Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Jelang Australia Day Kapten James Cook Jadi Korban Vandalisme

Ama Farah
Terakhir diupdate: 24 Januari 2025 13:54 1:54 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 24 Januari 2025 13:54
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Kepolisian Australia melakukan penyelidikan setelah sebuah patung Kapten James Cook disiram cat merah dan bagian wajah dan tangannya dirusak, menjelang perayaan Australia Day akhir pekan ini.

Ini kedua kalinya dalam kurun 12 bulan patung yang berdiri di Sydney tersebut mengalami vandalisme, lansir BBC Jumat (24/1/2025).

Australia Day merupakan hari libur nasional setiap tanggal 26 Januari, memperingati pendaratan kapal Inggris First Fleet di Sydney Cove pada 1788. Banyak orang dari suku asli Australia mengatakan perayaan itu merupakan kepedihan bagi mereka, karena itu merupakan penanda masa penjajahan yang panjang atas negeri mereka oleh orang-orang kulit putih dari Inggris.

Dewan lokal di Randwick – daerah suburban di mana patung itu berada – menyebut aksi vandalisme itu “merugikan masyarakat dan merugikan rekonsiliasi”.

Anggota dewan setempat Carolyn Martin mengatakan kepada stasiun radio lokal 2GB bahwa para pelaku merusak sebagian wajah dan salah satu tangan patung.

Baca Juga

Dua Anggota Garda Revolusi Iran Ditembak Mati dekat Kurdistan
Ngaku Bisa Terbang, Pendeta Hindu di India Tewas Usai Terjatuh dari Bukit
Ketua Umum MUI Dorong Pemerintah Tiru Rusia Tetapkan Gerakan LGBT Teroris
MTQ Nasional 2026 di Semarang Siap Jadi Panggung Syiar Islam dan Budaya Nusantara
MUI Siapkan Naskah Akademik dan RUU Pidana LGBT, Akan Didorong Masuk Prolegnas

Patung itu – yang diresmikan pada 1874 – pada bulan Februari tahun lalu juga disiram dengan cat berwarna merah dan bagian pondasinya dirusak. Perbaikannya dirampungkan satu bulan kemudian.

Terdapat sejumlah patung Kapten James Cook di seluruh Australia, beberapa di antaranya juga mengalami vandalisme di sekitar waktu yang sama 26 Januari.

Pada tahun 2024, salah satu patung yang terdapat di Melbourne dirobohkan pada malam menjelang hari libur, sementara bagian pijakannya dicat semprot dengan kata-kata “koloni akan runtuh”. Dua tahun kemudian patung yang sama disiram lagi dengan cat merah disertai tulisan “bukan kebanggaan” dan sebuah bendera Aborigin ditempatkan di sebelah patung.

Kapten Cook dan anak buahnya merambah pesisir timur Australia pada 1770, meletakkan dasar bagi keputusan selanjutnya untuk mengirim First Fleet, yang dipimpin oleh Kapten Arthur Phillip.

Australia Day merupakan hari libur yang kontroversial bagi sebagian orang Australia, terutama kalangan masyarakat Aborigin dan penduduk asli Kepulauan Selat Torres yang menganggapnya sebagai pengingat masa perampasan tanah dan pengusiran penduduk asli dari kampung halaman mereka.

Jajak pendapat menunjukkan mayoritas warga Australia masih mendukung perayaan hari tersebut, meskipun sebagian menyarankan untuk menggantinya ke tanggal lain.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AustraliaKapten James Cook
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bergeser ke Digital, CNN Berhentikan 200 Staf Televisi
Tulisan selanjutnya Marak Penyelewengan dan Pencabulan Paus Fransiskus Bubarkan Gerakan Katolik di Peru

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ketua Umum MUI Dorong Pemerintah Tiru Rusia Tetapkan Gerakan LGBT Teroris

Berita
30 Juni 2026 16:35
Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman
MTQ Nasional 2026 di Semarang Siap Jadi Panggung Syiar Islam dan Budaya Nusantara
Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya
Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu

Terbaru

  • Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
  • Jeritan Seorang Homoseksual dan Solusi Drs. Faruq Nasution
  • Dua Anggota Garda Revolusi Iran Ditembak Mati dekat Kurdistan
  • Ngaku Bisa Terbang, Pendeta Hindu di India Tewas Usai Terjatuh dari Bukit
  • Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam
  • Ketua Umum MUI Dorong Pemerintah Tiru Rusia Tetapkan Gerakan LGBT Teroris
  • Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga
  • MTQ Nasional 2026 di Semarang Siap Jadi Panggung Syiar Islam dan Budaya Nusantara
  • Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi
  • MUI Siapkan Naskah Akademik dan RUU Pidana LGBT, Akan Didorong Masuk Prolegnas

Mungkin Anda Juga Suka

perang skala penuh
Berita

Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober

26 Juni 2026 15:27
Berita

Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran

25 Juni 2026 15:21
Berita

Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan

25 Juni 2026 15:06
Berita

Italia Geram Sekjen NATO Ungkap Perannya Bantu Amerika dalam Perang Iran

25 Juni 2026 12:11
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?