Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ditinggal Pekerja Asal Asia, Rumah Sakit di Libya Terancam Lumpuh Total

Ama Farah
Terakhir diupdate: 2 Agustus 2014 10:48 10:48 am
Ama Farah
Dipublikasikan 2 Agustus 2014 10:48
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Seiring dengan terus memanasnya konflik bersenjata di Libya, banyak para pekerja medis asal negara di Asia angkat kaki sehingga pelayanan kesehatan di negara itu terancam lumpuh total.

Pertempuran dan pertumpahan darah antar kelompok-kelompok bersenjata di Tripoli tiga pekan terakhir telah mendorong sejumlah negara mengevakuasi warga dan staf diplomatiknya keluar Libya.

Saat ini terdapat sekitar 3.000 pekerja medis asal Filipina, atau 60 persen dari tenaga kesehatan di rumah-rumah sakit di Libya. Mereka sewaktu-waktu bisa pergi bersama dengan pekerja medis dari India yang mencakup 20 persen tenaga medis di negeri Afrika kaya minyak itu.

Rumah-rumah sakit di Libya belakangan disibukkan dengan kedatangan korban konflik bersenjata di ibukota dan Benghazi. Di Tripoli saja sedikitnya 102 orang telah tewas dan 452 lainnya luka-luka akibat bentrokan bersenjata mulai 13 Juli, kata Kementerian Kesehatan hari Rabu (30/7/2014) dilansir AFP.

Sementara itu di Benghazi terdapat 77 orang korban tewas dan 289 lainnya luka-luka.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pemerintah Manila mendesak warganya segera meninggalkan Libya pada 20 Juli lalu setelah seorang pekerja asal Filipina diculik dan dipenggal lehernya.

Diperkirakan seluruhnya ada 13.000 orang Filipina bekerja di Libya dan hanya 700 orang saja yang dilaporkan sudah angkat kaki. Sisanya menolak untuk meninggalkan pekerjaan mereka meskipun situasinya berbahaya.

Namun hari Kamis (31/7/2014), Manila mengatakan akan menyewa kapal-kapal untuk mengevakuasi warganya, setelah sehari sebelumnya seorang perawat Filipina diculik dan diperkosa beramai-ramai di Tripoli.

Menyusul penculikan dan pemerkosaan atas rekannya itu ratusan dokter dan perawat di Tripoli Medical Center mogok dan melakukan anarki di rumah sakit. Keluarga-keluarga pasien dipaksa memindahkan saudaranya ke klinik-klinik swasta, kata seorang pejabat rumah sakit.

“Rumah-rumah sakit bisa lumpuh” jika warga Filipina berbondong-bondong pergi, kata jurubicara Kementerian Kesehatan Ammar Muhammad.

Seorang pejabat medis mengatakan, kementerian berusaha membujuk mereka agar tetap tinggal.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Al Qassam: Kami Tidak Mengetahui Kondisi dan Lokasi Hilangnya Tentara di Rafah
Tulisan selanjutnya Sistem Anti-Misil Iron Dome Milik Israel Dibantu Radar NATO di Turki?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?