Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Terlibat Pembunuhan Presiden Haiti Bekas Informan Pemerintah Amerika Dibui Seumur Hidup

Ama Farah
Terakhir diupdate: 15 Februari 2024 10:25 10:25 am
Ama Farah
Dipublikasikan 14 Februari 2024 07:45
Bagikan
Joseph Vincent, 58/AP
Bagikan

Hidayatullah.com– Seorang bekas informan yang bekerja untuk kepentingan pemerintah Amerika Serikat dijatuhi hukuman mati atas keterlibatannya dalam pembunuhan Presiden Haiti Jovenel Moise.

Hukuman diberikan dua bulan setelah warga AS asal Haiti Joseph Vincent, 58, mengaku bersalah atas dakwaan terlibat dalam pembunuhan Moise.

“Mohon dimaafkan apa yang telah saya lakukan,” kata Vincent, sebelum hakim membacakan hukumannya di pengadilan di Miami, Amerika Serikat hari Jumat (9/2/2024).

Presiden Moise ditembak mati di rumahnya di Port-au-Prince pada 2021, ketika segerombolan pria bersenjata menyerbu rumahnya.

Vincent, yang pernah bekerja sebagai informan untuk badan antinarkoba US Drug Enforcement Administration (DEA), merupakan orang keempat dari 11 terdakwa yang yang dijatuhi hukuman mati di pengadilan federal Miami dalam kasus pembunuhan Moise.

Baca Juga

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Persidangan digelar di negara bagian Florida karena Departemen Kehakiman AS menyatakan kasus tersebut masuk dalam yuridiksinya, karena sebagian perencanaan pembunuhan diatur di bagian selatan Florida.

Vincent, yang akan menjalani masa hukuman di penjara Florida, mengaku ikut mendiskusikan rencana pembunuhan tersebut dan mengantar para pelaku lainnya ke rumah kediaman Moise pada Juli 2021.

Perannya antara lain memberikan paparan perihal politik Haiti, bertemu dengan para politisi dan tokoh masyarakat Haiti dan mendorong agar orang melakuka aksi protes terhadap Moise sebagai langkah awal untuk menggulingkannya, lapor AFP.

Dalam pertemuan-pertemuan itu, Vincent diyakini menggunakan pin Departemen Luar Negeri AS guna meyakinkan para pelaku lainnya bahwa dirinya bekerja untuk Washington. Namun, DEA mengatakan bahwa Vincent sudah lama tidak beraktivitas untuk lembaganya.

Dubes Haiti untuk AS Bocchit Edmond mengatakan tidak mungkin badan antinarkoba AS itu ikut terlibat dalam pembunuhan itu. Berbicara sesaat setelah pembunuhan Moise, Edmond menyakini bahwa pembunuhan dilakukan oleh tentara bayaran profesional.

Berkas kasus menyebutkan sekelompok orang bersenjata yang mendatangi rumah Moise awalnya akan melakukan aksi penculikan, tetapi kemudian situasinya berubah menjadi pembunuhan.

Pada hari Jumat lalu juga, terdakwa bernama Frederick Joseph Bergmann Jr. mengaku bersalah memberikan keterangan palsu dan informasi ekspor menyesatkan. Dia dituduh menyelundupkan rompi balistik sebagai bagian dari rencana pembunuhan tersebut.

Sejumlah bekas tentara Kolombia dan pengusaha termasuk di antara para terdakwa yang dituduh membantu menyediakan senjata dan melakukan serangan terhadap Moise.

Aparat Haiti menangkap 17 orang terkait kasus pembunuhan Moise, menurutnya laporan koran Miami Herald, tetapi tidak satupun dari mereka yang secara resmi diproses hukum.

Sejak kematian Moise negara kecil di kawasan Karibia itu belum lagi memiliki presiden.

Negara yang nyaris hancur lebur diguncang gempa besar itu sekarang berada di bibir jurang perang saudara di tengah pertikaian politik dan maraknya tindak kekerasan oleh geng-geng kriminal.

Hari Jumat lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan bahwa Januari merupakan bulan di mana aksi kekerasan paling banyak terjadi selama kurun lebih dari dua tahun di negara itu, di mana hanya dalam satu bulan sekitar 1.100 orang dibunuh, terluka atau diculik.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatHaitiJovenel Moise
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Uni Eropa Dirikan Pabrik Raksasa Mobil Listrik untuk Melawan Dominasi China
Tulisan selanjutnya Kuil Hindu Pertama UEA Perdana Menteri India Resmikan Kuil Hindu Pertama UEA

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Berita
15 Oktober 2026 16:32
Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

16 Oktober 2026 14:56
Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

16 Oktober 2026 14:29
Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

15 Oktober 2026 18:48
Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?