Hidayatullah.com– Aparat kejaksaan bidang antiterorisme Prancis mengatakan pihak keamanan berhasil menggagalkan tiga rencana serangan yang menarget Olimpiade dan Paralimpiade di Paris dan kota-kota lain yang menjadi tuan rumah kompetisi olahraga sejagat itu.
Pada hari Rabu (11/9/2024), jaksa Olivier Christen mengatakan bahwa rencana tersebut termasuk menyerang “institusi-institusi Israel atau perwakilan Israel di Paris” selama Olimpiade.
Christen mengatakan kepada lembaga penyiaran FranceInfo bahwa tim Olimpiade Israel sendiri tidak secara khusus menjadi sasaran, tetapi dia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.
Keseluruhan ada lima orang – termasuk seorang anak di bawah umur – ditangkap atas dugaan keterlibatan dalam tiga rencana serangan dengan target yang berkaitan dengan penyelenggaraan Olimpiade Paris.
Para tersangka itu menghadapi berbagai tuduhan terkait terorisme, dan mereka saat ini berada dalam tahanan sambil menunggu proses persidangan.
Selama persiapan Olimpiade, Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin berulang kali memperingatkan risiko ancaman keamanan termasuk dari kelompok ekstremis Islam, aktivis lingkungan yang tidak segan melakukan kekerasan, kelompok sayap kanan, serangan siber Rusia dan lain sebagainya.
Aparat keamanan juga mengambil langkah pencegahan dengan melakukan penggeledahan rumah dan penangkapan warga yang dicurigai sebelum dimulainya Olimpiade.
Polisi dan personel keamanan lainnya sepanjang tahun 2024 ini telah melakukan 936 penggeledahan rumah penduduk, bandingkan dengan 153 penggeledahan tahun lalu.
Pada bulan Mei, aparat dari Direktorat Jenderal Keamanan Dalam Negeri (DGSI) Prancis menangkap seorang pria berusia 18 tahun asal Chechnya yang diduga merencanakan serangan yang akan dilakukan pada saat laga sepakbola Olimpiade digelar di kota Saint-Etienne.*