Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Ingin Terapkan Istilah Gender Netral, Gereja Inggris akan Ubah Panggilan Tuhan

Ahmad
Terakhir diupdate: 17 Februari 2023 11:39 11:39 am
Ahmad
Dipublikasikan 17 Februari 2023 10:45
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com — Gereja Inggris sedang mempertimbangkan alternatif untuk menyebut Tuhan sebagai “dia (laki-laki)” usai para pendeta meminta diizinkan menggunakan istilah yang netral gender.

Proyek baru untuk memperdebatkan masalah tersebut akan dimulai pada musim semi, kata Gereja. Perubahan apapun, yang akan menandai penyimpangan dari ajaran tradisional Yahudi dan Kristen sejak ribuan tahun lalu, harus disetujui oleh Sinode – badan pembuat keputusan Gereja.

Rt Rev Dr Michael Ipgrave, Uskup Lichfield dan wakil ketua komisi liturgi yang bertanggung jawab atas masalah tersebut, mengatakan bahwa Gereja telah “menjelajahi penggunaan bahasa gender dalam hubungannya dengan Tuhan selama beberapa tahun”.

“Setelah beberapa dialog antara kedua Komisi di bidang ini, proyek bersama baru tentang bahasa gender akan dimulai musim semi ini,” katanya dilansir GBNews, Rabu (08/02/2023).

“Sama dengan potensi perubahan lainnya pada ketentuan liturgi resmi, mengubah susunan kata dan jumlah bentuk absolusi resmi akan membutuhkan proses sinode penuh untuk mendapatkan persetujuan.”

Baca Juga

MUI Siapkan Naskah Akademik dan RUU Pidana LGBT, Akan Didorong Masuk Prolegnas
Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober
Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman
Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran
Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan

Namun, detail dari proyek ini masih belum jelas.

Komentar Uskup Lichfield itu menjawab pertanyaan yang diajukan di Sinode oleh seorang pendeta tentang kemajuan dalam mengembangkan “bahasa yang lebih inklusif” dalam kebaktian.

Saat ini belum jelas istilah apa yang nantinya akan menggantikan istilah “Bapa Kami” dalam Doa Bapa Kami, doa penting Kristen yang konon diperintahkan oleh Yesus Kristus kepada para pengikutnya untuk diucapkan bersama dari generasi ke generasi.

Sementara, pihak konservatif mengkritik kemungkinan perubahan istilah tersebut.

“Fakta bahwa Tuhan disebut ‘Ayah’ tidak dapat digantikan oleh ‘Ibu’ tanpa mengubah makna, juga tidak dapat dinetralkan secara gender menjadi ‘Orang Tua’ tanpa kehilangan makna,” tandas Pendeta Dr Ian Paul.

“Ayah dan ibu tidak dapat dipertukarkan tetapi berhubungan dengan keturunan mereka dengan cara yang berbeda.

“Jika komisi liturgi berusaha mengubah ini, maka dengan cara yang penting mereka akan menjauhkan doktrin Gereja dari yang didasarkan pada kitab suci.”

Seorang juru bicara Gereja Inggris berkata: “Ini bukan hal baru. Umat Kristiani telah mengakui sejak zaman kuno bahwa Tuhan bukanlah laki-laki atau perempuan, namun berbagai cara untuk menyebut dan menggambarkan Tuhan yang ditemukan dalam kitab suci tidak selalu tercermin dalam ibadah kita.

“Ada minat yang lebih besar dalam mengeksplorasi bahasa baru sejak diperkenalkannya bentuk layanan kami saat ini dalam bahasa kontemporer lebih dari 20 tahun yang lalu.

“Sebagai bagian dari program kerja regulernya selama lima tahun ke depan, Komisi Liturgi telah meminta Komisi Keyakinan dan Tata Gereja untuk bekerja dengannya dalam melihat pertanyaan-pertanyaan ini.

“Sama sekali tidak ada rencana untuk menghapus atau secara substansial merevisi liturgi resmi saat ini, dan tidak ada perubahan seperti itu yang dapat dilakukan tanpa undang-undang yang luas.”

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Gender Netralgereja inggrisHeadlineNeutral GenderNon-Binary
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Karena Sering Didiskriminasi, Muslimin Terpelajar di Prancis Memilih Hijrah ke Luar Negeri
Tulisan selanjutnya Sejumlah Warga Amerika Serikat Terlibat Pembunuhan Presiden Haiti Jovenel Moise

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seorang Pemimpin ISIS Terbunuh Dalam Serangan Amerika di Suriah

Berita
25 Juni 2026 11:39
‘Israel’ Gelontorkan Dana untuk Ubah Situs Arkeologi Palestina Jadi Situs Yahudi
Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya
Khutbah Jumat: Tauhid, Fondasi Peradaban yang Tak Pernah Runtuh

Terbaru

  • MUI Siapkan Naskah Akademik dan RUU Pidana LGBT, Akan Didorong Masuk Prolegnas
  • Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober
  • Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
  • Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman
  • Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
  • Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran
  • Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan
  • Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya
  • Italia Geram Sekjen NATO Ungkap Perannya Bantu Amerika dalam Perang Iran
  • Seorang Pemimpin ISIS Terbunuh Dalam Serangan Amerika di Suriah

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Italia Geram Sekjen NATO Ungkap Perannya Bantu Amerika dalam Perang Iran

25 Juni 2026 12:11
Berita

Trump Sebut Dana Iran yang Dibebaskan Akan Dipakai Beli Produk AS

24 Juni 2026 16:20
Berita

Ledakan di Fasilitas Gas Terbesar Qatar Merenggut 13 Nyawa

23 Juni 2026 22:31
Mossad
Berita

Turki Tangkap 209 Orang di Ankara Jelang KTT NATO

23 Juni 2026 21:41
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?