Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Amerika Serikat Kenakan Tarif Pelabuhan Bagi Semua Kapal Terkait China

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 April 2025 15:24 3:24 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 18 April 2025 15:24
Bagikan
Pelabuhan Haifa
Bagikan

Hidayatullah.com– Amerika Serikat akan memberlakukan tarif pelabuhan bagi kapal-kapal buatan dan yang dioperasikan oleh perusahaan China guna mendongkrak industri pembuatan kapal dan menumbangkan dominasi China di sektor itu.

“Kapal dan pelayaran sangat penting bagi keamanan ekonomi Amerika dan arus perdagangan yang bebas,” kata perwakilan perdagangan AS Jamieson Greer dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis (17/4/2025) saat mengumumkan biaya baru tersebut, yang sebagian besar akan mulai diberlakukan pada pertengahan bulan Oktober.

“Tindakan pemerintahan Trump akan mulai membalikkan dominasi Tiongkok, mengatasi ancaman terhadap rantai pasokan AS, dan mengirimkan sinyal permintaan untuk kapal-kapal buatan AS,” kata Greer, lansir AFP.

Berdasarkan ketentuan baru itu, biaya perton atau per kontainer akan diberlakukan atas kapal-kapal terkait China yang berlayar ke AS, dan bukan dikenai pada setiap pelabuhan AS yang dikunjunginya.

Biaya itu akan di tinjau sampai lima kali per tahun, dan dapat diabaikan apabila pemiliknya memesan kapal buatan Amerika Serikat.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Amerika Serikat pernah mendominasi sektor perkapalan setelah Perang Dunia Kedua, tetapi seiring dengan waktu kekuatannya menurun dan sekarang hanya mencakup 0,1 persen dari output global.

Sektor perkapalan saat ini didominasi Asia, dengan China sebagai produsen hampir separuh dari kapal yang beroperasi, mengungguli Korea Selatan dan Jepang. Ketiga negara itu memproduksi lebih dari 95 persen kapal sipil dunia, menurut angka yang dimiliki Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Akan ada pembedaan besaran biaya pelabuhan bagi kapal yang dioperasikan oleh perusahaan China dengan kapal buatan China. Namun, biaya pelabuhan yang dikenakan atas kedua jenis kapal itu akan dinaikkan dari waktu ke waktu.

Bagi kapal buatan China, biaya yang dipungut mulai dari $18 per net ton (NT) atau $120 per kontainer – artinya sebuah kapal dengan muatan 15.000 kontainer harus membayar biaya $1,8 juta.

Lembar fakta yang menyertai pengumuman tersebut mengatakan biaya tidak akan mencakup pelayaran ke Great Lakes atau Karibia, pengiriman ke dan dari wilayah-wilayah AS, atau ekspor komoditas curah dengan menggunakan kapal yang tiba di Amerika Serikat dalam keadaan kosong.

Selain biaya-biaya tersebut, Greer juga mengumumkan usulan tarif untuk beberapa derek kapal-ke-pantai dan peralatan penanganan kargo China.

Semua kapal pengangkut mobil buatan non-AS juga akan dikenakan biaya yang akan berlaku mulai 180 hari mendatang.

Washington juga memberlakukan biaya baru untuk kapal tanker gas alam cair (LNG), meskipun biaya tersebut belum akan berlaku selama tiga tahun ke depan.

Pada bulan Maret kelompok yang mewakili 30 industri Amerika Serikat menyuarakan keprihatinan mereka tentang risiko biaya-biaya tersebut terhadap harga produk impor.

Salah satu perusahaan yang disurvei oleh kelompok tersebut menyatakan kekhawatiran bahwa biaya-biaya yang diusulkan itu ditambah tarif yang diberlakukan atas Tiongkok dan negara-negara lain, serta bea masuk terhadap impor baja dan aluminium, akan memberikan “tekanan yang luar biasa” terhadap sektor ritel di Amerika Serikat.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika Serikatchinakapalpelabuhan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pelajar China Pikir Ulang untuk Melanjutkan Pendidikan ke Amerika Serikat
Tulisan selanjutnya Polisi Tangkap 170 Orang Terkait Serangan Kedai KFC di Pakistan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Berita
18 Juli 2026 09:30
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

15 Juli 2026 21:25
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?