Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

iPhone Dkk Diproduksi di China Tetapi Beijing Larang Pegawai Pemerintah Menggunakannya

Ama Farah
Terakhir diupdate: 12 September 2023 09:20 9:20 am
Ama Farah
Dipublikasikan 12 September 2023 09:20
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Pemerintah China dikabarkan memperpanjang larangan penggunaan iPhone bagi pegawai pemerintah daerah dan karyawan perusahaan milik negara, sehari setelah pegawai pemerintah pusat dilarang untuk membawa gawai tersebut ke tempat kerja.

Sejumlah instansi pemerintah sudah menginstruksikan pegawainya untuk tidak membawa iPhone ketika bekerja dan larangan tersebut kabarnya akan diperluas, lapor media asal Amerika Serikat Bloomberg seperti dilansir The Guardian Jumat (8/9/2023).

Nikkei melaporkan sedikitnya satu BUMN China sudah mengeluarkan larangan membawa iPhone, Apple Watches dan AirPods bagi karyawan yang pekerjaannya berkaitan dengan rahasia perdagangan mulai bulan depan.

Larangan penggunaan produk-produk Apple tersebut diyakini sebagai pertanda Beijing berusaha mengurangi ketergantungannya terhadap produk teknologi AS. China memiliki lebih dari 150.000 perusahaan milik negara (BUMN), yang mempekerjakan lebih dari 56 juta orang pada tahun 2021, menurut laporan media pemerintah.

Pemerintah pusat China telah memberlakukan beberapa pembatasan terhadap penggunaan teknologi buatan luar negeri di tempat kerja yang terkait dengan pemerintah sejak tahun 2018.

Baca Juga

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Hati Kamis pekan lalu, Wall Street Journal dan Reuters melaporkan bahwa China memperluas larangan penggunaan iPhone oleh pegawai pemerintah, menyuruh para pekerja di instansi pemerintah pusat untuk tidak mempergunakan ponsel-ponsel Apple saat bekerja.

Menyusul kabar tersebut, harga saham Apple menurun lebih dari 6% pada hari Rabu dan Kamis, meskipun naik 1% saat pembukaan perdagangan bursa pada hari Jumat. China adalah salah satu pasar terbesar Apple dan mencakup hampir seperlima pendapatannya. Wilayah Greater China – mencakup China daratan, Hong Kong dan Taiwan – merupakan pasar terbesar ketiga bagi Apple yang menyumbang sekitar 19% dari $394 miliar hasil perdagangannya tahun lalu.

Sampai saat ini produksi Apple masih berpusat di China, dengan sekitar 90% produknya dibuat di negara tersebut. Pemasok Apple yang didirikan di Taiwan, Foxconn, memiliki pabrik besar di Tiongkok dan mempekerjakan lebih dari 1,2 juta orang.

Namun setelah ketidakstabilan politik dan gangguan akibat pandemi, Apple mempercepat rencana pemindahan sebagian produksinya ke negara lain, termasuk Vietnam dan India. Produksi iPhone 14 sudah dipindahkan ke India.

Sebagian analis berpendapat bahwa larangan Beijing terhadap produk Apple adalah bagian dari tindakan balasan, setelah larangan teknologi Huawei oleh Amerika Serikat dan negara lain – termasuk Kosta Rika pekan lalu – dipakai dalam jaringan telekomunikasi 5G nasional.

Sebagaimana diketahui pemerintah AS memberlakukan larangan pemberian izin bagi perangkat elektronik buatan Huawei dan ZTE karena dianggap membahayakan keamanan nasional AS.

Beijing juga melarang perusahaan telekomunikasi di China menggunakan produk dari pabrikan chip asal AS, Micron Technology.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ApplechinaiPhone
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sidang Dimulai Pembunuh Keluarga Muslim Kanada Didorong Ideologi Nasionalisme Kulit Putih
Tulisan selanjutnya Polri Telah Berhasil Ungkap 77 Kasus Perjudian Online

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

2 Juni 2026 21:41
Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

2 Juni 2026 19:00
Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

2 Juni 2026 18:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?