Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ilahiyah Finance

The Silence of Frogs

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Juli 2014 12:53 12:53 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Juli 2014 12:53
Bagikan
Bagikan

Oleh: Muhaimin Iqbal

ORANG-orang seusia saya sekitar setengah abad, rata-rata masih ingat suara malam di desa yang dihiasi oleh orchestra kodok, jangkrik, belalang dan entah apa lagi. Generasi anak saya yang tinggal di kota sudah tidak bisa membayangkan seperti apa indahnya orchestra malam tersebut, generasi cucu saya apa lagi – seandainya kita ajak untuk tinggal kembali ke desa-pun – suara malamnya telah jauh berbeda. Dan ini ternyata bukan hanya di negeri kita, di seluruh dunia populasi kodok – pemain utama dalam orchestra malam – terus menghilang.

Sekitar 12 tahun lalu ada artiel menarik di The New York Times dengan judul “The Silence of Frogs”. Artikel panjang yang mengulas antara lain  hasil temuan di The First Congress of Herpetology di Canterbury – UK,  beberapa tahun sebelumnya.

Dalam konggres pertama di bidang herpetology (cabang ilmu tentang amphibi ) ini, para pesertanya menemukan sesuatu yang mirip satu sama lain dari hampir seluruh dunia, yaitu temuan berupa menghilangnya kodok-kodok di hampir seluruh dunia.

Yang mengkawatirkan adalah menghilangnya kodok-kodok tersebut bukan hanya di perkotaan atau daerah industri dimana limbah-limbah beracun mengotori perairan, menghilangnya kodok juga di daerah-daerah yang masih terjaga lingkungannya dan bahkan juga di hutan-hutan.

Baca Juga

Indonesia Masuk Peringkat Dunia dalam Keuangan Syariah, Perlu Pembenahan Kurikulum Lebih Baik
Cashback yang di Tawarkan Go-pay dan OVO, Haramkah?
Industri Pertanian Zaman Nabi
Makanan Yang Membuat Tidak Miskin
Industry 0.0

Yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah karena adanya kemiripan sistem endocrine antara manusia dan binatang-binatang yang lebih kecil – menunjukkan kesamaan Penciptanya ! – maka apapun yang telah memusnahkan kodok-kodok beserta seluruh pemain orchestra malam lainnya, bisa pula memusnahkan bangsa manusia.

Tentu saja manusia jauh lebih cerdas, berbagai penyakit baru muncul – berbagai obat baru-pun ditemukan. Dengan rakhmatNya berupa kecerdasan ini manusia bisa lebih lama survive ketimbang binatang-binatang kecil tersebut.

Tetapi bila hanya mengandalkan kecerdasannya saja, perjuangan untuk sekedar survive dari bangsa manusia-pun hanya bisa dilakukan dengan susah payah dan dengan biaya yang semakin mahal dari waktu ke waktu. Anda bisa cek ini dari tagihan biaya kesehatan di kantor-kantor dan pabrik-pabrik, bahkan juga pada skala negara. Akhir tahun lalu, negeri adi kuasa dunia-pun terpaksa harus men-shut down aktifitasnya untuk beberapa hari antara lain di-trigger oleh pembiayaan kesehatan yang melambung.

Lantas bagaimana bangsa manusia bisa survive lebih lama di bumi ini ? Petunjuknya sudah amat sangat jelas.

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS ar-Ruum [30]:41)

Kembali ke jalan yang benar hanya satu arahnya yaitu kembali kepada petunjukNya yang ada di Al-Qur’an dan sunnah-sunnah nabiNya.

Sekarang kita lihat kembali apa yang menyebabkan musnahnya kodok-kodok yang dikawatirkan juga bisa menyebabkan musnahnya bangsa manusia  tersebut?

Pencemaran udara dan air yang disebabkan oleh aktifitas manusia dalam mengelola kehidupannya seperti ketika mengelola industry, membabat hutan, pembakaran energi fosil yang berlebihan dan segala aktifitas manusia lainnya yang tidak memperdulikan lingkungan.

Pengelolaan  yang salahlah yang menyebabkan kerusakan di darat dan di laut tersebut. Karena ada yang salah berarti ada pengelolaan yang benar – yang bisa menyelamatkan kehidupan kodok-kodok dan tentu saja juga menyelamatkan kehidupan bangsa manusia ? Tentu saja ada ! Lantas dimana kita bisa belajar mengelola segala urusan kehidupan ini secara benar ? Itulah yang diindikasikan di ayat tersebut dengan kalimat  “…agar mereka kembali…”.

Alhamdulillah bagi orang yang beriman, selalu ada tempat kembali – seberapa jauhpun dia tersesat dalam pengelolaan kehidupannya selama ini. Tempat kembali itu adalah Al-Qur’an dan tentu saja juga sunnah-sunnah nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Al-Qur’an yang menjadi sumber dari segala sumber ilmu, jawaban untuk seluruh masalah (QS 16 :89) pasti didalamnya terdapat jawaban yang komplit dan detil untuk setiap aspek kehidupan manusia dan lingkungannya. Tantangannya tinggal bagaimana kita bisa memahami seluruh petunjukNya itu dan kemudian mengamalkannya dalam tindakan yang konkrit di lapangan.

Di pundak kita bangsa manusia terdapat beban berat sebagai khalifah untuk memakmurkan bumi, bukan hanya untuk kita sendiri tetapi untuk seluruh penghuni bumi lainnya termasuk kodok-kodok tersebut di atas.

Maka agar kodok-kodok-pun tetap exist – yang mencerminkan peluang existensi  manusia itu sendiri di muka bumi, kita perlu kembali mengelola bumi ini dengan resep-resep yang ada di dalam petunjukNya. Insyaallah.*

Penulis adalah Direktur Gerai Dinar

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Zionis Rilis Lagi 2 Prajuritnya yang Tewas
Tulisan selanjutnya Ramadhan Gaza Pandemi Blokade Warga Gaza Berjuang untuk Bertahan Hidup di Ramadhan ini

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Ilahiyah Finance

Probiotic Food dan Prophetic Food

17 Juni 2020 08:00
Ilahiyah Finance

Syirkah “Orang-Orang Miskin”

11 Februari 2019 20:49
Hamas bitcoin
Ilahiyah Finance

Halal Haram Uang Kripto

11 Desember 2018 08:15
Ilahiyah Finance

Golden Balance: Financing the Needy

15 Agustus 2018 13:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?