Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

Pemerintahnya Terus Jual Senjata ke Israel, Diplomat Inggris Mengundurkan Diri

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 20 Agustus 2024 07:13 7:13 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 20 Agustus 2024 08:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Inggris yang menangani masalah terorisme telah mengundurkan diri sebagai bentuk protes atas penjualan senjata kepada ‘Israel’. Pria tersebut mengatakan bahwa pemerintah Inggris “mungkin terlibat dalam kejahatan perang”.

Mark Smith menulis surat kepada rekan-rekannya pada hari Jumat, mengatakan bahwa ia telah menyampaikan keprihatinannya “di setiap tingkat” di Kemenlu Inggris, termasuk melalui mekanisme pelaporan resmi.

Smith, bertugas di Kedutaan Besar Inggris di Dublin, menambahkan bahwa ia telah menerima tidak lebih dari sekedar tanggapan dasar.

Kantor Luar Negeri, Persemakmuran dan Pembangunan (FCDO) menolak untuk mengomentari kasus perorangan, namun mengatakan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menegakkan hukum internasional.

Email pengunduran diri tersebut dikirim ke berbagai daftar distribusi termasuk ratusan pejabat pemerintah, staf kedutaan besar dan penasihat khusus untuk para menteri di Kemenlu Inggris.

Baca Juga

Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah
Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

Smith mengatakan bahwa ia sebelumnya bekerja dalam penilaian perizinan ekspor senjata Timur Tengah untuk pemerintah dan “setiap hari” rekan-rekannya menyaksikan “contoh-contoh yang jelas dan tidak perlu dipertanyakan lagi” tentang kejahatan perang dan pelanggaran hukum kemanusiaan internasional oleh Israel di Gaza.

“Anggota senior pemerintah dan militer Israel telah menyatakan niat genosida secara terbuka, tentara Israel mengambil video dengan sengaja membakar, menghancurkan, dan menjarah harta benda warga sipil,” tulisnya.

“Seluruh jalan dan universitas telah dihancurkan, bantuan kemanusiaan dihalangi dan warga sipil secara teratur tidak memiliki tempat yang aman untuk mengungsi. Ambulans Bulan Sabit Merah telah diserang, sekolah dan rumah sakit menjadi sasaran rutin. Ini adalah Kejahatan Perang.”

Dia menegaskan bahwa “tidak ada pembenaran bagi Inggris untuk terus melanjutkan penjualan senjata ke Israel”.

Seorang sumber yang dekat dengan Smith mengatakan bahwa emailnya hanya ditujukan kepada pihak internal pemerintah dan dia tidak mengundurkan diri secara terbuka.

Sejak cerita ini muncul di publik, Smith telah mengeluarkan pernyataan yang menyerukan kepada pemerintah untuk “mendengarkan keprihatinan” para pegawai negeri sipil, menambahkan bahwa dia sebelumnya adalah penulis utama penilaian pusat yang mengatur legalitas penjualan senjata Inggris di Direktorat Timur Tengah dan Afrika Utara.

Dia mengatakan: “Adalah tugas saya untuk mengumpulkan semua informasi yang relevan mengenai korban sipil, kepatuhan terhadap hukum internasional, serta menilai komitmen dan kemampuan negara-negara yang bersangkutan.”

“Untuk mengekspor senjata ke negara manapun, Inggris harus yakin bahwa negara penerima memiliki prosedur yang kuat untuk menghindari jatuhnya korban sipil dan meminimalkan bahaya bagi kehidupan sipil. Tidak mungkin untuk membantah bahwa Israel melakukan hal itu.”

“Saya telah menulis surat kepada Menteri Luar Negeri untuk memberitahukan pengunduran diri saya dan mendesaknya untuk segera meninjau kembali pendekatan Inggris terhadap situasi di Gaza. Saya sangat berharap bahwa dia akan mendengarkan keprihatinan para Pegawai Negeri Sipil tentang masalah ini dan membuat perubahan yang diperlukan.”

Sejak tahun 2008, Inggris telah memberikan lisensi untuk ekspor senjata ke ‘Israel’ senilai total £ 574 juta ($ 727 juta), menurut Campaign Against Arms Trade (CAAT).

Pemerintah Inggris baru-baru ini mengecilkan skala pasokan, menyebutnya “relatif kecil” sebesar £42 juta ($53 juta) pada tahun 2022.

‘Israel’ telah berulang kali berdalih mereka tidak melanggar hukum kemanusiaan internasional di Gaza.

Pada bulan Mei, jaksa Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengajukan surat perintah penangkapan terhadap perdana menteri dan menteri pertahanan ‘Israel’, serta para pemimpin Hamas, atas tuduhan kejahatan perang, namun surat perintah tersebut belum dikeluarkan.

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Elbit SystemsinggrisisraelPerdagangan Senjatasenjata
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ledakan Bom di Tel Aviv Akui Ledakan Bom di Tel Aviv, Kelompok Perlawanan Palestina: Operasi Syahid akan Kembali
Tulisan selanjutnya Pemerintahan Transisi Bangladesh Berjanji akan Dukung Pengungsi Rohingya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
None

AS Kerahkan Kapal Induk ke Dekat Iran, Trump: Untuk Berjaga-Jaga

23 Januari 2026 09:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?