Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Aktivis Pro-Palestina Terbitkan Daftar Universitas Inggris Pendukung ‘Israel’

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 8 Juli 2024 09:21 9:21 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 8 Juli 2024 09:21
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Koalisi gerakan pro-Palestina di negara-negara Teluk meluncurkan kampanye untuk memboikot universitas-universitas di Inggris yang diduga berkontribusi terhadap genosida di Gaza.

Gulf Coalition Against Normalization (Gulf CAN) menyerukan kepada para mahasiswa untuk tidak mendaftar di universitas-universitas tersebut, agen-agen yang dikontrak untuk memutus hubungan dan kementerian pendidikan untuk mencoret universitas-universitas tersebut dari daftar penerima beasiswa serta mengakhiri hubungan dengan perusahaan-perusahaan yang memasok senjata ke ‘Israel’ dan menarik investasi mereka.

Gulf CAN adalah sebuah organisasi payung terdiri dari kelompok-kelompok aktivis dari Qatar, Bahrain dan Kuwait. Organisasi ini bertujuan untuk mengkoordinasikan kampanye di negara-negara Teluk untuk “menentang Zionisme” dan normalisasi dengan Israel di wilayah tersebut.

“Universitas-universitas di Inggris tidak hanya terlibat dalam penolakan untuk mengakui genosida di Gaza, namun juga memainkan peran langsung dalam membiayai dan mengembangkan senjata yang dipasok ke tentara penjajah Zionis,” demikian bunyi pernyataan Gulf CAN.

Gulf CAN menyerukan kepada para pemangku kepentingan pendidikan domestik untuk memboikot daftar universitas Inggris berikut ini: Universitas Newcastle, Universitas Liverpool, Universitas Nottingham, Universitas Leeds, Universitas Northumbria, Universitas Queen Mary London, Universitas Portsmouth, Universitas Manchester, Universitas Metropolitan Manchester dan Universitas Coventry.

Baca Juga

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Universitas dalam daftar Gulf CAN telah menginvestasikan lebih dari 34 juta poundsterling pada perusahaan-perusahaan yang terkait dengan Israel, menurut Kampanye Solidaritas Palestina.

“Universitas-universitas ini mengambil posisi eksplisit dalam melindungi pendudukan dengan menekan demonstrasi mahasiswa yang menuntut diakhirinya partisipasi mereka dalam genosida di Gaza,” tambah pernyataan tersebut, dengan menyoroti bahwa “penindasan tersebut termasuk penggunaan kekerasan fisik, pelecehan seksual, dan pencopotan jilbab”.

Organisasi ini mengatakan bahwa universitas-universitas tersebut telah kehilangan £600.000 karena kampanye mereka sejauh ini, dan mencatat bahwa program beasiswa dan kemitraan dengan universitas-universitas lokal di Teluk merupakan “sumber pendapatan yang sangat diperlukan bagi universitas-universitas Inggris.”

British Council menemukan bahwa negara-negara Teluk, termasuk Kuwait dan Qatar, merupakan salah satu pasar terbesar untuk visa belajar Inggris yang disponsori pada tahun 2018. Inggris mengalami peningkatan hampir enam persen dalam visa T4 dari Kuwait.

Pada saat yang sama, Inggris tetap menjadi tujuan nomor satu Bahrain bagi pelajar yang meninggalkan negara itu, dengan lebih dari 15.000 pelajar.

Universitas-universitas di seluruh dunia, terutama di Inggris, telah menghadapi tekanan untuk melepaskan diri atau mencabut investasi dari perusahaan-perusahaan yang terkait dengan ‘Israel’ melalui berbagai aksi protes dan perkemahan.

Kampanye Solidaritas Palestina (PSC) menemukan bahwa sejumlah universitas di Inggris secara kolektif menginvestasikan hampir £430 juta di perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam perang Israel di Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 38.000 warga Palestina.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BDSboikotgenosida Gazaisraeluniversitas
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Buddha Boy Dihukum Penjara 10 Tahun karena Mencabuli Bocah
Tulisan selanjutnya Pistol yang akan Dipakai Bunuh Diri Napoleon Bonaparte Laku €1,69 Juta

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

3 Juni 2026 06:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?