Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Swiss Larang Burqa di Tempat Publik, Berlaku Mulai Januari 2025

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 14 November 2024 12:30 12:30 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 14 November 2024 15:00
Bagikan
Larangan Burqa Swiss
Bagikan

Hidayatullah.com – Keputusan kontroversial Swiss yang melarang penutup wajah di tempat umum, dikenal sebagai “larangan burqa”, secara resmi akan berlaku pada 1 Januari.

Daftar isi
  • Latar belakang pelarangan burqa di Swiss
  • Negara-negara dengan larangan serupa
  • Peran referendum dalam demokrasi Swiss
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Dikutip Reuters, pengumuman tersebut disampaikan pada pekan lalu oleh Dewan Federal Swiss. Para pelanggar undang-undang tersebut dapat dikenakan denda hingga 1.000 franc Swiss (sekitar Rp 17.901.110).

Organisasi-organisasi Muslim dan kelompok HAM telah mengkritik habis-habisan keputusan tersebut, yang disahkan dalam referendum nasional tahun 2021.

Langkah ini diusung oleh kelompok politik yang sama yang mengusulkan pelarangan pembangunan menara masjid baru di Swiss pada tahun 2009.

Pemerintah Swiss menjelaskan bahwa larangan burqa akan diterapkan di sejumlah tempat publik. Menurut Reuters, beberapa tempat publik akan dikecualikan dari larangan tersebut:

Baca Juga

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Berdasarkan lokasi: pesawat terbang, tempat diplomatik, tempat ibadah dan tempat-tempat suci.
  • Berdasarkan tujuan: penutup wajah akan diizinkan untuk alasan medis, kondisi berbahasa, dan cuaca ekstrem.
  • Berdasarkan budaya dan penggunaan artistik: penutup wajah yang terkait dengan tradisi budaya, hiduran atau iklan akan diizinkan.
  • Kebebasan berekspresi: penutup wajah yang digunakan saat protes atau pertemuan publik dapat disetujui oleh pihak berwenang .

Pemerintah berdalih meskipun melarang burqa yang menutupi hidung, mulut dan mata di ruang publik dan bangunan pribadi yang dapat diakses publik ini bertujuan untuk menyeimbangkan keamanan publik dengan kebebasan individu.

Latar belakang pelarangan burqa di Swiss

Proses disahkannya larangan burqa telah mengalami sejumlah perdebatan. Pada September 2022, majelis rendah Parlemen Swiss memutuskan dengan jumlah yang menentukan, dengan 151 anggota mendukung dan 29 menentang.

Hal ini terjadi setelah referendum tahun 2021, di mana para pemilih Swiss dengan suara tipis menyetujui larangan tersebut, yang tidak hanya menargetkan penutup wajah religius seperti niqab dan burka, tetapi juga masker ski dan bandana yang sering dikenakan oleh para pengunjuk rasa.

Larangan tersebut diusulkan oleh partai sayap kanan, Partai Rakyat Swiss dan ditentang keras oleh partai sentris dan Partai Hijau. Para kritikus berpendapat bahwa undang-undang tersebut secara tidak adil menargetkan Muslimah. Para pendukung undang-undang tersebut mengklaim bahwa hal ini diperlukan untuk melestarikan nilai-nilai budaya dan memastikan keamanan publik.

Negara-negara dengan larangan serupa

Dua kanton Swiss, Ticino dan St Gallen telah menerapkan larangan yang serupan. Sedangkan negara-negara seperti Belgia dan Prancis juga telah menerapkan larangan serupa, yang menuai kritik internasional dan memicu perdebatan mengenai kebebasan beragama dan integrasi budaya.

Peran referendum dalam demokrasi Swiss

“Larangan burqa” mencerminkan sistem demokrasi langsung khas Swiss, di mana suara publik mempengaruhi kebijakan-kebijakan nasional yang penting. Warga negara dapat mengajukan amandemen konstitusi dengan 100.000 tanda tangan atau menggugat undang-undang parlemen dengan 50.000 tanda tangan, yang berujung pada referendum nasional mengikat.

Dalam beberapa tahun terakhir, isu-isu referendum terkenal lainnya termasuk pembelian jet tempur baru dan pembatasan penutup wajah. Penerapan larangan yang akan datang menandai babak baru yang sangat memecah belah dalam politik Swiss, dengan implikasi signifikan terhadap kebebasan beragama dan identitas budaya di negara tersebut.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hijabislamofobiaLarangan BurqaLarangan Burqa Swissswiss
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sertifikasi Halal Penting Pastikan Kehalalan Produk, UMKM Wajib Memperhatikan
Tulisan selanjutnya BRICS Tawarkan Status Negara Mitra kepada Turki

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Berita
16 Oktober 2026 15:36
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

16 Oktober 2026 14:56
Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

16 Oktober 2026 14:29
Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

15 Oktober 2026 18:48
Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

15 Oktober 2026 16:32
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?