Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Di Mana Bashar al-Assad Lari dan Bersembunyi?

Ahmad
Terakhir diupdate: 8 Desember 2024 15:46 3:46 pm
Ahmad
Dipublikasikan 8 Desember 2024 15:50
Bagikan
Bashar al Assad memeluk Pemimpin Tertinggi Syiah Ali Khamenei
Bagikan

Hidayatullah.com—Presiden Suriah Bashar al-Assad dilaporkan tidak berada di Kota Damaskus, setelah jatuhnya kota itu ditangan kelompok oposisi, lapor CNN.

Sumber yang mengatakan kepada CNN mengatakan Assad tidak ada di kota ini dimana orang bisa berharap untuk menemukannya.

CNN melaporkan, para pengawal Presiden Assad juga tidak lagi ditempatkan di kediamannya, seperti yang akan terjadi jika dia ada di sana, kata sumber tersebut. Ada klaim bahwa Assad mungkin telah melarikan diri dari Damaskus.

Bashar al-Assad dilaporkan telah meninggalkan ibu kota Damaskus menuju tujuan yang tidak diketahui, menurut dua pejabat senior militer kepada kantor berita Reuters.

Menurut sumber tersebut, pasukan kelompok oposisi tidak memiliki informasi intelijen yang kuat mengenai keberadaan Assad dan terus berupaya untuk menemukannya.

Baca Juga

Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Hilangnya Bashar terjadi setelah kelompok milisi oposisi mengumumkan keberhasilan memasuki Damaskus tanpa ada tanda-tanda kehadiran pasukan pemerintah.

Sementara itu, ribuan warga berkumpul di alun-alun utama di Damaskus sambil melambaikan tangan dan meneriakkan slogan-slogan kebebasan, merayakan kemenangan kelompok oposisi.

هذا يوم عظيم من أيّام الله،الشعب السوري الحر أسقط #بشار_الأسد،بعد 6 عقود من الطغيان والاستبداد والفساد الشعب يُسقط النظام النصيري الطائفي في سوريا،و كل الشعوب العربية تتطلع مثل الشعب السوري إلى الحرية #حمص_تتحرر #دمشق_تتحرر #دمشق pic.twitter.com/R8xhsGhVgi

— A Mansour أحمد منصور (@amansouraja) December 8, 2024

Massa merobohkan patung Hafez Assad, ayah Bashar al-Assadm yang dianggap telah menguasai 6 dekade tirani, tirani dan korupsi.

Hari Ahad (8/12/2024), kelompok oposisi menyatakan kendali penuh atas kota strategis Homs setelah satu hari pertempuran, mengakhiri kekuasaan 24 tahun Bashar.

Pasukan kelompok oposisi melepaskan tembakan ke udara sebagai tanda kemenangan, sementara sekelompok pemuda merobohkan poster Bashar. Beberapa masyarakat merayakan kemenangan, dengan bertakbir di masjid-masjid dan jalanan.

تكبيرات الحمد من جامع الايمان وسط دمشق اول صلاة للفجر،،، الله اكبر ولله الحمد pic.twitter.com/yt4UuWOMlw

— الشايب ابو نوره ,, (@nora_aa14) December 8, 2024

Jatuhnya Homs memberi kelompok oposisi kendali strategis di Suriah tengah, memutus akses Damaskus ke wilayah pesisir yang merupakan benteng Bashar dan pangkalan militer sekutunya, Rusia.

Pemimpin kelompok Hay’at Tahrir al-Sham (HTS), Abu Mohammad al-Jailani menggambarkan penaklukan Homs sebagai momen bersejarah sekaligus mendesak para pejuang untuk tidak menyakiti mereka yang menyerah.

Ribuan tahanan dibebaskan dari penjara militer Sednaya, salah satu pusat penahanan terbesar di pinggiran kota.

https://twitter.com/i/status/1865673520061247950

juga dibebaskan dari penjara Homs setelah pasukan keamanan melarikan diri dengan membakar dokumen mereka. Penguasaan kelompok oposisi atas Homs dan ancaman terhadap Damaskus memicu krisis bagi pemerintahan lima dekade keluarga Bashar.

Qatar, Arab Saudi, Yordania, Mesir, Irak, Iran, Turki dan Rusia mengeluarkan pernyataan bersama yang menyerukan solusi politik, namun tidak ada langkah nyata yang diambil karena situasi di Suriah berubah setiap saat.

Diketahui, Rezim Bashar al-Assad bergantung pada dukungan sekutu seperti Rusia dan Iran, namun prioritas Rusia yang kini terfokus pada perang di Ukraina sejak tahun 2022, sementara milisi Syiah Hizbullah yang didukung Iran melemah menghadapi serangan penjajah ‘Israel’.

Pada tanggal 29 November, kelompok Hay’at Tahrir al-Sham bersama dengan beberapa kelompok pembebasan bersenjata lainnya melancarkan operasi besar-besaran terhadap pemerintah Suriah, bergerak dari utara provinsi barat laut Idlib menuju kota Aleppo dan Hama.

Sehari kemudian, Aleppo, kota terbesar kedua di Suriah, berada di bawah kendali penuh untuk pertama kalinya sejak konflik dimulai pada tahun 2011.

https://twitter.com/i/status/1864762304656498839

Pada tanggal 5 Desember, Kementerian Pertahanan Suriah mengumumkan bahwa angkatan bersenjata Suriah telah mundur dari kota Hama setelah pertempuran sengit.

Presiden Amerika Serikat yang akan segera dilantik, Donald Trump, menyatakan bahwa AS tidak boleh ikut campur dalam konflik ini dan membiarkannya ‘berjalan dengan sendirinya’.*

di bawah ini kumpulan berita Revolusi Suriah tahun 2011

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab springBashar al-AssaddamaskusHay’at Tahrir SyamHeadlineMusim Semi ArabRevolusi Suriahsuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengadilan Inggris Mengatakan Oatly Tidak Boleh Menyebut Produknya sebagai Susu
Tulisan selanjutnya (Video) Tahanan Sednaya Dibebaskan, Tak Percaya Rezim Bashar Jatuh 

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Berita
17 Juli 2026 15:23
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

18 Juli 2026 09:49
Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?