Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Iptekes

Buaya Costa Rica Hamil dan Beranak Tanpa Pasangan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 Juni 2023 08:07 8:07 am
Ama Farah
Dipublikasikan 8 Juni 2023 08:07
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Kasus pertama seekor buaya betina yang hamil dan beranak sendiri tanpa adanya pasangan terjadi di sebuah kebun binatang di Costa Rica.

Telur diletakkan oleh buaya Amerika betina berusia 18 tahun di Parque Reptilania pada Januari 2018. Janin di dalamnya sudah terbentuk sempurna tetapi lahir dalam keadaan mati sehingga tidak menetas.

Buaya betina tersebut diperoleh saat dia berumur dua tahun dan dipisahkan dari buaya-buaya lain selama hidupnya.

Oleh karena itu, tim ilmiah kebun binatang tersebut menghubungi Dr Warren Booth, Ilmuwan kelahiran Belfast yang sekarang bekerja di Virginia Tech di AS. Dia sudah 11 tahun mempelajari kelahiran perawan, yang dikenal secara ilmiah sebagai partenogenesis.

Dr Booth menganalisis fetus dan menemukan bahwa janin buaya lebih dari 99,9% indentik secara genetik dengan ibunya, mengkonfirmasi janin itu tidak memiliki ayah.

Baca Juga

Pakar Bilang Suplemen Harian Lebih Banyak Bahaya Dibandingkan Manfaat
Ketika Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Masa Depan: Gen Z Mulai Ragu Nilai Kuliah
Jumlah Kasus Penyakit Menular Seksual di Eropa Pada 2024 Mencatat Rekor
Belajar di Waktu Subuh Terbukti Tingkatkan Kinerja Otak dan Daya Ingat
Pembuat Jutaan iPhone Malah Malah Melarang Main HP Berlebihan karena Bahaya

Fenomena yang disebut “kelahiran perawan” tidak mengejutkan karena pernah ditemukan terjadi pada spesies burung, ikan, dan reptil lainnya, tetapi belum pernah terjadi sebelumnya pada buaya, kata Dr Booth kepada BBC News Rabu (7/6/2023).

”Kami melihatnya pada hiu, burung, ular, dan kadal, dan ini sangat umum dan tersebar luas”.

Dia berspekulasi bahwa alasan partenogenesis belum terlihat pada buaya adalah karena orang belum mencari dan menemukan contohnya.

”Ada peningkatan besar dalam laporan partenogenesis saat orang mulai memelihara ular peliharaan. Tapi rata-rata pemelihara reptil tidak memelihara buaya,” katanya.

Satu teori menyatakan bahwa hal itu terjadi pada spesies yang mampu melakukan partenogenesis ketika jumlah mereka menyusut, dan mereka berada di ambang kepunahan.

”Fakta bahwa mekanisme partenogenesis adalah sama pada begitu banyak spesies yang berbeda menunjukkan bahwa itu adalah sifat yang sangat kuno yang telah diwariskan selama berabad-abad. Jadi ini mendukung pemikiran yang menduga bahwa dinosaurus juga dapat bereproduksi dengan cara ini,” papar Dr Booth.

Penelitian perihal buaya betina hamil tanpa pejantan tersebut telah dipublikasikan di jurnal Royal Society, Biology Letters.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:buayaCosta Ricaparthenogenesis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Puluhan Kepsek Di Bandung Komitmen Siapkan Pelajar Berahlak Baik Lewat Program Sekolah Penggerak
Tulisan selanjutnya Jutawan China Mengikuti Ujian Masuk Universitas Ke-27 Kali

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI Siapkan Naskah Akademik dan RUU Pidana LGBT, Akan Didorong Masuk Prolegnas

Berita
29 Juni 2026 17:12
Jeritan Seorang Homoseksual dan Solusi Drs. Faruq Nasution
Ketua Umum MUI Dorong Pemerintah Tiru Rusia Tetapkan Gerakan LGBT Teroris
Kloter Terakhir Jamaah Indonesia Tiba di Tanah Air, Operasional Haji 2026 Berakhir
Ngaku Bisa Terbang, Pendeta Hindu di India Tewas Usai Terjatuh dari Bukit

Terbaru

  • Kloter Terakhir Jamaah Indonesia Tiba di Tanah Air, Operasional Haji 2026 Berakhir
  • Hamas Berharap Pasukan Internasional Jadi Penghalang Pelanggaran ‘Israel’ di Gaza
  • Aksi-Aksi Suporter Bola Dukung Palestina di Piala Dunia 2026
  • Akui Gagal Gulingkan Hamas, Netanyahu Siapkan “Migrasi Sukarela” bagi Penduduk Gaza
  • Rusia Sempat Dituduh, Pipa Gas Nord Stream Ternyata Disabotase Tentara Ukraina
  • Helikopter Mendarat Darurat di Laut Arab Satu Tentara Amerika Hilang
  • Membangun Peradaban dari Rumah: Ketahanan Keluarga sebagai Jalan Kebangkitan Umat
  • Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
  • MUI Perjuangkan Akses Hunian Layak bagi Dai dan Guru Ngaji
  • Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial

Mungkin Anda Juga Suka

Iptekes

Kecenderungan Beragama Generasi Z Meningkat, Ini Temuan Peneliti

2 Maret 2026 16:00
vape covid
Iptekes

Otoritas Kesehatan Prancis Peringatkan Risiko Vape Bagi Kesehatan

13 Februari 2026 20:11
Iptekes

Satu dari Tiga Orang Belanda Tidak Sadar Dirinya Diabetes

12 Februari 2026 18:16
BeritaIptekes

WHO: Kasus di India dan Bangladesh Risiko Penyebaran Virus Nipah Rendah

12 Februari 2026 15:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?