Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Taliban Berkuasa Produksi Opium Afghanistan Turun 95%, PBB Justru Khawatir

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 November 2023 12:30 12:30 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 7 November 2023 12:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Suplai opium hasil budidaya petani poppy di Afghanistan turun 95% sejak Taliban berkuasa kembali dan melarang penanaman pohon narkotika itu. Namun, kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk urusan narkoba, United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), khawatir akan dampak dari keadaan itu.

Penguasa Taliban Afghanistan berjanji untuk menghapuskan industri narkoba di negara itu, dan melarang penanaman poppy pada April 2022.

Tanaman poppy merupakan sumber opium dan heroin. Afghanistan adalah produsen opium terbesar di dunia dan sumber utama heroin yang dibutuhkan Eropa dan Asia sebelum pengambilalihan kekuasaan Taliban.

Produksi opium di Afghanistan anjlok sejak Taliban melarang penanaman tanaman opium, menurut laporan PBB yang diterbitkan pada hari Ahad (5/11/2023) seperti dilansir DW.

Laporan yang disusun United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) menemukan bahwa penanaman poppy diperkirakan turun sebesar 95% selama setahun terakhir, dari 233.000 hektar (575.755 hektar) pada akhir tahun 2022 menjadi 10.800 hektar pada tahun 2023.

Baca Juga

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Produksi opium juga turun dari 6.200 ton menjadi 333 ton pada tahun 2023.

Menurut laporan tersebut, panen tahun ini mencapai 24-38 ton heroin yang dapat diekspor, jauh lebih sedikit dibandingkan perkiraan pada tahun 2022 sebesar 350-580 ton.

Pendapatan petani poppy turun 92% tahun ini, dari sekitar $1,36 miliar menjadi $110 juta.

Pada tahun 2022, tanaman poppy menyumbang hampir sepertiga nilai total produksi pertanian di Afghanistan.

UNODC mengkhawatirkan dampak penurunan tersebut dan memperingatkan risiko orang-orang yang sebelumnya terlibat dalam industri opium akan beralih ke aktivitas ilegal lain, seperti perdagangan senjata, manusia, atau narkoba sintetis.

Laporan UNDOC bulan September dari  mengatakan bahwa Afghanistan adalah produsen metamfetamin dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

UNODC mengatakan kebijakan keras Taliban terhadap industri opium dapat berdampak negatif pada penghidupan banyak warga Afghanistan dan memperingatkan konsekuensi kemanusiaan bagi banyak komunitas yang rentan di pedesaan.

“Saat ini, rakyat Afganistan membutuhkan bantuan kemanusiaan mendesak… untuk meredam guncangan akibat hilangnya pendapatan dan menyelamatkan nyawa,” kata Direktur Eksekutif UNODC Ghada Waly.

Waly mengatakan budidaya tanaman lain, seperti kapas dan gandum, membutuhkan jumlah air yang jauh lebih besar dibandingkan tanaman poppy. Dia menambahkan bahwa Afghanistan sudah mengalami “kekeringan selama tiga tahun berturut-turut.”

Akibat perang selama puluhan tahun, Afghanistan bergulat dengan krisis kemanusiaan yang parah. Kondisi diperburuk dengan berbagai bencana alam seperti gempa dan kekeringan.

Negara itu juga sedang menghadapi deportasi massal setelah tetangganya, Pakistan, memerintahkan lebih dari satu juta orang migran Afganistan angkat kaki.

Tidak hanya itu, Afghanistan mengalami penurunan tajam pengiriman bantuan internasional setelah Taliban, yang pemerintahannya tidak diakui secara resmi oleh banyak negara, berkuasa kembali menyusul penarikan pasukan asing pimpinan Amerika Serikat pada Agustus 2021.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfghanistanopiumPBBpoppyUNDOC
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tarian Perang Haka untuk Dukung Palestina
Tulisan selanjutnya Keponakan PM Benyamin Netanyahu Dikabarkan Ditembak Mati Pejuang Al-Qassam di Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

3 Juni 2026 12:08
Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?