Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pustaka

Bagaimana China dengan Ambisi Masa Depan Menguasai Negara-Negara Muslim?

Ahmad
Terakhir diupdate: 1 Desember 2023 12:55 12:55 pm
Ahmad
Dipublikasikan 1 Desember 2023 13:20
Bagikan
Bagikan

Buku ini memberikan gambaran utuh tentang bagaimana China melakukan kolonisasi di dunia Islam dan pada saat yang sama melakukan genosida pada Muslim Uighur 

Hidayatullah.com—Bagaimana sebuah rezim komunis yang memiliki ambisi kapitalis mengorbankan hak asasi manusia dan nyawa jutaan orang demi kemajuan ekonomi dan misi kolonialnya?

Bagaimana China secara cerdik menarget negara-negara lemah, baik secara ekonomi maupun politik, untuk diberi pinjaman—yang sejak awal tak mungkin bisa dibayar—dengan syarat izin investasi bagi perusahaan-perusahaan China di negara-negara tersebut?

Bagaimana negara-negara Muslim terperangkap ke dalam “jebakan hutang“ China sehingga tunduk dan patuh pada kepentingan-kepentingan China?

Buku ini merupakan kesaksian personal sekaligus intelektual dari Abdulhakim Idris, seorang Uighur yang menjadi aktivis kemanusiaan. Di usia 18 tahun (tahun 1986), Abdulhakim Idris harus meninggalkan tanah airnya, Turkistan Timur, yang saat itu berada dalam pendudukan China, melalui Beijing, lalu menuju kota Moskow melalui Siberia.

Baca Juga

Menuangkan Ide Melalui Novel: Telaah Karya Abbas Aqqad, Malek Bennabi dan Hamka
Telaah Buku Dr. Raghib As-Sirjani: Syi’ah dalam Timbangan Sejarah dan Aqidah
Dr. Abu Syahbah Menepis Badai Syubhat terhadap Sunnah Nabawiyah
Syekh Ahmad Yasin dan Firasat Kehancuran Israel Tahun 2027
Hadits Dha’if: Antara Penolakan Mutlak dan Apresiasi Bersyarat

Dari Moskow dia bersama beberapa temannya menuju Istanbul, lalu menuju Arab Saudi, hingga tiba di Mesir untuk menjalani studi di Universitas Al-Azhar. Dia pergi bukan hanya untuk belajar, tetapi menyelamatkan diri dari kekejaman rezim komunis saat itu.

Sementara kedua orang tua dan saudara-saudaranya tidak bisa selamat, setelah menyelesaikan studinya di Al-Azhar (tahun 1990), Abdulhakim Idris memilih untuk tidak kembali ke Turkistan Timur—karena pasti akan ditangkap—dan memiliki untuk melanjutkan petualangan dan perjuangannya ke Jerman hingga tahun 2009.

Sejak tahun 2009, Abdulhakim Idris tinggal di Amerika Serikat dan saat ini menjadi Direktur Eksekutif Center for Uighur Studies. Sebuah lembaga think tank untuk mempromosikan isu-isu hak asasi manusia dan kemerdekaan bangsa Uighur ke seluruh dunia.

Buku ini memberikan gambaran utuh tentang bagaimana China melakukan kolonisasi di dunia Islam dan pada saat yang sama melakukan genosida terhadap Muslim Uighur di Turkistan Timur.

Abdulhakim Idris mengawali buku ini dengan manuver politik dan ekonomi China Turkistan Timur yang secara tak terhindarkan menjadikan Muslim Uighur dan komunitas Muslim lainnya sebagai target korban.

Dalam hal ini, kita akan menemukan berbagai fakta mengerikan mengenai kamp konsentrasi, sistem kerja paksa di pabrik-pabrik China, sterilisasi perempuan Uighur agar tidak bisa hamil, jual-beli organ para pekerja paksa, dan praktek migrasi etnis Han di Turkistan Timur, untuk menekan populasi Muslim Uighur di tanah airnya sendiri.

Dengan bersumber pada liputan-liputan invesitigasi berbagai media internasional, kesaksian-kesaksian para penyintas, dan riset-riset akademik dari berbagai peneliti, buku ini menyuguhkan sebuah kisah kelam dan nyata yang dialami negara-negara Muslim, dan tentu saja kisah pilu Muslim Uighur di Turkistan Timur yang harus memilih dua pilihan sulit; hidup di tanah air dengan nasib ditangkap dan dihabisi atau berdiaspora untuk mempertahankan diri dan memperjuangkan nasib tanah air.*

Abdulhakim A Idris, lahir di bagian Selatan kota Hotan, Turkistan Timur, pada 1968, kini Direktur Pusat Studi Uighur, lembaga think-tank yang berlokasi di Washington D.C. Buku yang ada di tangan pembaca ini adalah versi Bahasa Indonesianya

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaChinaisasidunia IslamHeadlinekolonialisasi chinaMuslim Uighurnegara IslamNegara Muslim
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Singapura dan Zurich Menjadi Kota dengan Biaya Hidup Termahal 2023
Tulisan selanjutnya Palestina: Julid Fii Sabilillah & Jihad Fii Sabilillah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Pustaka

Jalan Mudah Menuju Bahagia

20 Februari 2026 16:15
Pustaka

Perjuangan KH Ahmad Dahlan: Membendung Arus Gerakan Kristenisasi dan Freemasonry

23 Juni 2025 13:39
Pustaka

Cahaya Islam di Timor Timur

13 Juni 2024 16:01
ArtikelPustaka

Mengenal Aliran Teologi Syi’ah, Sebuah Pengantar

13 Januari 2024 11:32
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?