Hidayatullah.com — Pemerintahan Imarah Islam Afghanistan yang dipimpin Taliban telah memperbaiki 70 pesawat militer dan helikopter rusak yang ditinggal tentara Amerika Serikat. Sebelum mundur dari Afghanistan pada Agustus tahun lalu, tentara AS terlebih dulu merusak peralatan militer yang mereka tinggalkan.
Mengutip Anadolu (24/11/2022), Angkatan Udara Afghanistan telah memperbaiki 70 pesawat militer dan helikopter rusak yang diwariskan kepada pemerintahan Presiden Ashraf Ghani oleh AS dan pasukan sekutunya, ujar juru bicara Kemenhan Afghanistan, Inayatullah Khawarizmi.
Semua peralatan itu sekarang akan digunakan oleh Angkatan Udara Afghanistan.
Tentara AS telah merusak pesawat militer, helikopter, dan berbagai kendaraan militer lainnya sebelum meninggalkan negara itu pada 31 Agustus 2021.
“Kami tidak memiliki satu pun pesawat operasional ketika kami berkuasa,” katanya.
Pemerintah sementara Taliban kemudian mulai membangun kembali Angkatan Udara Afghanistan, kata Khawarizmi, menambahkan bahwa “lebih dari 70 pesawat dan helikopter yang hancur telah diperbaiki dan dioperasikan sejauh ini dengan sarana kami sendiri dan dukungan teknisi kami.”
Pesawat dan helikopter militer lainnya yang rusak dan tidak dapat digunakan masih diperbaiki, tambahnya.
Juru bicara itu mengatakan sekitar 600 pilot dan teknisi meninggalkan negara itu selama transisi kekuasaan Kabul tahun lalu. Namun, 40 dari mereka telah kembali, tambahnya.
Atas permintaan Taliban, sekitar 40 pilot dan teknisi kembali ke Afghanistan dan memulai pekerjaan mereka, katanya. Ia berterima kasih kepada mereka karena telah memperbaiki pesawat yang rusak dan memperkenalkannya kembali ke dalam angkatan udara.
“Kami menyediakan suku cadang yang kami butuhkan untuk perbaikan pesawat dan helikopter dari pesawat atau helikopter yang rusak parah atau tidak dapat diperbaiki karena kami tidak dapat membeli suku cadang untuk mereka. Pekerjaan ini kami selesaikan sendiri sepenuhnya,” katanya menambahkan bahwa mereka juga tidak dalam posisi keuangan untuk membeli pesawat atau helikopter militer baru.*