Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Malaysia Tolak Gagasan “Kontra Terorisme” PM Howard

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 September 2004 10:34 10:34 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 September 2004 10:34
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Senin kemarin Perdana Menteri Howard menyarankan penempatan tim kontra terorisme di Asia Tenggara, terdiri atas satuan khusus polisi Australia, untuk membantu upaya membasmi terorisme di sumbernya dan mencegahnya mencapai Australia.

Dalam gagasan itu juga akan dibentuk satuan khusus gerak cepat kepolisian Australia yang dapat dikerahkan apabila ada permintaan dari negara tetangga atau berdasarkan data intelijen yang diperoleh.

Sayang gagasan PM Australia itu ditolak mentah-mentah oleh Deputi Perdana Menteri merangkap Menteri Pertahanan Malaysia, Najib Razak. Najib mengatakan Australia belum pernah bersmusyawarah dengan pemerintah Malaysia mengenai gagasannya itu dan bahwa Malaysia tidak akan mengizinkan dilancarkannya pemukulan penangkapan di wilayahnya.

Sikap tegas Malaysia ini juga ditanggapi oleh pemerintahan Filipina juga terkesan agak separuh hati dalam rencana Australia ini.

Sementara itu, di dalam negeri Australia, kini kampanye pemilunya tengah diributkan mengenai terorisme. Jurubicara bidang pertahanan pihak oposisi Partai Buruh, seperti dikutip Radio Australia mempertanyakan kebijakan pre-emptive atau pemukulan penangkalan yang kini diusulkan PM John Howard.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Beberapa politisi Austrlia mengusulkan PM Howard agar bisa melakukan serangan terorisme di luar negaranya jika itu bisa mengancam Australia. Tetapi Howard sadar bahwa kalau sampai Australia menyerang teroris di negara lain, maka ini akan meracuni hubungan Australia dengan negara tetangganya itu.

Bahkan pemimpin Partai Buruh Mark Latham, mengatakan, rakyat Australia akan sangat marah seandainya ada negara lain yang melakukan serangan terhadap sesuatu sasaran di Australia.

“Pasukan Terbang”

Sebagaimana diketaui, PM Australia John Howard akan segara membentuk “pasukan terbang” khusus untuk menghentikan terorisme di kawasan Asia. Tim yang selalu siap diterbangkan ke mana pun itu akan terdiri dari 10 Polisi Federal Australia. Rencananya tim itu juga akan ditempatkan di luar Australia, dengan prioritas utama Indonesia dan Filipina.

“Kami tidak akan menunggu sampai ancaman teroris itu benar-benar menjadi kejadian sebelum kita bertindak,” kata Howard. “Dengan kerja sama erat bersama negara tetangga di kawasan regional, kami akan mengambil tindakan apa pun yang memungkinkan untuk menghancurkan jaringan teroris di basis mereka,” katanya tegas.

Howard menyediakan dana sekitar 100 juta dollar Australia (70 juta dollar AS). Dana itu untuk membentuk setidaknya enam tim yang terdiri dari para pejabat Polisi Federal Australia.

Rencana untuk masa lima tahun itu akan terdiri dari pembentukan pusat penyelesaian, lengkap dengan peranti komunikasi aman yang bisa dipindah-pindahkan (mobile) serta alat pengintai mudah dibawa (portable). Seluruh peralatan itu masih dilengkapi dengan teknologi khusus dengan kemampuan mengidentifikasi wajah serta alat pelacak bahan kimia.

Selain dibentuk di Australia, Howard rencananya juga akan menempatkan tim itu di Indonesia dan Filipina, sebagai prioritas utama. Pasukan ini akan diperkuat dengan tim tambahan yang selalu siap untuk segera ditempatkan di mana pun di kawasan, sejauh ada permintaan dari negara setempat. Tim tersebut akan ditempatkan di Australia.

Australia juga akan membentuk dua tim kontra-terorisme untuk intelijen kriminal yang setiap saat bisa ditempatkan di mana pun di kawasan Asia dan dua tim kontraterorisme pengintai. Sayang, Malaysia agak kurang suka gagasan Australia tersebut

Sementara itu, Menlu Australia Alexander Downer yakin gagasan itu akan diterima baik di kawasan. Untuk itu, jika Howard terpilih lagi dalam pemilu 9 Oktober nanti, ia dan Menteri Kehakiman Australia Chris Ellison akan berkunjung ke negara-negara tetangga Australia untuk membahas rencana tersebut. (ra/kcm/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ulama Sunni Tewas Dibunuh
Tulisan selanjutnya Mesir Haramkan Senam Yoga

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?