Hidayatullah.com—Sedikitnya 100 orang tewas dan lebih dari 300 lainnya cedera setelah dua ledakan bom mobil menargetkan gedung Kementerian Pendidikan Somalia pada Sabtu, kata Presiden Hassan Sheikh Mohamud, hari Ahad.
Menurut polisi, sebuah kendaraan yang sarat dengan bahan peledak menabrak gedung kementerian diikuti dengan tembakan. Korban tewas diperkirakan akan meningkat. Ledakan kedua terjadi tidak lama setelah ledakan pertama, menyebabkan korban semakin berlipat ganda.
Para korban termasuk wartawan dan polisi, kata juru bicara Kepolisian Somalia Sadiq Dudishe.Kelompok al-Shabaab yang terkait dengan al-Qaeda mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Perdana Menteri Hamza Abdi Barre mengatakan serangan al-Shabaab tidak akan menghalangi komitmen pemerintah untuk memberantas terorisme.
Serangan itu terjadi ketika presiden Somalia dan para pemimpin nasional, termasuk pejabat tinggi keamanan, bertemu untuk membahas operasi melawan al-Shabaab. Misi Transisi Uni Afrika di Somalia dalam sebuah pernyataan menyerukan operasi militer lanjutan terhadap pemberontak untuk menghentikan serangan teroris yang berkembang di negara itu.
Serangan itu terjadi di lokasi yang sama dengan insiden tragis pada Oktober 2017 ketika sebuah truk bermuatan bahan peledak meledak dan merenggut 587 nyawa.*