Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Wawancara

Ada Capres yang (konon) Sudah Disetting

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Juli 2014 14:05 2:05 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Juli 2014 13:45
Bagikan
Dr H Mutiara Fahmi, Lc, MA
Bagikan

Lanjutan wawancara kedua; Tugas Lain Pemimpin adalah Menegakkan Hukum Allah

Berdasarkan kriteria dan tugas-tugas seorang pemimpin menurut Islam. Apakah Pemimpin Aceh dan Indonesia sekarang sudah sesuai yang diharapkan Islam?

Untuk pertama kalinya, khususnya warga Aceh pantas bersyukur dengan adanya Undang-Undang  Pemerintahan Aceh (UUPA) yang sudah mengizinkan secara legal untuk menjalankan syariat Islam secara kaffah di Aceh.

Lalu jika kita tanyakan apakah Pemimpin Aceh dan Indonesia  sudah sesuai yang diharapkan Islam. Tentu jawabnya, belum seratus persen. Tapi kita sudah menempuh di jalur yang benar. In syaa Allah dengan kerja keras semua unsur kita akan sampai ke Pemerintahan yang ideal. Bahkan menurut saya, proses perjalanan  kita sekarang sudah cepat. Bila dibanding dengan Mesir sudah sejak tahun 60-an meraka sudah punya draf syariat Islam tapi tidak adanya political will sehingga sampai hari ini belum terwujud.

Kemudian secara Nasional, Pemimpin Indonesia sejak dari dulu tidak ada yang islamis, semuanya nasionalis sekalipun bersasal dari Partai Islam seperti Gusdur. Namun alhamdulilah  semua pemimpin Indonesia sangat menghormati  hukum-hukum  Islam walaupun tidak sepenuhnya dijalankan. Karena ciri-ciri  NKRI sekarang bukan Negara agama dan bukan Negara sekuler murni.

Baca Juga

Pengamat Politik Internasional UI Sofwan Al-Banna Menampik Adanya Hubungan Kuat Hamas dengan Syiah
Kisah Hafizh Belajar Menghafal Qur’an: “Pahitnya” Bambu, Manisnya Pisang Goreng [2]
Kisah Hafizh Belajar Menghafal: Al-Qur’an Dieja Pakai Bahasa Latin [1]
Sinyo Egie, Pendiri Peduli Sahabat:  Pelaku LGBT Harus Punya Niat dan Keinginan Sembuh
Kisah Ustadz Hasan Ibrahim Bergabung Hidayatullah: Masuk Hutan, Batalkan Kuliah Madinah

Sehingga ada anekdot yang mengatakan “Indonesia adalah Negara bukan-bukan” artinya bukan Negara agama bukan pula Negara sekuler. Hahahahaha.

Apakah capres –cawapres kita saat ini memenuhi syartul shihah (syarat legalitas) dan syartul kamal (syarat kesempurnaan)?

Menurut hemat saya dari kedua calon capres-cawapres sudah memenuhi syartul shihah (syarat legalitas) namun syartul kamal (syarat kesempurnaan) silahkan dipertimbangkan sendiri oleh ummat Islam, kira-kira calon manakah yang banyak kemasahatannya. Sebagaimana kata Al-mawardi setiap pemimpin milik zamannya. Sebagaimana sudah kita sebuat di awal bahwa pemimpin mesti tegas dan  punya ilmu serta wawasan yang luas. Menurut saya, Indonesia hari ini sedang darurat. Kita butuh pemimpin yang tegas untuk mengahadapi ancaman dari luar yang ingin menjejah Indonesia dengan cara mengangkut hasil bumi ke Negara pemilik modal. Bahkan menurut pendapat kebanyakan ulama dalam kedaaan darurat pemimpin yang tegas jauh lebih penting dari pada syarat lainnya jika Negara sedang dalam ancaman musuh.

Saya beserta pimpinan pesantren di Indonesia pernah diundang ke Pusat Studi Asia Tenggara, Kiyoto University, Jepang. Ada dua orang Profesor menjelaskan hasil penelitian mereka tentang kemana arah suara ummat Islam dan Kristen dalam Pemilu di Indonesia.  Mulai Pemilu pertama hingga sekarang terus mereka amati. Tujuan penelitian mereka hanya untuk masukan kepada Pemerintahan Jepang tentang pengambilan kebijakan bidang ekonomi karena Indonesia adalah Negara terbesar yang memakai produk Jepang.

Yang paling unik adalah mereka sudah mengamati salah satu capres kita memiliki pencitraan begitu massif di berbagai media. Bahkan kabarnya mereka sudah memprediksi bahwa ia sudah disetting untuk RI 1 sudah jauh-jauh hari. Dalam amatan mereka belum ada satupun tokoh Indonesia sejak merdeka sampai sekarang yang dicitrakan seperti itu.*/Mustafa Husen (Aceh)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:agamacapreskesederhanaannahi munkarpemimpinsederhana
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tugas Lain Pemimpin adalah Menegakkan Hukum Allah
Tulisan selanjutnya Bahrain Mengusir Diplomat AS Setelah Bertemu Kelompok Syiah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Wawancara

Pakar Anti Feminisme Dr Norsaleha Mohd Salleh: Liberalisme dan Feminisme Itu Satu Paket

24 Juli 2021 17:03
baitul maqdis
Wawancara

Dr. Khalid el-Awaisi: “Kini Banyak Orang Islam Berhati Zionis”

11 Juni 2021 09:55
Masjid Al-Aqsha
Wawancara

Akademisi Gaza: “Dihujani Berton-ton Bom, Kami akan Tetap Bersandar pada Allah untuk Perjuangkan Masjid Al-Aqsha”

22 Mei 2021 10:45
Wawancara

Ahmad Sarwat: Salafi Termasuk Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah

15 April 2021 11:06
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?