Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Pabrik Baterai Lithium di Korsel Terbakar, Belasan Pekerja Tewas

Ama Farah
Terakhir diupdate: 26 Juni 2024 21:40 9:40 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 24 Juni 2024 17:04
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Kebakaran besar terjadi di sebuah pabrik di Korea Selatan setelah baterai lithium yng diproduksi meledak dan menewaskan sejumlah pekerja.

Kebakaran terjadi pada Senin pagi (24/6/2024) di pabrik Aricell di kota Hwaseong, sekitar 45 km ke arah selatan dari ibu kota Seoul.

Rekaman kamera televisi di lokasi kejadian menunjukkan ledakan kecil terjadi saat petugas damkar berusaha memadamkan api. Sebagian atap pabrik ambruk.

Sejauh ini sedikitnya 16 orang diketahui tewas dalam kebakaran itu, lapor Reuters mengutip keterangan petugas damkar. Kantor berita Yonhap melaporkan sudah 20 mayat ditemukan, lansir BBC.

Pabrik Aricell menyimpan sekitar 35.000 baterai di lantai dua, di mana setiap baterai diperiksa dan dikemas. Baterai dalam jumlah lebih banyak lagi disimpan di tempat lain.

Baca Juga

senjata israel
Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat

Kim Jin-young, dari dinas damkar setempat, mengatakan api bermula dari serangkaian baterai yang meledak. Namun, apa pemicu ledakan tersebut masih belum diketahui.

Di lokasi terdapat sekitar 100 pekerja pada saat peristiwa itu terjadi.

Kim menjelaskan awalnya petugas kesulitan untuk memasuki lokasi disebabkan khawatir terjadi ledakan susulan.

Oleh karena api lithium justru semakin membesar apabila terkena air, petugas pemadam kebakaran harus menggunakan pasir kering, sehingga perlu waktu beberapa jam sebelum api dapat dikendalikan.

Baterai lithium berisiko meledak jika rusak atau terlalu panas. Meskipun api dapat dipadamkan, api tetap berisiko menyala kembali tiba-tiba karena reaksi kimia.

Korea Selatan adalah produsen terkemuka baterai lithium,  yang digunakan di banyak produk elektronik mulai dari laptop hingga kendaraan listrik.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:baterai lithiumKorea Selatan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hujan Banjir Longsor di Swiss, Satu Orang Tewas Dua Hilang
Tulisan selanjutnya Saleh al-Shaiba, Pemegang Kunci Ka’bah ke 109 Wafat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat

Berita
20 Juli 2026 11:05
Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi

Terbaru

  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

18 Juli 2026 11:26
Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

18 Juli 2026 10:48
Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

18 Juli 2026 10:26
Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

18 Juli 2026 10:12
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?