Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kardinal Ricard Termasuk 11 Uskup Prancis Pelaku Pedofilia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 November 2022 15:12 3:12 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 8 November 2022 15:07
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Kardinal Prancis Jean-Pierre Ricard disebut oleh Gereja sebagai salah satu dari 11 uskup yang sedang menjabat atau mantan yang dituduh melakukan kekerasan seksual pedofilia.

Dalam sebuah pernyataan, kardinal itu mengatakan dia pernah mencabuli seorang anak perempuan berusia 14 tahun ketika dia bertugas sebagai pendeta paroki 35 tahun silam dan sekarang akan mundur dari jabatannya, lapor BBC Senin (7/11/2022).

Setahun yang lalu, sebuah panel menemukan bukti ribuan pedofil berkeliaran di Gereja Katolik Prancis selama beberapa dekade.

Kesebelas tersangka itu akan menghadapi tuntutan atau tindakan disipliner di Gereja.

Pengungkapan terbaru ini muncul saat digelar konferensi para uskup Prancis di Lourdes, bagian barat daya Prancis.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Uskup Agung Eric de Moulins-Beaufort mengatakan kepada para reporter bahwa di antara 11 tersangka itu ada seorang mantan uskup Créteil, Michel Santier, yang baru pensiun tahun lalu setelah dia dituduh melakukan kejahatan seksual dua dekade sebelumnya.

Uskup Agung Eric de Moulins-Beaufort membacakan dengan suara keras sebuah surat dari Kardinal Ricard, yang mengatakan dirinya telah “bertindak tercela” terhadap seorang gadis berusia 14 tahun dan perilakunya itu pasti menyebabkan konsekuensi serius dan berkepanjangan terhadap anak perempuan tersebut.

Sekarang pensiun setelah 18 tahun menjabat uskup Bordeaux, kardinal berusia 78 tahun itu mengatakan bahwa dirinya telah meminta ampunan dari perempuan tersebut dan meminta maaf kepada mereka yang telah disakitinya.

Uskup Bordeaux saat ini, Jean-Paul James, mengutarakan simpatinya kepada korban dan mengulangi kembali imbauannya kepada siapa saja yang pernah menjadi korban di lingkungan keuskupannya agar datang melapor.

Kepala konferensi itu mengatakan bahwa selain kardinal Ricard dan Michel Santier, enam uskup telah didakwa oleh pengadilan atau oleh Gereja dan satu di antaranya sudah meninggal dunia.

Dua bekas uskup lain saat ini menjadi tersangka dalam penyelidikan sementara uskup ketiga sudah dilaporkan ke kejaksaan, imbuhnya.

Dalam sebuah laporan bulan Oktober 2021, sebuah komisi independen yang dibentuk oleh Gereja Katolik di Prancis menemukan sekitar 216.000 anak menjadi korban pencabulan sejak tahun 1950-an, kebanyakan anak lelaki berusia 10-13 tahun.

Pimpinan komisi tersebut mengatakan ada bukti bahwa pelakunya mencapai 3.200 orang dan bukti-bukti sudah diserahkan ke kejaksaan dalam 22 kasus di mana tuntutan pidana masih dimungkinkan untuk dilakukan.

Prancis merupakan satu dari sekian banyak negara di mana kejahatan seksual oleh para pendeta dan rohaniwan Gereja Katolik marak terjadi.

Tahun lalu, Paus Fransiskus mengubah undang-undang gereja untuk memasukkan kejahatan seksual, merawat anak di bawah umur untuk kepentingan seks, memiliki atau menyimpan materi pornografi anak dan menutupi kejahatan-kejahatan seksual itu sebagai tindak pidana di bawah hukum Vatikan.

Dalam sebuah pesan menjelang konferensi para uskup musim gugur di Lourdes, Paus Fransiskus mengatakan Gereja Prancis sekali lagi kewalahan dengan banyaknya pelanggaran yang dilakukan oleh sebagian pendetanya.

Konferensi itu bertujuan menemukan cara untuk memperbaiki komunikasi dan transparansindalam kasus-kasus seksual yang melibatkan para rohaniwan Katolik.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gereja katolikJean-Pierre RicardKardinalpaus FransiskuspedofiliaPrancisvatikan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Airbus dan Tata Berkolaborasi Membuat Pesawat Angkut Militer India
Tulisan selanjutnya Politik Identitas atau Sekularisasi?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Kajian

Khutbah Jumat: Tauhid, Fondasi Peradaban yang Tak Pernah Runtuh

Kajian
24 Juni 2026 14:35
‘Israel’ Gelontorkan Dana untuk Ubah Situs Arkeologi Palestina Jadi Situs Yahudi
Seorang Pemimpin ISIS Terbunuh Dalam Serangan Amerika di Suriah
Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan

Terbaru

  • Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober
  • Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
  • Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman
  • Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
  • Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran
  • Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan
  • Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya
  • Italia Geram Sekjen NATO Ungkap Perannya Bantu Amerika dalam Perang Iran
  • Seorang Pemimpin ISIS Terbunuh Dalam Serangan Amerika di Suriah
  • Iman, Ilmu, dan Amal: Tiga Pilar Kebangkitan Umat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?