Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Menghafal al-Quran, Siapa Takut?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 Mei 2013 16:30 4:30 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Mei 2013 16:30
Bagikan
Bagikan

SALAH satu garansi langsung dari Allah Subhanahu Wata’ala adalah, al-Quran sangat mudah dibaca dan dihafalkan. Sehingga, tak ada alasan seseorang untuk mangkir dan berpaling dari belajar membaca al-Quran. Terlebih, berdalih susah lalu tidak menghafalnya. Ini sesuai dengan janji Allah dalam firman;

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ

“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?.” (QS: al-Qamar [54]: 17).

Sekarang, mari kita kalkulasikan bersama. Jika Anda menghafal satu hari satu ayat secara konsisten, Anda akan bisa rampung menghafalnya selama 17 tahun, tujuh bulan, dan sembilan hari.

Ini bila dengan asumsi jumlah ayat mengikuti pendapat mayoritas ulama Makkah yaitu lebih dari 6220 ayat. Perinciannya sebagai berikut: 17 x 360 hari = 6120 hari. Jumlah itu ditambah tujuh bulan sembilan hari. Totalnya 6339 hari.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Jika dua hari dua ayat, maka hafalan tersebut akan kelar selama delapan tahun, sembilan bulan, dan 18 hari. Jika proses itu dijalani, tak akan terasa.

Ketahuilah, para penghafal al-Quran, mengemban misi dan tugas yang mulia. Mereka akan mendapatkan kemuliaan di dunia dan akhirat kelak. Secara tegas, Allah memuliakan para hafidz itu melalui lisan Rasul-Nya, Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassalam.

Penghafal Kitab Suci itu, seperti dinukilkan Imam at Tirmidzi dalam riwayatnya, “akan berhias dengan mahkota kemuliaan.” Ini karena Sang Khaliq memberikan keridhaan pada yang bersangkutan. Kebaikannya pun akan bertambah, tiap kali melantunkan satu ayat.

Para penghafal al-Quran, seperti ditegaskan pula di hadis riwayat Ahmad, adalah ‘keluarga’ Allah di muka bumi. Keutamaan inilah, yang mendorong Rasul memuliakan para sahabat penghafal al-Quran.

Ketika perang Uhud meletus, tak sedikit sahabat yang gugur dalam pertarungan itu. Rasulullah selalu mendahulukan para penghafal al-Quran untuk dimakamkan lebih dulu.

“Manakah di antara mereka yang hafal Al-Quran?,” demikian jawaban Rasul atas pertanyaan Sahabat.

Semasa Rasul hidup, gairah menghafal al-Quran di kalangan Sahabat sangatlah tinggi. Tak terkecuali para pemuda. Ada sederet nama kawula muda ketika itu yang menghafal al-Quran seperti Amar bin Salamah, al-Barra’ bin ‘Azib, dan Zaid bin Haritsah.

Sahabat Zaid bin Tsabit yang berusia belia saat itu, bahkan masuk ke dalam daftar Sahabat pencatat wahyu. Di masa Khalifah Abu Bakar, Zaid dilibatkan pula proyek kodifikasi al-Quran.

Akan tetapi, terdapat poin penting yang mesti ditekankan para penghafal al-Quran. Mereka mesti mengikuti sejumlah aturan dan etika agar proses menghafal mendapatkan keberkahan dari-Nya. Syeikh Qahthan Birqadar, memaparkan sejumlah fondasi dasar yang harus diperkokoh para penghafal al-Quran.

Yang paling utama ialah meluruskan niat. Jadikan motivasi satu-satunya menghafal al-Quran, yakni mendapatkan keridhaan-Nya. Bukan berorientasi pada ketenaran, popularitas, yang berkelindan dengan melimpah ruahnya materi. “Niat duniawi tak akan berbuah manis,” tulisnya.

Lihatlah, kisah yang tertuang di hadis riwayat Muslim. Mereka yang belajar dan mengajarkan Kitab Samawi itu, harus menerima siksa lantaran tujuannya hanya ingin dielu-elukan manusia.

Kedua, Syeikh Qahthan mengingatkan, agar menyempurnakan proyek hafalan itu dengan praktik dan pengamalan al-Quran. Amalkan ajaran, nilai, dan etika yang terkandung di dalamnya. Jadilah hafidz (penghafal) yang pionir dan selalu terdepan soal akhlak dan moralitas.

Ketiga, tetap tawadhu dan tidak sombong di hadapan orang lain. Ingatlah, Al-Quran akan menjadi saksi kita kelak di akhirat. “Al-Quran adalah saksi atats kebaikan atau keburukanmu,”sabda Rasulullah di hadis Muslim.

Keempat, tetaplah konsisten mengulang-ulang hafalan (muraja’ah). Ini agar anugerah berupa hafalan yang diberikan Allah, tidak sirna begitu saja. Proses mengulang dan menjaga hafalan, justru lebih berat dibandingkan menghafal itu sendiri.

Sebuah hadits riwayat Bukhari Muslim menyatakan hal itu. Rasul pernah menyerukan agar tetap menjaga hafalan al-Quran. “Memelihara hafalan lebih berat ketimbang mengikat seekor unta,”ujar Nabi.

Ada banyak media yang bisa dilakukan untuk proses muraja’ah. Mulai dari menjadi imam shalat, mendengarkan tilawah melalui mp3, saling bertukar bacaan, dan sebagainya. Tentu, ini akan lebih utama dan ditekankan dengan bimbingan guru yang berkompeten.*/Asyraf Seferagic, LC, alumni Pesantren Modern Al-Manar

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ormas Islam Aceh Tagih Janji Pembahasan Qanun Jinayah
Tulisan selanjutnya Aher: Pergub Bukan Sumber Konflik Ahmadiyah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?