Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kenya Ungkap Dokumen Mega Proyek Kereta Api yang Digarap dan Dikuasai China

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 November 2022 15:44 3:44 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 7 November 2022 15:43
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Menteri Transportasi Kenya mengungkap ke publik dokumen mega proyek kereta api yang ditandatangani pemerintah bersama dengan China setelah selama bertahun-tahun disembunyikan dari masyarakat.

Jalur kereta api bernilai $3 miliar yang didanai dan dioperasikan China itu merupakan proyek insfratruktur terbesar Kenya sejak menjadi negara merdeka pada 1963, lansir BBC Senin (7/11/2022).

Proyek kereta api itu kelangsungan hidupnya kerap dipertanyakan saat diluncurkan.

Jalur kereta tersebut menghubungkan kota pelabuhan Mombasa dan ibu kota Kenya, Nairobi, dan ada rencana untuk memperpanjangnya ke kota pelabuhan Kisumu di sebelah barat.

Publikasi dokumen tersebut, yang berisi tentang kesepakatan utang proyek kereta api dengan China, merupakan salah satu janji kampanye Presiden William Ruto guna mengakhiri spekulasi di masyarakat perihal perjanjian apa yang diteken pemerintah atas nama rakyat.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Lewat cuitan di Twitter hari Ahad, Menteri  Kipchumba Murkomen mengatakan salinan dokumen itu telah dibagikan ke mayoritas anggota parlemen serta media.

Kesepakatan proyek itu ditandatangani oleh pemerintah Kenya yang diwakili oleh bendahara negara dan pihak  Export and Import (Exim) Bank of China pada tahun 2014.

Dari perjanjian itu tampak bahwa pihak China diberikan kewenangan sangat besar, termasuk soal abitrasi jika terjadi perselisihan yang akan digelar di Beijing, menurut laporan koran setempat Daily Nation.

Kontraktor utama dari proyek itu dikecualikan dari semua pajak, lapor koran Standard.

Pada tahun 2020, Kementerian Luar Negeri China membantah klaim bahwa pelabuhan Mombasa, salah satu yang terbesar di kawasan Afrika sub-Sahara, digunakan sebagai jaminan dalam perjanjian tersebut.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BeijingchinaExim Bank of ChinaKenyakereta apiproyek
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Parlemen Iraq Bahas Wajib Militer
Tulisan selanjutnya Iran Human Rights: Sedikitnya 304 Orang Tewas Dalam Protes Anti-Rezim

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap

Berita
31 Agustus 2026 17:47
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?