Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Parlemen Iraq Bahas Wajib Militer

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 November 2022 15:22 3:22 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 7 November 2022 15:22
Bagikan
Tentara Iraq memasuki Tal Afar
Bagikan

Hidayatullah.com– Wakil-wakil rakyat Iraq di parlemen hari Ahad (6/11/2022) memulai pembahasan rancangan undang-undang yang akan menghidupkan kembali program wajib militer di negara itu, hampir 20 tahun setelah dihentikan.

Berdinas dalam angkatan bersenjata merupakan kewajiban di Iraq mulai dari tahun 1935 sampai 2003, ketika pasukan asing pimpinan Amerika Serikat menggulingkan kekuasaan Saddam Hussein.

RUU itu akan membuka jalan untuk mewajibkan setiap pria warga negara Iraq berusia 18-35 tahun, selama 3 sampai 18 bulan – tergantung tingkat pendidikannya – mengikuti kegiatan kemiliteran, kata anggota parlemen Yasser Iskander Watout kepada AFP.

Mereka akan mendapatkan tunjangan mulai dari 600.000 sampai 700.000 dinar Iraq (lenih dari $400), imbuh Watout, anggota komisi pertahanan.

Dia mengatakan butuh waktu fua tahun sebelum program wajib militer mulsi diberlakukan sepenuhnya, seraya menambahkan bahwa anak lelaki satu-satunya dan pencari nafkah utama keluarga yang akan dikecualikan dari kewajiban itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sejak Saddam Hussein digulingkan dan dibunuh di tiang gantungan – disaksikan oleh tokoh-tokoh Syiah Iraq – negeri 1001 malam itu dilanda perang sektarian, dan kelompok ISIS beroperasi di sebagian besar wilayah negara itu sebelum akhirnya dikalahkan pada akhir 2017 oleh pasukan pemerintah Iraq dibantu pasukan militer asing pimpinan Amerika Serikat.

Pasukan asing yang berkoalisi memerangi ISIS  memainkan peran langsung di medan pertempuran sampai Desember 2021. Namun, Amerika Serikat saat ini menempatkan sekitar 2.500 tentaranya di Iraq dengan alasan memberikan pelatihan, nasihat dan asistensi kepada tentara nasional Iraq.

Terlepas dari kemenangan yang diumumkan kubu pemerintahan, ISIS terus melakukan serangan intermiten terhadap pasukan pemerintah dan mantan paramiliter Hashed al-Shaabi, yang sekarang terintegrasi ke dalam pasukan reguler.

“Ancaman teroris” yang terus-menerus ini mendorong anggota parlemen Sikfan Sindi – dalam wawancara baru-baru ini dengan kantor berita negara INA – menyerukan pemulihan dinas wajib militer.

RUU itu awalnya diajukan oleh Kementerian Pertahanan pada Agustus 2021, kala itu Iraq di bawah kepemimpinan Mustafa al-Kadhemi sebagai perdana menteri.

Iraq akhir tahun itu memilih parlemen baru, tetapi baru bulan lalu dilantik dalam pemerintahan yang dipimpin oleh Mohammed Shia al-Sudani setelah satu tahun mengalami kelumpuhan politik.

Tidak jelas apakah RUU itu nantinya akan mendapat dukungan parlemen. Namun yang jelas, sudah ada suara penentangan dari sejumlah tokoh.

“Militerisasi masyarakat tidak akan menciptakan patriotisme,” kata anggota parlemen Saeb Khidr dari minoritas Yazidi, salah satu komunitas yang menjadi target ISIS, kepada AFP.

Di negara di mana hampir empat dari 10 orang muda menganggur, mantan menteri kelistrikan Louai al-Khatib menyarankan bahwa lebih penting untuk “menciptakan pusat pelatihan profesional” daripada mewajibkan para pemuda ikut pelatihan militer.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatiraqISISsaddam husseinsyiahwajib militer
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pelecehan seksual Vatikan Gereja Paus Fransiskus Soal Pedofilia Pendeta: Gereja Berusaha Sebaik Mungkin
Tulisan selanjutnya Kenya Ungkap Dokumen Mega Proyek Kereta Api yang Digarap dan Dikuasai China

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?