Hidayatullah.com – Perdana Menteri “Israel” Benjamin Netanyahu mengancam akan meluluh lantakkan Lebanon seperti Gaza jika rakyat Lebanon tidak “membebaskan” diri mereka dari Hizbullah.
Ancaman itu dapat ditafsirkan sebagai peringatan untuk melakukan genosida kedua dan upaya adu domba rakyat Lebanon dengan Hizbullah.
“Kalian memiliki kesempatan untuk menyelamatkan Lebanon sebelum jatuh ke jurang perang panjang yang akan menyebabkan kehancuran dan penderitaan seperti yang kita lihat di Gaza,” kata gembong Zionis itu dalam pidatonya, lansir MEMO pada Rabu (09/10/2024).
“Saya katakan kepada kalian, rakyat Lebanon: Bebaskan negara kalian dari Hizbullah agar perang ini berakhir,” hasut Netanyahu.
Entitas Zionis “Israel” kini berada di bawah penyelidikan Mahkamah Internasional (ICJ) atas genosida di Gaza. Lebih dari 42.000 orang Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, telah dibunuh oleh entitas penjajah.
Ancaman Netanyahu ini dilontarkan saat “Israel” meningkatkan serangan darat terhadap Hizbullah di bagian selatan Lebanon. Agresi “Israel” menyebabkan lebih dari satu juta warga Lebanon mengungsi.
Menurut MEMO, eskalasi ini menunjukkan bahwa “Israel” telah memilih untuk berperang secara regional daripada mencapai kesepakatan gencatan senjata dan mengembalikan para sandera “Israel”.
Sementara itu, perpecahan semakin membesar di jajaran militer “Israel” sendiri. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa 130 tentara “Israel” menolak untuk bertugas kecuali pemerintah secara aktif mengupayakan kesepakatan pembebasan sandera dan gencatan senjata di Gaza.
Para kritikus berpendapat bahwa tindakan “Israel” menunjukkan niat jelas untuk memprovokasi perang regional dengan melancarkan pengeboman di Tepi Barat, Yaman, Iran, Suriah, dan Iran. Di Lebanon saja, serangan “Israel” telah membunuh lebih dari 1.640 orang.*




