Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Ikuti Kurikulum China, Muslim Tak Boleh Sembarangan Shalat di Masjid  Id Kah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 September 2023 12:47 12:47 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 September 2023 12:43
Bagikan
Sinar Harian
Bagikan

Hidayatullah.com—“Maaf, Anda tidak bisa shalat sekarang. Kalau mau menunggu sampai jam 3 sore, akan ada imam yang memimpin shalat,” demikian seorang petugas kepada jurnalis surat kabar Arab Saudi Okaz Ali Mohammed Alghandi yang hendak menunaikan shalat sunnah dan tahiyatul masjid di Masjid Id Kah di Kashgar, di wilayah otonomi Xinjiang.

Penulis yang berdiri di samping Ali awalnya tertegun mendengar jawabannya, namun mencoba berpikir positif karena padatnya jadwal tur serta minimnya waktu rombongan media untuk berpindah ke destinasi lain di sekitar kota kuno yang terletak di barat laut China belakangan ini.

Begitu petugas itu pergi, Ali menatap tajam dengan menunjuk dua jarinya sambil berkata; “Tidak lama (sholat), kurang dari dua menit.”

Namun, beberapa praktisi media Muslim yang mengunjungi masjid berusia hampir 700 tahun itu akhirnya berkesempatan untuk shalat Dzuhur bersama jamaah setempat, demikian dikutip Afdah Mujab, dari Sinar Harian.

Perempuan dan pengunjung tidak diperbolehkan untuk shalat atau melakukan kegiatan keagamaan apa pun di masjid yang kini menjadi bagian dari ikon pariwisata Kashgar.

Baca Juga

10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Kisah Mualaf Big Frank, Influencer Penuh Tato asal Inggris
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam

Berdasarkan pengamatan, rata-rata jamaah yang memenuhi baris pertama dan sebagian baris kedua adalah orang-orang tua, tidak terlihat anak muda dan anak-anak.

Penulis yang berada di masjid bersamaan dengan tim “Perjalanan Menuju Zona Inti Jalur Ekonomi Jalur Sutra” yang diselenggarakan oleh Kantor Penerangan Majelis Nasional Tiongkok, tak mau berasumsi apa pun karena delegasi media yang diundang ke masjid tersebut di hari kerja.

Sebelumnya, Imam Mamat Juma mengatakan, selama beberapa tahun terakhir, jumlah jamaah di masjid yang dibangun pada era Dinasti Ming itu menurun drastis karena padatnya jam kerja.

Mamat menolak asumsi dan laporan media Barat bahwa masjid-masjid dihancurkan dan umat Islam di Xinjiang ditindas atau kebebasan beragama mereka dibatasi. “Di masjid ini siapa saja boleh shalat lima waktu, apalagi shalat Jumat,” ujarnya.

Ia menampik laporan masjid ini dihancurkan rezim China, namun ini membela dengan mengatakan tempat ibadah ini dalam proses perbaikan untuk menggantikan bangunan yang rusak, kata putra imam Juma Tahir yang terbunuh pada Juli 2014.

Juma diserang oleh tiga pria yang diyakini merupakan faksi ekstremis di luar Masjid Id Kah setelah beberapa kali menyelesaikan shalat Subuh mengutuk ekstremisme dan kejahatan kekerasan di Xinjiang.  Sebaliknya, mereka yang tidak terafiliasi dengan Juma mengaku sebagai pejabat yang ditunjuk pemerintah China.

Ikuti Kurikulum China

Mamat menceritakan bahwa ia hanya mengajarkan fardu ‘ain dan fardu kifayah kepada individu yang berusia 18 tahun ke atas. Menurutnya, hal ini dikarenakan anak-anak Muslim di Kashgar terikat dengan silabus ata kurikulim yang disiapkan pemerintah China.

“Anak-anak kecil bersekolah dan mereka mengikuti kurikulum umum yang telah disiapkan pemerintah,” ujarnya. “Jadi di sini ilmu fardu ain dan fardu kifayah hanya diajarkan kepada individu yang berusia 18 tahun ke atas,” tambah dia.

“Dan tidak ada paksaan untuk mengikutinya,” kata Mamat.

 Masjid Id Kah atau Eidgah merupakan masjid terbesar di wilayah otonom Xinjiang dan dibangun oleh Saqsiz Mirza pada tahun 1442. Namun, bangunan lamanya telah ada sejak tahun 996 dan luasnya mencapai 16.800 meter persegi.

Masjid ini dapat menampung hingga sekitar 10.000 jamaah untuk shalat Jumat. Untuk ke sini, pengunjung dikenakan biaya masuk dan jam berkunjung ditutup setiap waktu shalat.

Masjid ini menjadi salah satu daya tarik ketika mengunjungi Kashgar.*/

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaHeadlineMasjid EidgahMasjid Id KahSaqsiz Mirzaxinjiang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya IBF 2023: Psikolog Ingatkan Orang Tua Harus jadi “Best Friend Forever” Anak
Tulisan selanjutnya Darurat, Pemerintah Nyatakan Perang Semesta Terhadap Judi Online

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Raja Yordania Abdullah II
Berita

Menlu AS Bicarakan Perlucutan Senjata Hizbullah dengan Raja Yordania

Berita
3 Oktober 2026 09:50
Negara Bagian California Tetapkan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai Hari Libur Resmi
LPPOM Dorong Restoran Terbuka soal Status Halal Setiap Outlet
Amerika Jatuhkan Sanksi atas Jaringan Pendanaan Hamas
UNIDA Gontor Kukuhkan 4 Guru Besar Baru, Dorong Tradisi Keilmuan

Terbaru

  • Bentuk Kantor Urusan Keagamaan, Menhan AS Kaitkan Perang Fisik dengan Pertempuran Spiritual
  • Menteri PertahananAS Kutip Alkitab dan Serukan Perang terhadap “Kaum Islamis”
  • Aljazair Berlakukan Hukuman Mati Bagi Arsonis Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan
  • Intelijen Maroko Dituding Mematai Jurnalis dan Aktivis HAM
  • Amerika Serikat Usir Dua Diplomat Iran Usai Sidang Majelis Umum PBB
  • Lima Orang Didakwa di Prancis Terkait Pendanaan Hamas
  • Amerika Serikat Umumkan Kontrak $24,4 Miliar untuk Mempercepat Produksi Rudal
  • Dua Pria Iran Didakwa Berencana Serang Yahudi Manchester
  • Pakar Filsafat Islam Ini Membedah 7 Cacat Nalar Kaum Ateis
  • Ateis dan Mitos Kecerdasan: Membedah Cacat Logika dalam Gagasan Ketiadaan Tuhan

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga

30 Juni 2026 16:15
Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

30 Mei 2026 17:30
Feature

Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi

27 Mei 2026 07:57
Feature

Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam

30 April 2026 14:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?