Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Iptekes

Ahli Bedah AS Telah Membunyikan Alarm untuk Remaja Pengguna Media Sosial

Ahmad
Terakhir diupdate: 6 Juni 2023 11:53 11:53 am
Ahmad
Dipublikasikan 6 Juni 2023 12:10
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Ahli bedah AS, Dr Vivek Murthy, memaparkan apa yang dia katakan sebagai risiko kesehatan mental yang mendalam yang melibatkan media sosial. Murthy memperingatkan negara itu bahwa tidak ada cukup bukti untuk menunjukkan media sosial (medsos) aman untuk anak-anak dan remaja.

Lebih jauh, ia juga  menyerukan perusahaan teknologi, orang tua, dan pengasuh untuk mengambil “tindakan segera untuk melindungi anak-anak sekarang.”  Penggunaan media sosial bagi kaum muda secara umum telah berdampak pada kesehatan mental.

Dr. Vivek Murthy meminta perusahaan teknologi untuk berbagi data dan meningkatkan transparansi dengan peneliti dan publik serta memprioritaskan kesehatan dan keselamatan pengguna saat merancang produk.

“Saya menyadari perusahaan teknologi telah mengambil langkah-langkah untuk mencoba membuat platform mereka lebih sehat dan lebih aman, tapi itu tidak cukup,” kata Murthy kepada The Associated Press (AP) dalam sebuah wawancara.

“Anda bisa melihat persyaratan usia, di mana platform mengatakan 13 adalah usia di mana orang dapat mulai menggunakan platform mereka. Namun 40% anak-anak berusia 8 hingga 12 tahun menggunakan media sosial. Bagaimana itu terjadi jika Anda benar-benar menegakkan kebijakan Anda?”

Baca Juga

Ketika Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Masa Depan: Gen Z Mulai Ragu Nilai Kuliah
Jumlah Kasus Penyakit Menular Seksual di Eropa Pada 2024 Mencatat Rekor
Belajar di Waktu Subuh Terbukti Tingkatkan Kinerja Otak dan Daya Ingat
Pembuat Jutaan iPhone Malah Malah Melarang Main HP Berlebihan karena Bahaya
Kecenderungan Beragama Generasi Z Meningkat, Ini Temuan Peneliti

Untuk mematuhi peraturan federal, perusahaan media sosial telah melarang anak-anak di bawah 13 tahun untuk mendaftar ke platform mereka — tetapi secara fakta, anak-anak terbukti masih bisa dengan mudah menghindari larangan tersebut, baik dengan atau tanpa persetujuan orang tua mereka.

Tindakan lain yang diambil platform sosial untuk mengatasi kekhawatiran tentang kesehatan mental anak-anak juga mudah dielakkan. Misalnya, TikTok  baru-baru ini memperkenalkan batas waktu default 60 menit untuk pengguna di bawah 18 tahun. Namun begitu batas tercapai, anak di bawah umur cukup memasukkan kode sandi untuk terus melanjutkan menonton.

Satu studi internal mengutip 13,5% gadis remaja mengatakan Instagram memperburuk pikiran untuk bunuh diri dan 17% gadis remaja mengatakan itu memperburuk gangguan makan. Penelitian tersebut diungkap pada tahun 2021 oleh whistleblower Frances Haugen.

Ia berharap para pembuat kebijakan perlu mengatasi bahaya media sosial dengan cara yang sama seperti mereka mengatur hal-hal seperti kursi mobil, susu bayi, obat-obatan dan produk lain yang digunakan anak-anak, kata Murthy dalam sebuah laporan yang diterbitkan Selasa.

“Kami meminta orang tua untuk mengelola teknologi yang berkembang pesat yang secara mendasar mengubah cara anak-anak mereka berpikir tentang diri mereka sendiri, bagaimana mereka membangun persahabatan, bagaimana mereka mengalami dunia – dan teknologi, yang tidak pernah harus dikelola oleh generasi sebelumnya,” kata Murthy. “Dan kami meletakkan semua itu di pundak orang tua, yang sama sekali sanngat tidak adil.”

Pengaruh perkembangan otak

Sementara itu Murthy juga menyerukan penelitian lebih lanjut. Dia mengatakan ada banyak bukti bahwa saat ini media sosial memiliki “risiko bahaya yang sangat besar” pada kesehatan mental dan kesejahteraan anak-anak dan remaja.

Salah satu faktor penting adalah perkembangan otak anak. Orang dewasa dapat menderita dari efek berbahaya dari media sosial. Tetapi anak-anak dan remaja berada pada “tahap perkembangan otak yang berbeda secara fundamental, di mana jalur di otak mereka, hubungan sosial mereka, harga diri dan identitas mereka semuanya sedang berkembang,” kata Murthy.

“Dan dalam hal ini, mereka bahkan lebih rentan untuk dipengaruhi oleh isyarat sosial, tekanan sosial, dan perbandingan sosial – dan ketiga hal itu ada dalam kelimpahan yang luar biasa di media sosial.”

Faktanya, penggunaan media sosial yang sering dapat dikaitkan dengan “perubahan yang berbeda” di otak yang sedang berkembang, dan dapat meningkatkan kepekaan terhadap penghargaan dan hukuman sosial, menurut sebuah penelitian yang dikutip dalam laporan ahli bedah umum.

Penelitian menunjukkan 95% remaja berusia 13 hingga 17 tahun melaporkan menggunakan platform media sosial, dengan lebih dari sepertiga mengatakan bahwa mereka menggunakan media sosial “hampir terus-menerus”, menurut Pew Research Center.

Tinjauan sistematis terhadap 42 studi menemukan “hubungan yang konsisten antara penggunaan media sosial dan kualitas tidur yang buruk, durasi tidur yang berkurang, kesulitan tidur, dan depresi di kalangan remaja.”

Pada hari kerja biasa, hampir satu dari tiga remaja melaporkan menggunakan media layar hingga tengah malam atau setelahnya. Padahal apa yang mereka lihat di media sosial juga mengkhawatirkan.

MUlai bombardir gambar tubuh yang tidak realistis hingga budaya “perbandingan berlebihan” intimidasi, kebencian, dan pelecehan. Karenanya, Murthy mengatakan khawatir dampaknya terhadap kesehatan mental anak muda muncul dalam “statistik kesehatan mental yang mengganggu” di negara itu yang dampaknya bakal terjadi peningkatan depresi, kecemasan, bunuh diri, kesepian di kalangan remaja.

Yang menarik, laporan Murthy tidak menyuruh anak muda berhenti sama sekali dengan menggunakan media sosial. Media sosial masih dinilai ada manfaatnya sebagai ruang ekspresi diri melalui hubungan dengan teman sebaya, mengembangkan identitas, dan menemukan dukungan sosial.

“Untuk setiap keluarga, mungkin tidak layak menghentikan anak Anda menggunakan media sosial atau mungkin ada manfaatnya,” kata Murthy. “Tapi membatasi penggunaan media sosial dalam kehidupan anak Anda sehingga ada waktu dan ruang yang terlindungi, bebas teknologi, itu bisa sangat membantu,” ujarnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gangguan jiwaHeadlinemedia sosialmedsomedsospengaruh otakremaja
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Lebih Dari 80 Ribu Jamaah Indonesia Sudah Tiba di Tanah Suci
Tulisan selanjutnya Imran Khan ‘Dilenyapkan” dari Pemberitaan Media Pakistan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

vape covid
Iptekes

Otoritas Kesehatan Prancis Peringatkan Risiko Vape Bagi Kesehatan

13 Februari 2026 20:11
Iptekes

Satu dari Tiga Orang Belanda Tidak Sadar Dirinya Diabetes

12 Februari 2026 18:16
BeritaIptekes

WHO: Kasus di India dan Bangladesh Risiko Penyebaran Virus Nipah Rendah

12 Februari 2026 15:28
Iptekes

WHO: Daging Olahan Termasuk Sosis dan Bacon Masuk Karsinogen Pemiku Kanker

11 Februari 2026 21:09
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?