduh tindakan Amerika Serikat (AS) menyita aset negaranya, secara tidak langsung memperparah krisis kemiskinan di negeri ini. Afghanistan menilai tindakan AS ini telah menyebabkan penderitaan rakyat yang sebelumnya sudah kesusahan.

Washington mengungkapkan rencana untuk menyiapkan dana eksternal untuk mengelola cadangan negara yang disita senilai US$3,5 miliar. Sejak Taliban kembali berkuasa pada Agustus tahun lalu, AS bertindak untuk membekukan aset di bank sentral senilai US$7 miliar.

Awal tahun ini, Presiden AS Joe Biden mengungkapkan rencana untuk membagi uang tunai dengan setengah pergi ke Afghanistan dan sisanya untuk para korban serangan teroris pada 11 September 2001.

Namun, Rabu lalu, Washington mengumumkan bahwa US$3,5 miliar akan disimpan dalam dana yang dikelola secara profesional karena negara itu tidak mempercayai kepemimpinan Taliban.  Terkait hal ini, juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, menuduh AS menyita aset-aset rakyat Afghanistan.

“Kami menganggap negara itu menyita properti rakyat Afghanistan. AS bukan pemilik semua aset itu,” katanya dikutip AFP. Pada saat yang sama, Zabihullah menuntut agar dana tersebut dikeluarkan tanpa syarat. Sejak AS menarik diri dari Afghanistan setelah 20 tahun intervensi, Washington dan beberapa negara lain telah menyalurkan bantuan ke negara itu tanpa melalui Taliban.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Korban tragedi 11 September

Sebelumnya telah berlangsung demonstrasi di ibu kota Afghanistan pada hari Sabtu mengutuk perintah Presiden Joe Biden untuk membebaskan $3,5 miliar aset Afghanistan yang disimpan di AS untuk keluarga korban tragedi 9/11, mengatakan uang itu seharusnya milik warga Afghanistan, tulis Abc News.

Para pengunjuk rasa yang berkumpul di luar Masjid Agung Eid Gah di Kabul meminta kompensasi finansial kepada Amerika atas puluhan ribu warga Afghanistan yang tewas selama 20 tahun terakhir invasi di Afghanistan.

Perintah Biden, hari Jumat berencana mengalokasikan $3,5 miliar lagi dalam aset Afghanistan untuk bantuan kemanusiaan ke dana perwalian yang akan dikelola oleh PBB untuk memberikan bantuan kepada warga Afghanistan. Bank Sentral Afghanistan meminta Biden untuk membatalkan perintahnya dan mengeluarkan dana untuk itu, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka milik rakyat Afghanistan dan bukan pemerintah, partai atau kelompok.

Torek Farhadi, seorang penasihat keuangan untuk mantan pemerintah Afghanistan yang didukung AS, mempertanyakan pengelolaan cadangan Bank Sentral Afghanistan oleh PBB. Dia mengatakan dana itu tidak dimaksudkan untuk bantuan kemanusiaan tetapi “untuk mendukung mata uang negara, membantu dalam kebijakan moneter dan mengelola neraca pembayaran negara.”

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Afghanistan pada hari Kamis mengklaim bahwa pengalihan sebagian dari cadangan DAB di AS ke Swiss dan penggunaannya tanpa masukan dari Afghanistan “tidak dapat diterima dan melanggar norma-norma internasional”.  “Cadangan ini tidak dapat digunakan untuk tujuan produksi apa pun. Melepaskan cadangan ini untuk tujuan lain tanpa persetujuan rakyat Afghanistan adalah langkah negatif terhadap stabilitas ekonomi Afghanistan oleh AS.”

“AS mengambil langkah ini tanpa berkonsultasi atau mendapatkan persetujuan kami, itu dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi dan kesejahteraan rakyat Afghanistan,” kata juru bicara kementerian Abdul Qahar Balkhi dalam sebuah pernyataan.

Pemerintahan Presiden Joe Biden telah membekukan sekitar US$9,5 miliar aset bank sentral Afghanistan di AS setelah Taliban mengambil alih Kabul pada Agustus 2021 setelah jatuhnya rezim Ashraf Ghani yang didukung AS.

Pengumuman AS pada hari Rabu untuk membentuk dana perwalian yang berbasis di Swiss berdasarkan perintah eksekutif Biden pada bulan Februari tahun ini.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika Serikatdana AfghanistanImarah Islam AfghanistanTaliban
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wanita Iran Meninggal Setelah Dipukuli Polisi Moral karena Hijab
Tulisan selanjutnya Tak Ada Gugatan, Keluarga Santri AM dan Pondok Gontor Berdamai

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?