Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

PBNU Buka Suara Soal Kehadiran Organisasi Penindas Muslim India di Acara R20 Bali

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Oktober 2022 09:08 9:08 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Oktober 2022 09:10
Bagikan
Ketua PBNU Yahya Cholil Tsaquf
Bagikan

Hidayatullah.com–Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf buka suara soal rencana kehadiran Ram Madhav, anggota eksekutif nasional Rashtriya Swayamsevak Sangh atau RSS dalam forum R20 atau Religion20 di Nusa Dua, Bali. RSS adalah organisasi kelompok nasionalis Hindu sayap kanan India yang selama ini melakukan penindasan terhadap umat muslim India.

“Pertama klarifikasi ya, kami tidak undang RSS, jadi saya kira penting untuk diketahui,” kata Yahya dalam kegiatan editors meeting di Kantor Pusat PBNU, Jakarta, Rabu, (12/10/2022). “Tapi memang ada tokoh yang terkait dengan RSS yang kami undang, tokoh agama India, tapi bukan sebagai representasi RSS.”

R20 Bali akan digelar 2-3 November 2022, melibatkan tokoh lintas agama di dunia. Kegiatan R20 ini lantas menuai sorotan karena diundangnya RSS.

Juru Bicara Forum R20 Muhammad Najib Azca juga telah menjelaskan ihwal keterlibatan RSS dalam kegiatan ini. Alasan pertama, R20 merupakan agenda yang menempel pada forum G20 yang sebagian pesertanya mewakili negara-negara dalam forum G20. India termasuk salah satunya.

“Representasi tokoh-tokoh agama anggota G20 akan diundang. Kita mengikuti pola dan pakem G20,” kata Najib dilansir oleh Tempo, Kamis, 29 September 2022.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Meski demikian, ada peserta R20 yang bukan representasi anggota G20. Najib mencontohkan kehadiran tokoh agama dari Vatikan dan Uni Emirat Arab.

Kedua, perwakilan RSS diundang karena organisasi itulah yang direkomendasikan oleh pemerintah India. Sebab, RSS merupakan akar kekuatan dari Partai Bharatiya Janata (BJP) yang saat ini berkuasa di negara itu.

Apalagi, Presidensi G20 pada 2023 akan dipegang India. Karenanya, NU sebagai penyelenggara berkoordinasi dengan pemerintah India dan mendapatkan rekomendasi dari mereka. “Untuk India, kita mengikuti rekomendasi, yaitu dari RSS,” katanya.

Alasan terakhir, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU itu menganggap R20 merupakan forum  tepat untuk membicarakan rekam jejak RSS yang dianggap bermasalah, terutama dalam memperlakukan minoritas. R20 memang digelar salah satunya untuk membicarakan hal itu.

“Kami ingin agama menjadi bagian dari solusi dalam peradaban. Selama ini, agama justru jadi masalah seperti di India. Kalau mau mencari solusi, diajak bicara pemimpinnya,” tuturnya.

Banyak penolakan masuk

Yahya mengakui berbagai surat penolakan masuk ke PBNU ketika mengetahui kalau Ram Madhav akan hadir. Tapi, Yahya mengklaim, ia dan pemuka agama lain akan berupaya menggali kemungkinan-kemungkinan untuk membangun strategi penyelesaian masalah di India.

“Karena masalahnya memang berat, dan sampai masalah sekarang masih berlanjut,” kata dia.

Yahya mengatakan kalau RSS didirikan persis ketika India berdiri, yang awalnya bertujuan untuk menentang gagasan tentang India Sekuler. Mereka ingin India tetap jadi negara Hindu, sampai akhirnya propaganda mereka berlanjut ke gelanggang politik. Kini Partai BJP, partainya Perdana Menteri Narenda Modi yang sedang berkuasa, adalah partainya RSS.

Selain kelompok muslim yang jadi korban penindasan paling parah dari RSS, aksi serupa juga dilakukan kepada umat Kristen. Tapi kemudian aksi ini menyebabkan India dianggap bermasalah dan tidak bisa bergaul nyaman dengan negara lain. “Karena masih ada diskriminasi minoritas,” ujar Yahya.

Akan tetapi, Yahya mengklaim sebenarnya sudah muncul kesadaran di India bahwa mereka harus membangun mindset baru. Untuk itulah, akunya, Ia akan bicara dengan Ram Madhav yang juga merupakan eks Sekretaris Jenderal BJP. “Bukan main-main itu (jabatannya),” kata Yahya.

Yahya menyadari konflik Hindu dan Muslim di India adalah masalah yang rumit dan dalam, yang punya akar penyebab ratusan tahun lalu. Untuk itu, Yahya menyebut butuh strategi yang tepat, atau yang disebutnya strategically accurate, untuk membantu penyelesaian konflik ini.

“Kami ndak mau menabrak sesuatu yang sensitif, yang merusak seluruh strategi, kalau ngomongnya ngawur-ngawur ya. Kayak orang lagi bedah, jangan sampai nyobek bagian yang salah,” kata dia.

Untuk itu, Yahya menyebut tidak hanya pemimpin Hindu India saja yang bakal diundang dalam forum R20 di Bali nanti. Akan tetapi, pemimpin umat Muslim dan Kristen India pun akan diundang terlibat.

Yahya menyebut pihaknya akan mengajak semua pihak yang hadir berpikir untuk tidak fokus pada masa lalu dan mengajak untuk masa depan. Karena sampai sekarang, kata dia, semua pihak di India punya alasan dan pembenaran masing-masing untuk bertindak kepada kelompok lainnya. “Kami ajak bareng-bareng mencari jalan keluar dari masalah,” ujarnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ekstremis HinduPBNUR20RSSYahya Cholil Staquf
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Inilah Poin Krusial Hasil Mudzakarah MUI terkait RUU KUHP, Hukuman Kumpul Kebo Minta Diperberat
Tulisan selanjutnya ‘Penjual Dawet’ Pemfitnah Aremania dalam Tragedi Kanjuruhan Minta Maaf, Ternyata Kader PSI

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?